Aussie Terus Merosot, Pengaruh Data Ekonomi dan China.

Aussie Terus Merosot, Pengaruh Data Ekonomi dan China.

0 200
ib insta

Dolar Australia diperdagangkan terus merosot setelah rilis Consumer Sentimen Indeks Australia untuk bulan pertama awal tahun baru.

Ditambahkan kekhawatiran pada perekonomian China ditengarai memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada sentimen konsumen Australia.

Aussie turun 0,3 persen ke area $ 0,6876 pada pukul 10:40 wib.

Para konsumen di Australia merasa pesimis mengenai kondisi perekonomian bulan pertama tahun ini. Consumer Sentiment Index Australia bulan Januari yang dirilis oleh Westpac terperosok 3.5 persen, setelah merosot 0.8 persen menjadi ke 100.8 indeks poin Desember lalu.

Sentimen konsumen bulan ini berada pada 97.3 indeks poin, yang dihitung berdasarkan hasil survey 1,200 keluarga di Australia dan nilai diatas 100 mengindikasikan optimisme, sementara sebaliknya menunjukkan pesimisme.

Ketidakstabilan di pasar finansial berdampak signifikan pada sentimen konsumen, mengingat bahwa ekonomi Australia begitu rentan terhadap guncangan eksternal, terutama dari China. Menurut Biro Statistik Nasional (NBS), perekonomian China hanya bertumbuh 6.8 persen pada kuartal terakhir 2015, pertumbuhan terlemah sejak kuartal Maret 2009. Setelah rilis indeks sentimen konsumen tersebut, AUD/USD terperosok 0.23 persen menuju 0.6892 pada sesi perdagangan hari Rabu (20/1), penurunan nilai tukar Dolar Australia telah dimulai sejak kemarin malam.

Sepanjang tahun 2015, GDP China mengalami ekspansi sebesar 6.9 persen, atau turun dari 7.3 persen di tahun 2014. Meskipun pencapaian tersebut tak jauh berbeda dengan target pemerintah China sebesar 7 persen. Kabar yang mengkhawatirkan bagi negara partner dagang utama Australia ini cukup mengena di hati para konsumen.

Dolar melemah 0,4 persen di area ¥ 117,18.

Euro naik 0,3 persen ke area $ 1,0941.

Pound melemah 0,1 persen di area $ 1,4146 GBP yang merupakan level terendah sejak Maret 2009.

 

GrahaFX IB resmi instaforex indonesia sejak 2007.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply