December 11 2017 23:59 PM
Artikel

0 139
Trading Plan

Trading Plan – Aktivitas trading adalah salah satu bisnis yang memberikan resiko cukup tinggi jika tidak diatur dengan strategi dan perencanaan yang benar. Sehingga untuk mengantisipasi setiap kemungkinan, Anda sangat perlu membuat trading plan yang berguna untuk mengarahkan saat sedang melakukan trading.

Tentu saja untuk membuat sebuah trading plan, seorang trader harus bisa memperhatikan hal-hal penting yang akan mempengaruhi pada proses trading nya.

1. Belajar strategi trading

Strategi trading merupakan hal yang sangat penting, karena tanpa strategi aktivitas trading Anda akan sangat berantakan. Anda harus mengenal strategi apa saja yang bisa dilakukan dan strategi mana yang paling cocok dengan karakter Anda. Jika Anda seorang trader pemula, cobalah menggunakan strategi yang profitable namun mini resiko, seperti swing market, simple claping atau follow trend.

Swing market: merupakan strategi open posisi ketika terjadi trend market panjang. Swing market biasanya menggunakan bollinger band, moving average, parabolic sar atau dochian band. Strategi yang sederhana untuk dipelajari para trader pemula namun sangat butuh kesabaran pada saat menjalankannya karena trader akan lebih jarang untuk melakukan open posisi.

Follow trend: Tidak banyak yang ingin menggunakan follow trend, alasan karena ada anggapan bahwa harga open posisi buy saat sedang trend buy dan juga open posisi sell saat sedang trend sell akan hilang pada beberapa keadaan open posisi yang disebabkan karena open posisi 2 arah. Ini adalah anggapan salah, sebab jika Anda melakukan 2 arah open posisi maka resiko loss akan tinggi. Jika hanya open posisi 1 arah ketika trending market maka akan menguntungkan dan juga sangat minim resiko.

Simple scalping: teknik ini juga cocok sekali untuk para pemula yang sangat aktif saat membuka posisi dan juga menutup posisi. Strategi ini juga cukup profitable, namun harus dipadukan dengan follow trend agar bisa menurunkan resiko loss.

2. Menentukan level resiko

Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menentukan sejauh mana level resiko Anda. Saat sedang bertrading sebaiknya Anda sudah menetapkan level resiko mana yang membuat Anda nyaman. Untuk para professional trader batas level resiko yang biasanya di ambil adalah 1 sampai 5% dari modal yang dimiliki. Sehingga apa yang Anda pilih nantinya akan bergantung pada gaya trading dan juga toleransi resiko Anda.

3. Menentukan goal

Sebelum Anda memulai suatu hal yang harus Anda lakukan adalah menentukan goal atau tujuannya. Begitu juga trading, sebelum Anda benar-benar mulai melakukan aktivitas trading, tentukanlah apa goal yang akan Anda capai seperti profit yang realistis. Akan lebih baik jika Anda bisa menentukan target profit secara harian, bulanan, atau pun tahunan.

4. Memahami aturan entry dan exit

Sebelum Anda benar-benar memasang posisi trading, sebaiknya Anda juga sudah tahu dimana posisi stop loss dan juga target profit nya. Saat sudah mulai trading, entry haruslah sesuai dengan strategi trading yang sudah di uji sebelumnya. Sehingga trading plan Anda akan berisi mengenai gambaran dimana dan kapan Anda akan memasuki market, lalu apa indikator yang diperlukan serta pricing action seperti apa yang seharusnya dilakukan. Selain itu Anda juga sudah siap exit trading pada target yang sudah ditentukan, biarpun pada dasarnya akan sangat menggiurkan untuk Anda tetap mempertahankan posisi saat pasar mulai bergerak sesuai apa yang Anda inginkan.

5. Fleksibel pada situasi

Walaupun Anda sudah menyusun sebuah trading plan secara rinci namun bukan berarti trading plan tersebut harus Anda jalankan dengan sangat kaku. Disiplin memang sangatlah dibutuhkan namun terkadang ada waktunya Anda juga harus bisa fleksibel pada situasi. Perlu Anda ingat bahwa menjadi fleksibel bukan berarti menjadikan Anda tidak disiplin.

Situasi yang harus membuat Anda fleksibel misalnya saat harga belum sama sekali menyentuh TP atau SL namun jika dilihat secara teknikal Anda seharusnya sudah menutup posisi. Tentu saja jika kondisinya demikian, Anda tidak dilarang untuk menutup posisi walaupun resiko nya belum benar-benar tersentuh dan keuntungan belum sesuai dengan target. Namun tentu saja Anda juga tidak boleh sembarangan karena keputusan yang di ambil harus didasari oleh para analis teknikal yang objektif bukan karena merasa takut secara psikologis (takut jika profit akan berubah jadi loss).

Situasi fleksibel lainnya bisa dilakukan dengan cara memperbesar toleransi pada resiko per transaksi. Misalnya jika sebelumnya Anda sudah menetapkan 5% resiko dari modal untuk setiap transaksi maka di waktu selanjutnya Anda bisa saja menetapkan 5% resiko dari equity akhir per transaksi. Contohnya dari semula modal $10,000 kemudian bisa berkembang jadi $15,000. Jika sebelumnya toleransi yang diterapkan adalah $500 atau 5% dari $10,000, setelah 1 equity akan jadi $15,000 toleransi resiko per transaksi yang berubah menjadi $750.

Beberapa hal di atas merupakan situasi fleksibel yang tentunya tidak melanggar pada kedisiplinan trading plan Anda.

6. Mencari tau trend apa yang sedang berlangsung

Mencari tahu trend saat ini serta menetapkan Anda akan membuka posisi sell atau buy juga sangat penting untuk Anda lakukan dalam penyusunan trading plan. Sebaiknya Anda tidak melawan trend sesuai dengan time frame Anda. Misalnya jika Anda memiliki untuk melakukan trading dengan strategi swing sebaiknya Anda harus tahu bagaimana trend fundamental dan juga larangan untuk melawan trend tersebut. Anda juga jangan mudah mengubah rencana entry sell dan buy tanpa ada alasan kuat.

7. Mencari support dan resistance

Anda juga harus mencari support dan resistance mana yang kuat. Anda bisa mencari kedua hal tersebut dengan menggunakan minimalnya 5 metode pada semua time frame. Misalnya untuk swing dan juga day trading, Anda bisa menggunakan time frame MN, W1, D1, H4 dan H1. Kemudian setelah Anda mendapatkan support dan resistance tidak hanya 1, Anda harus terus mengamati mana support dan resistance yang kuat dari histori. Untuk mengetahui mana yang paling kuat biasa support dan resistance sudah berkali-kali diuji dan tetap tidak menghasilkan breakout.

8. Mencatat semua hal yang sudah Anda lakukan

Setelah melakukan beberapa hal diatas yang harus Anda lakukan adalah memantau record dari performa trading Anda, sehingga Anda bisa menganalisa seberapa berhasilkah strategi trade yang Anda gunakan dan melihat apakah jalur yang Anda lalui nantinya akan mengalami loss yang sering atau tidak. Beberapa hal yang harus Anda catat seperti harga enty, harga exit, level stop loss, level take profit, size posisi, emosi, komentar, profit dan loss serta screenshot chat saat exit dan entry.

Itulah 8 cara membuat trading plan untuk pemula. Memiliki sebuah rencana sangatlah penting jika Anda ingin menjadi sangat konsisten mendapatkan profit, sehingga trader jangan pernah meremehkan perencanaan yang telah disusun dengan baik.

[ sumber: Valasonline ]

Selamat menerapkan ya Gan, salam sukses dan profit selalu.

0 261

Sering Mendapatkan Kerugian Dalam Forex? Ini 5 Alasannya yang Membuat Anda Rugi

Secara logika akal sehat, di saat Anda melakukan trading di pasar forex yang memiliki rasio rugi dan keuntungan sebesar 1:1 artinya meskipun Anda tidak memiliki strategi andalan, kemungkinan Anda mendapatkan keuntungan adalah sebesar 50 persen. Jadi sebagian besar trader yang menggunakan strategi di atas seharusnya bisa mendapatkan balik modal atau break even setelah beberapa kali trading.

Hal di atas dapat terjadi dikarenakan saat Anda melakukan trading dengan rasio rugi dan untung adalah 1:1 maka hal tersebut sama artinya dengan melempar koin. Namun meskipun demikian masih saja ada trader yang mengalami kerugian saat trading. Lalu apa faktor yang melatarbelakangi terjadinya hal ini.

Ada berbagai survey yang pernah dilakukan dan mengungkapkan bahwa faktor utama yang menyebabkan sebagian trader menderita kerugian karena pengendalian diri yang kurang, cenderung subjektif dan melakukan prediksi yang berlebihan.

Berikut ini akan kami sajikan kepada Anda semua apa saja kekeliruan yang sering kali dibuat oleh para trader, khususnya para trader pemula yang mengakibatkan dirinya menderita kerugian dan sulit mendapatkan keuntungan.

1.Melakukan Trading Berlawanan Arah Dengan Trend

Faktor pertama yang membuat banyak trader menderita kerugian adalah berkaitan dengan aktivitas trading yang berlawanan arah. Meskipun para trader tersebut paham bahwa dengan mengikuti arah trend maka kemungkinan besar akan mendapatkan profit yang lebih besar, tetapi hal tersebut tidak mereka lakukan.

Mereka lebih cenderung akan melakukan trading melawan arah trend dengan berbagai alasan yang mereka berikan. Hal ini dapat mereka lakukan apalagi mereka sudah terlanjur membuka posisi.

2.Tidak Bersedia Menerima Kerugian Ataupun Kesalahan

Jika Anda memiliki kecenderungan untuk bersifat egois dan menyalahkan orang lain atas kerugian yang terjadi, maka segera ubah perilaku tersebut. Sebab sifat yang egois seperti demikian tidak akan membuat Anda mampu untuk belajar dari kesalahan.

Memang kecenderungan untuk melemparkan kesalahan kepada orang lain atau pun kepada keadaan merupakan sifat yang manusiawi. Namun sebaiknya Anda mengubah sifat ini saat sedang melakukan trading forex. Saat trading forex yang Anda lakukan mendapatkan hasil yang mengecewakan, maka hal yang harus lebih dahulu Anda salahkan adalah diri Anda sendiri.

Bukan malah sebaliknya dimana saat menderita kerugian, maka Anda mulai menyalahkan broker, menyalahkan kondisi pasar yang tidak benar menurut Anda. Hal yang harus diperbaiki adalah kemungkinan kesalahan yang ada di dalam diri Anda sendiri.

Sekarang kami ingin bertanya kepada Anda,

Apakah dengan menyalahkan broker atau pasar bisa membantu Anda memperbaiki hasil trading?

Jawabannya tentu tidak, menyalahkan orang lain tidak akan memperbaiki hasil trading Anda di masa depan.

Jika kita masuk ke dalam pasar karena rekomendasi yang diberikan oleh broker atau pun konsultan dan hasilnya merugi, apakah hal ini salah dari broker?

TIDAK!

Kesalahan dan kekalahan yang terjadi akibat diri Anda sendiri, mengapa Anda terlalu percaya dengan rekomendasi yang mereka berikan.

Jika Anda terus menerus menyalahkan orang lain atas hasil trading yang mengecewakan, maka Anda tidak akan mampu belajar dari hal tersebut. Artinya Anda tidak akan mampu memperbaiki hasil trading di masa mendatang karena Anda tidak mampu melihat kelemahan yang ada di dalam diri sendiri.

Mengakui kesalahan yang pernah dilakukan dalam trading forex akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sebab Anda memahami mana yang salah dan mana yang seharusnya Anda lakukan agar kerugian tidak lagi menghampiri.

Dengan belajar dari kesalahan, maka kemungkinan Anda untuk mendapatkan profit yang konsisten dapat terjadi di masa depan.

3.Secara Sembarangan Masuk Pasar dan Tidak Memiliki Metode Trading Tertentu

Jangan pernah memasuki pasar forex dengan cara yang sembarangan seperti menggunakan metode atau strategi yang selalu berubah-ubah. Sebab hal ini bisa membuat Anda menderita kerugian saat melakukan trading forex. Mengubah-ubah strategi sering kali dilakukan oleh orang yang tidak memiliki strategi yang teruji atau bisa jadi Anda tidak benar-benar menguasai strategi trading yang dipilih.

