Data Inflasi Menyebabkan Dollar AS Berbalik Melemah

Data Inflasi Menyebabkan Dollar AS Berbalik Melemah

0 158
ib insta

Selain poundsterling, volume perdagangan termasuk sepi sejak awal pekan ini karena karena rangkaian libur Paskah sebagian besar market Eropa, dollar berbalik melemah menyusul data inflasi AS yang mengecewakan.

Angka inflasi inti yang diukur dengan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) dilaporkan meningkat hanya 0,1 persen di bulan Januari. Angka tersebut lebih rendah ekspektasi dan angka data bulan sebelumnya yang tercatat meningkat sebesar 0,3 persen.

Data tersebut bertolak belakang dengan optimisme para petinggi The Fed minggu lalu yang mengindikasikan bank sentral siap menaikkan suku bunga di bulan April mendatang jika diperlukan. Meski hanya terbilang sebagai data ‘kelas dua’, di tengahnya volume perdagangan dan minimnya penggerak market, sudah cukup menjadi alasan untuk menggiring dollar melemah.

Data AS lainnya yang dirilis semalam menunjukkan belanja per kapita (Personal Spending) meningkat lebih rendah dari yang diharapkan, sebesar 0,1 persen di bulan Januari. Demikian pula Personal Income, meningkat hanya 0,2 persen.

USDJPY saat ini naik 0,2 persen di area $ 113,67 pada pukul 11:25 wib, naik hampir 2 persen sejak lebih dari sepekan yang lalu.

AUDUSD naik 0,2 persen di area $ 0,6745, setelah kemarin juga menguat 0,5 persen. Setelah pekan lalu melemah seiring harga komoditas yang turun tajam.

EURUSD melemah tipis ke area $ 1,1185, setelah sebelumnya naik 0,2 persen.

Sementara itu GBPUSD, koreksi tipis 0,2 persen ke area $ 1,4231, setelah kemarin menguat lebih dari 1 persen.

Perhatian kini tertuju pada jadwal pidato Ketua The Fed Janet Yellen mulai pukul 23.20 WIB nanti Malam. Para pelaku pasar berharap akan mendapatkan tambahan petunjuk mengenai kemungkinan naik tidaknya suku bunga pada rapat The Fed bulan April.

 

GrahaFX IB Resmi Instaforex di Indonesia, melayani pemdaftaran akun trading forex micro.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply