September 25 2017 11:16 AM
Fundamental

0 268
ib insta
Sterling berbalik melemah terhadap Dollar AS pada sesi Eropa hari Rabu pasca rilis data Inggris menunjukkan pertumbuhan aktivitas konstruksi paling lambat dalam 10-bulan. Hal itu tidak lepas dari keputusan pelanggan untuk menunda proyek-proyek, sementara perusahaan pengembang membatasi pekerjaan sebagai respon atas ketidakpastian prospek.

Laporan Markit Economics menunjukkan PMI konstruksi Inggris turun menjadi 54,2 pada bulan Februari dari 55,0 pada bulan Januari, yang mementahkan estimasi kenaikan menjadi 55,5. Data ini menambah bukti bahwa laju ekonomi Inggris tengah melambat, setelah hasil survey sektor manufaktur yang dirilis hari Selasa juga menunjukkan aktivitas pabrik mencatat laju terburuk dalam hampir 3-tahun pada bulan Februari.

Saat ini GBPUSD diperdagangkan pada kisaran $1.3925 atau sekitar 0,15% di bawah harga penutupan hari Selasa, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di $1.3986 sebelum data PMI konstruksi dirilis.

0 337
Dollar menguat terhadap Yen dan Euro pada hari Selasa karena meredanya aksi hindar terhadap aset beresiko “risk aversion” global yang telah melukai greenback pada pekan lalu.

Pada pagi ini dollar naik ke 114.60 Yen, pulih lebih dari 1% dari harga penutupan tadi malam.

Dollar berpindah dari level terendah 16 bulan di 110.98 yang dicapai pada pekan lalu ketika ada penurunan drastis di pasar ekuitas di seluruh dunia yang telah meningkatkan permintaan untuk mata uang Jepang yang merupakan safe haven.

Pasar pesimis, khususnya terhadap ekonomi AS, yang dipandang terlalu berlebihan pada awal tahun ini kata Kepala analis forex di Mizuho Securities di Tokyo

Dia juga menambahkan bahwa berkat sikap tambahan yang ditunjukan oleh pemerintah Jepang untuk membendung apresiasi yen, saya melihat dollar akan pulih menuju ke 120 yen. Namun kita perlu melihat faktor-faktor tambahan yang mengarah ke pemulihan ekonomi AS.

Terhadap penguatan besar di dalam yen, Perdana Menteri Shinzo Abe pada hari Senin mengatakan bahwa Tokyo akan mengambil tindakan terhadap volatilitas mata uang yang berlebihan.

0 268

Sterling menguat di titik paling rendah 14-bulan terhadap Euro di hari jumat, masih dalam jalur pelemahan 3 minggu berturut-turut seiring spekulasi paraa investor bahwa BoE akan tetap mempertahankan suku bunga acuandi level rekor rendah untuk 1 dekade ini.

Data di hari Jumat menunjukkan output sektor konstruksi Inggris merosot dibawah estimasi selama kwartal keempat. Poundsterling telah merosot sekitar 10 persen terhadap Euro sejak awal bulan Desember akibat ekspektasi kenaikan suku bunga mundur dari akhir 2016 menjadi akhir tahun 2020, dan kini para investor hanya mendiskon 50 persen peluang pemangkasan suku bunga di tahun depan.

Kecemasan atas potensi keluarnya Inggris dari Uni Eropa setelah referendum yang dijadwalkan bulan Juli juga turut membebani performa nilai tukar. Berbagai analis menilai konferensi tingkat tinggi pekan depan, dimana PM David Cameron akan berupaya menyetujui paket reformasi dengan pemimpin Uni Eropa lainnya, akan menjadi kunci bagi Poundsterling.

EURGBP berada pada level 1.4570 tertinggi harian. dan berada pada level 1.4458 ter-rendah harian.

0 301
Pound sterling masih tenang hingga perdagangan sesi Eropa hari ini, Rabu (10/2), namun mampu bertahan di zona hijau. Sterling sempat tertekan sesaat sebelum akhirnya kembali menguat akibat dari buruknya data ekonimi Inggris yang dirilis beberapa saat lalu. Pergerakan tersebut memberikan gambaran pelaku pasar saat ini menanti testimoni chairwomen Federal Reserve, Janet Yellen, nanti malam.

Office for National Statistics melaporkan produksi industri turun 1,1% di bulan Desember dari bulan November. Para ekonom sebelumnya memperkirakan penurunan sebesar 0,1%. Sepanjang kuartal IV, produksi industri turun 0,5%, terburuk dalam tiga tahun terakhir.

Produksi manufaktur, yang berkontribusi 80% terhadap total produksi industri, turun 0,2% dari bulan sebelumnya, dan telah menurun dalam tiga bulan beruntun. Dibandingkan Desember 2014, produksi manufaktur turun sebesar 1,7%, menjadi yang terbesar sejak 2013.

Testimoni Yellen di hadapan House Financial Services Committee akan menjadi perhatian para pelaku pasar untuk melihat proyeksi kenaikan suku bunga berikutnya. Dalam rapat moneter bulan Januari lalu, The Fed bersikap dovish, yang menimbulkan keraguan akan kenaikan suku bunga berikutnya.

GBPUSD diperdagangkan dikisaran 1.4493 pada pukul 17.24 WIB, dengan level terendah harian 1.4439 dan tertinggi 1.4510.

RANDOM POSTS

0 29
Kepribadian Seorang Trader Sebagai seorang trader, fokus Anda biasanya adalah pada indikator, aksi harga (price action) dan interpretasi fundamental. Ketika Anda trading (open posisi) berdasarkan...
ib insta