Disaat Anda menggunakan sebuah strategi yang selalu berubah-ubah pada kondisi pasar yang juga berubah, maka kemungkinan profit yang Anda dapatkan adalah 50:50. Di lain sisi jika Anda telah memiliki strategi tertentu tetapi Anda tidak terlalu menguasai atau belum mengujinya, maka bisa saja suatu saat Anda akan ragu dengan keputusan yang dibuat.

Selanjutnya saat Anda merasa harus masuk karena kondisi pasar yang mendukung, maka Anda memiliki kecenderungan untuk menggunakan strategi yang lain dalam trading.

Cara mengatasi keraguan di atas adalah Anda harus menempa diri dengan terus mempelajari berbagai teknik dan strategi dalam forex. Selalu menempa diri Anda untuk menjadi trader yang lebih baik dari sebelumnya. Sehingga anda akan merasa yakin saat memutuskan untuk menggunakan strategi yang dijalankan.

4.Melakukan Trading Secara Berlebihan

Trading Berlebihan
Trading Berlebihan

Melakukan trading secara berlebihan juga bisa menjadi faktor yang menyebabkan Anda menderita kerugian. Ada banyak sekali alasan yang mendasari mengapa banyak trader yang melakukan over trading atau terlalu sering masuk pasar.

Alasan pertama yang mendasarinya adalah pengaruh emosi dari trader. Di saat Anda mendapatkan profit dalam trading, maka akan muncuk rasa euforia sehingga Anda ingin membuka posisi lagi dengan cara yang sama. Di lain sisi saat Anda mendapatkan kerugian maka ada juga kemungkinan Anda membuka posisi untuk membalas dendam. Kedua kecenderungan di atas akan mengabaikan strategi trading yang sebelumnya Anda buat.

Alasan yang kedua adalah time frame yang rendah yaitu dibawah 1 jam, 30 menit, atau 15 menit. Time frame yang rendah akan memberikan peluang entry yang banyak tetapi dengan probabilitas yang rendah. Hal ini dapat terjadi karena pada time frame tersebut memiliki kecenderungan untuk terjadi banyak noise.

Alasan yang ketiga yang menjadikan seorang trader melakukan over trading adalah melakukan analisa pasar yang berlebihan. Jika Anda terlalu banyak informasi dari berita atau penggunaan banyak indikator teknikal secara bersamaan, maka hal ini bisa menyebabkan analisa yang berlebihan dan membuat Anda memiliki kecederungan untuk membuka lebih banyak posisi trading.

Analisa yang berlebihan bisa membuat Anda memiliki prediksi yang berlebihan, sehingga hal ini bisa membuat Anda over trading.

5.Resiko Per Trade yang Terlalu Besar

Saat ini banyak sekali trader yang mempertaruhkan terlalu banyak dana dalam membuka posisi trading. Hal seperti ini mereka lakukan dikarenakan memiliki keinginan untuk melakukan trading dengan lot yang besar agar mereka mampu mendapatkan profit yang memadai.

Cara seperti di atas cukup beresiko jika Anda lakukan dan memilki sifat yang gambling karena berada di luar aturan money management yang lazim. Hal yang lazim adalah resiko per trade ditetapkan sebesar 2% dari balance account trading. [sumber: valasonline – Wahyu Utama]

Dan hampir-hampir semua penyebab kerugian trader adalah hal yang sama yang terjadi kepada semua trader, dan kalo disimpulkan kesalahan tersebut terletak pada mindset. Polafikir yang mengendalikan aktifitas dan keputusan kita.

Semoga dengan semakin kita belajar dan mengasah strategi akan tercipta insting yang bagus.

Salam Profit, www.grahafx.com

0 271

Strategi averaging trading forex yang mendatangkan profit berlipat ini bisa Anda pakai dalam sistem trading Anda. Trading forex dengan menggunakan strategi averaging atau disebut juga dengan cost-averaging merupakan usaha trading yang saat praktek dalam pasar hanya memiliki satu arah. Meskipun demikian, sangat memerlukan berulang kali open position untuk bisa mendapatkan profit. Maksudnya adalah, jika pada saat pertama kali masuk pasar Anda berada di posisi long atau buy, posisi selanjutnya juga akan sama yaitu buy only. Begitu juga sebaliknya. Biarpun telah terjadi floating minus, tetap saja akan dalam posisi buy sampai menghasilkan profit.

Tujuan dari strategi averaging adalah untuk bisa memperkecil tingkat kerugiaan saat berada dalam posisi yang berlawanan dengan arah trend dan juga untuk memaksimalkan tingkat keuntungan saat posisi satu arah dengan trend. Namun averaging juga adalah strategi yang cukup memiliki resiko tinggi sebab dalam prakteknya harus mampu untuk “melawan pasar”. Sehingga strategi ini tidak dianjurkan bagi Anda yang masih memiliki dana minim.

Berikut adalah contoh penerapan strategi averaging trading forex:

Tuan Herman masuk ke pasar forex dengan posisi buy EUR/USD 0.01 lot pada harga 1.2545 dan memasang take profit sebanyak 20 poin di harga 1.2565. Kemudian harga mengalami penurunan yang mengakibatkan Tuan Herman harus buy 0.01 lot lagi pada harga 1.2525 dan memasang take profit 1.2555. Namun kemudian harga turun kembali, maka Tuan Herman melakukan buy lagi untuk EUR/USD 0.01 lot di 1.2505, dengan take profitnya 1.2525. Hingga akhirnya harga akan naik dan menyentuh take profit yang pertama 1.2535.

Penjumlahannya:

Posisi 1: Open position 1.2545, harga close 1.2535 = USD -0.1

Posisi 2: Open position 1.2535, harga close 1.2535 = USD 0.1

Posisi 3: Open position 1.2505, harga close (take profit) 1.2536=USD 03 (sama dengan 30 PIPS)

Sehingga, total profitnya = -0.1+0.1+0.3= $0.3

Keterangan: 0.10 lot = $0.1 (Karena menggunakan akun tanpa spread, sehingga spread tidak dihitung)

Setelah melihat ilustrasi diatas, lalu akan muncul pertanyaan apakah dengan menggunakan strategi ini akan selalu mendapatkan profit?

Jawabannya adalah tergantung bagaimana Anda menggunakan strategi averaging trading forex tersebut. Karena berhasil atau tidaknya suatu strategi akan bergantung pada keadaan pasar dan kemahiran trader yang menggunakannya. Biasanya saat menggunakan strategi averaging, para trader ada saja yang selalu menggunakan indikator forex, namun ada juga yang mengandalkan tangan kosong. Para trader tanpa broker atau trader individu biasanya akan melakukan strategi ini jika sudah yakin mengenai harga. Namun jika ternyata tebakannya sedikit meleset, trader harus menambahkan posisinya terus menerus.

Strategi averaging sering kali digunakan oleh bank, sehingga mereka hanya melakukan buy agar bisa memperoleh bunga dari swap. Setiap harinya bank akan menerima bunga jika ada posisi swap, walaupun telah menahan nilai minus cukup banyak.

 

MENGGUNAKAN AVERAGING DOWN DAN AVERAGING UP

Pada strategi averaging, terdapat 2 hal yang bisa Anda gunakan:

  • Menggunakan averaging down

Averaging down adalah strategi yang cukup agresif, karena bisa saja investor harus megeluarkan uang terus menerus, tanpa mengetahui sampai mana mata uang akan mangalami penurunan. Sehingga investor harus mempunyai disiplin saat melakukan pembelian. Sebenarnya, strategi ini cukup mudah diikuti jika dilakukan dalam satu atau dua kali saja. Namun jika harga terus mengalami penurunan, investor juga akan mudah terpengaruh secara emosi. Sehingga dia harus memutuskan apakah akan meneruskan menggunakan teknik ini atau tidak. Tapi dalam kondisi umum saat pasar mata uang sedang sideways atau bullish, strategi averaging down bisa cukup efektif. Karena pada kondisi tersebut, harga aset turun dengan terbatas.

Tips saat menggunakan averaging down, sebaiknya Anda membatasi sampai 3 kali saja, setelah itu Anda bisa berhenti melakukannya. Jika ternyata harga terus turun, biarkan saja. Setelah sampai pada titik bottom, Anda bisa melakukan averaging up.

Alasan kenapa harus membatasi diri, karena terkadang seseorang akan sangat ingin melakukan averaging down secara terus menerus, bahkan sampai dana yang dimilikinya habis. Jika memang dana yang Anda miliki tidak terbatas, memang tidak masalah menggunakan averaging down terus menerus. Namun jika dana terbatas ada baiknya Anda berhenti melakukannya.

  • Menggunakan averaging up

Berbeda dengan teknik sebelumnya, averaging up justru dinilai lebih baik karena Anda baru membeli mata uang saat harganya rendah. Sehingga saat harga turun, Anda harus menunggu sampai bisa membeli di harga paling rendah. Hanya saja masalahnya adalah bagaimana menentukan harga bottom. Kerap kali terlewatkan, sehingga harga sudah terlanjur rebound. Belum lagi ketika Anda salah memprediksi, saat Anda kira harga akan redound tetapi ternyata itu hanya tipuan sehingga nilai akan makin merosot. Secara psikologis, bisa lebih mudah untuk investor melakukan averaging up dibandingkan down. Jadi ketika pasar mata uang mengalami penurunan, Anda masih memiliki cash dan tidak perlu lagi menjual mata uang yang ada. Sehingga Anda bisa menunggu waktu yang tepat untuk bisa membeli diharga terendah.

3 TEKNIK PENGEMBANGAN STRATEGI AVERAGING TRADING FOREX

Terdapat 3 teknik yang dikembangkan oleh strategi averaging, diantaranya:

  • Pyramiding

Teknik pyramiding merupakan kebalikan dari cost-averaging. Dalam cost-averaging, saat 1 posisi terbuka maka akan ditambah jika mengalami kerugian, sehingga dalam teknik ini posisi terbuka justru akan ditambahkan setiap mendapat profit atau keuntungan. Teknik pyramiding akan sangat efektif saat digunakan dalam kondisi pasar yang trending. Namun tidak efektif jika digunakan dalam kondisi pasar yang sideways.

  • Martingale

Teknik martingale merupakan teknik yang lebih ekstrim dari averaging. Pada teknik ini, saat mendapatkan kerugian bukan hanya posisi baru yang harus ditambahkan tapi juga harus melipat gandakan jumlah transaksi. Teknik ini merupakan kebalikan dari pyramiding. Jika pyramiding akan sangat buruk saat digunakan dalam kondisi pasar sideways, berbeda dengan martingale yang akan sangat baik dan efektif digunakan pada kondisi pasar sideways.

  • Anti martingale

Teknik anti martingale mirip dengan pyramiding, tetapi jumlah transaksinya akan selalu dilipat gandakan setiap ada profit atau keuntungan yang ditambahkan. Tekni ini akan sangat efektif jika digunakan dalam kondisi pasar yang trending. Sedikit berbeda dengan martingale yang harus menggandakan modal saat rugi, pada anti martingale justru Anda harus membuka posisi baru dan mengandalkan modal saat sedang untung. Dengan begitu profit yang bisa dicapai akan semakin maksimal.

Saat seorang trader sudah mendapatkan titik jenuh pasar, maka kondisi tersebut  bisa menjadi waktu yang tepat untuk dimanfaatkan dengan menggunakan strategi averaging. Tujuannya untuk bisa mendapatkan profit dengan jumlah cukup besar. Namun, setiap strategi tentu saja akan selalu memiliki kekurangan. Pada averaging kekurangannya adalah dari harganya yang sangat tidak bisa ditebak, sehingga akan banyak sentimen pasar yang dapat menggerakan harga. Oleh karena itu, ada baiknya Anda memperhatikan bagaimana kondisi pasar saat akan menggunakan strategi averaging.

Selain daripada teknik ini, yang paling utama untuk sukses bertrading adalah utamakan manajemen resiko, karena manajemen resiko berguna untuk meminimalisir kerugian yang dalam. Dan idealnya manajemen resiko adalah tidak melebihi daripada 5% modal anda. Jadi gunakan pengaturan volume lot yang sesuai dengan profil resiko anda tersebut dalam menerapkan teknik ini. Itulah strategi averaging trading forex yang bisa Anda pelajari, selamat mencoba! (sumber: valasonline)

Sebagai Trader minimal kita punya strategi trading yang kita terapkan untuk mengeruk profit dolar. Ingat gunakan Money Management yang bagus. Salam Profit www.grahafx.com

 

0 314

Sering Melihat Chart Saat Trading? Ini Solusi yang Bisa Anda Terapkan

Mengamati serta melihat grafik merupakan hal yang diperlukan sebelum Anda melakukan transaksi untuk menganalisa market yang ada. Ditambah lagi jika Anda melakukan trading dengan cara scapling, maka melihat dan mengamati grafik diperlukan setiap saat.

Hal di atas sangat berbeda jika kamu termasuk orang yang melakukan trading hanya 1-3 transaksi dalam satu hari. Kamu tidak perlu untuk terus-menerus di depan chart forex dan mengamati pergerakan harga. Hal tersebut hanya akan mendatangkan kerugian akibat pergerakan forex yang naik dan turun.

Perlu ditekankan disini, jika Anda termasuk orang yang mencari keuntungan sedikit namun berkali-kali atau scalper, maka mengamati grafik setiap saat memang perihal yang tidak bisa dihindarkan. Sedangkan jika Anda termasuk trader yang hanya membidik keuntungan besar dari 1 kali transaksi, maka hal tersebut tidak perlu dilakukan.

Mengamati grafik hanya perlu kamu lakukan di saat melakukan analisa. Setelah Anda membuka posisi open buy ataupun open sell, maka mengamati grafik tidak perlu dilakukan terlalu sering. Kamu hanya perlu memantau grafik sesekali saja.

Mengapa demikian?

Sebab jika terus memantau pergerakan grafik akan membuat Anda ragu dengan keputusan buy atau sell yang sebelumnya dilakukan. Akibatnya Anda akan terburu-buru menutup posisi karena takut pergerakan harga tidak sesuai dengan prediksi di awal.

Aktivitas mengamati grafik setelah Anda membuka posisi lebih banyak menimbulkan kerugian bagi seorang trader pemula.

Lalu yang menjadi pertanyaan, siapa saja yang boleh melihat grafik?

Orang tersebut harus memiliki mental yang kuat dan tidak buru-buru menutup posisi. Atau orang-orang yang telah memahami ritme pergerakan grafik dan orang-orang yang melakukan trading dengan cara scapling.

Alasan Scalper Harus Terus Memantau Pergerakan Grafik

Scalping merupakan aktivitas membuka atau menutup posisi dengan cepat untuk mendapatkan keuntungan beberapa point. Hal ini mengharuskan mereka untuk terus berada didepan grafik mengamati pergerakan harga karena mereka harus membuka dan menutup posisi pada waktu yang tepat.

Selain itu ada alasan lain yang mendasari mengapa seorang Scalper harus terus memperhatikan pergerakan chart.

Alasan yang pertama adalah scalping sangat jarang menggunakan stoploss dantakeprofit. Alasan yang kedua adalah jangan sampai loss dalam jumlah yang besar, karena mereka mendapatkan keuntungan yang sedikit.

Anda yang masih pemula jangan pernah berpikir untuk menjadi seorang scalper, karena Anda membutuhkan analisa yang cepat dan keberanian untuk melakukan cutloss. Cara trading yang tepat dilakukan oleh pemula adalah day trading yaitu dengan beberapa kali saja melalukan trading dalam satu hari.

Apa yang Menyebabkan Anda Selalu Mengamati Grafik?

1.Penasaran Arah Pergerakan Grafik Selanjutnya

Hal yang harus Anda ingat yang selalu penasaran dengan arah pergerakan grafik adalah kegiatan trading bukan tentang kepuasan batin disaat prediksi Anda benar. Anda tidak perlu mendapatkan pujian di saat prediksi yang ada benar dan bergerak sesuai dengan keinginan.

Kita tidak memerlukan prediksi yang benar hanya saat ini saja, prediksi yang benar harus Anda tunggu minimal 1 jam. Sembari menunggu 1 atau 2 jam, Anda bisa melakukan kegiatan lain dan jangan hanya mengamati pergerakan harga yang ada.

2.Takut Rugi Di saat Meninggalkan Transaksi

Alasan selanjutnya yang menyebabkan Anda selalu mengamati grafik adalah rasa takut mengalami kerugian  jika tidak mengamati layar grafik. Hal yang harus Anda pahami adalah lebih baik mengalami kerugian saat satu kali transaksi dan mengetahui dengan jelas berapa kerugian yang ada. Kemudian Anda bisa menutup kerugian tersebut dengan lebih baik lagi menganalisa di masa mendatang. Daripada Anda harus mengalami kerugian akibat terombang-ambing pergerakan grafik yang membuat Anda ragu.

Kerugian yang terjadi karena grafik telah menyentuh stoploss merupakan hal yang wajar. Hal itu artinya prediksi yang kamu berikan memang salah dan harus diperbaiki. Kesalahan terjadi disaat Anda mengalami kerugian karena sikap ragu yang muncul akibat pergerakan grafik.

Adakah Solusi Agar Anda Tidak Selalu Menatap Grafik Forex Setiap Saat?

1.Melakukan Analisa Pada Timeframe 1 Jam

Sebaiknya Anda menghindari untuk menganalisa grafik pada timeframe 15 menit, 5 menit, bahkan 1 menit. Hal ini dikarenakan, meskipun prediksi yang Anda lakukan benar pada timeframe tersebut, jumlah keuntungan yang didapatkan lebih sedikit. Lebih baik melakukan analisa pada timeframe 1 jam karena potensi keuntungan yang didapatkan juga lebih besar.

Mengapa tidak mengamati timeframe 4 jam?

Hal ini dikarenakan sebagian besar pemula akan merasa jenuh saat memantau grafik 4 jam. Padalah grafik timeframe 4 jam akan sangat membantu melihat trend dalam waktu yang lebih panjang. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah cukup memprediksi 1 buah candlestick yang terbentuk pada timeframe 4 jam tersebut.

2.Jangan Lupa Pasang Stoploss dan Takeprofit

Memasang stoploss dan juga takeprofit merupakan hal wajib Anda lakukan agar bisa selamat melakukan trading. Di saat Anda memasang stoploss dan juga takeprofit pada setiap kali transaksi, maka Anda bisa meninggalkan grafik dengan tenang. Sebab Anda telah mengetahui hasil trading, jika rugi akan sebesar sekian dan jika mendapatkan keuntungan juga demikian.

 

3.Lakukan Pengecekan Setiap Sekian Jam

Pengecekan Grafik
Pengecekan Grafik

Jika Anda masih saja penasaran dengan grafik pergerakan harga, maka boleh saja untuk mengamati grafik setiap sekian jam sekali. Sebagai contohnya jika Anda melakukan trading di timeframe 1 jam, maka silahkan untuk melihat grafik pergerakan harga setiap satu jam sekali untuk melihat candlestick yang terbentuk.

4.Miliki Prinsip Lebih Baik Rugi Daripada Rugi Karena Terombang-Ambing

Prinsip selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah tanamkan pikiran bahwa lebih baik mengalami kerugian karena stop loss tersentuh dibandingkan mengalami kerugian karena terombang-ambing pergerakan grafik.

5.Miliki Kesibukan Lain

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan sebagai seorang day trading adalah harus memiliki kesibukan yang lain. Kesibukan tersebut bisa dalam bentuk mengurus usaha atau pun mengerjakan hobi lain yang menghasilkan keuntungan. Kesibukan atau hobi yang menghasilkan keuntungan merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat yang bisa dilakukan.

Solusi lainnya yang bisa dilakukan jika Anda termasuk orang yang sangat suka mengamati grafik adalah dengan melakukan trading option. Trading option memiliki kesamaan dengan trading forex, sebab sebagai seorang trader diharuskan untuk menganalisa grafik yang ada,

Perbedaannya adalah di dalam trading forex agar mampu menghasilkan keuntungan USD100, Anda harus melakukan transaksi 0,1 lot serta profit 1000 point. Di lain pihak, dalam trading option untuk menghasilkan keuntungan USD100, Anda diharuskan untuk bertaruh USD 100 dan cukup profit 1 point saja.

Itulah berbagai solusi yang bisa Anda terapkan agar tidak selalu sering melihat grafik saat melakukan trading forex. Semoga apa yang telah kami sampaikan di atas bisa bermanfaat dan diterapkan dengan baik secara konsisten.

Oleh: Wahyu Utama, Sumber: Valasonline )

Memang sebaiknya trading menggunakan MM yang baik sehingga Mindset kita tidak terganggu, sehingga setelah OP bisa kita tinggal atau tidak melihat Chart.

Salam profit, www.grahafx.com

RANDOM POSTS

Trading Plan

0 139
Trading Plan – Aktivitas trading adalah salah satu bisnis yang memberikan resiko cukup tinggi jika tidak diatur dengan strategi dan perencanaan yang benar. Sehingga...