Dolar Kembali Meraih Gain, Setelah Ambruk oleh FOMC

Dolar Kembali Meraih Gain, Setelah Ambruk oleh FOMC

0 287
ib insta

Dolar diperdagangkan kembali meraih gain kembali setelah mengalami kerugian  yang sangat tajam dini hari tadi.

The Fed memangkas proyeksi suku bunga untuk beberapa tahun ke depan dan menurunkan outlook perekonomian AS. Para anggota Komite Pasar Terbuka The Fed (FOMC) kini memrediksikan suku bunga akan berada di kisaran 0,625 persen pada 2015, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang menyebutkan angka 1,125 persen.

The Fed juga menegaskan akan bergantung pada data ekonomi ke depannya. Ini artinya The Fed akan lebih fokus pada indikator-indikator ekonomi untuk menentukan kapan akan menaikkan suku bunga.
Ketua The Fed Janet Yellen, dalam pernyataannya usai rapat kebijakan moneter bahkan menyalahkan penguatan tajam dollar akhir-akhir ini menjadi alasan turunnya ekspor dan inflasi.
Secara garis besar, tetap terbuka kemungkinan dinaikkannya suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya di bulan Juni. Namun, laju kenaikan diprediksikan akan lebih lambat dari yang semula diharapkan.

Dolar mengalami penurunan terbesar satu hari terhadap euro dalam enam tahun setelah Federal Reserve bernada dovish dari yang diharapkan pada tingkat suku bunga saat menyoroti tarik mata uang terhadap ekspor AS.

Penguatan Euro ini selaras dengan artikel kami sebelumnya, Pasar Fokus Pada Rapat FOMC, Euro memperoleh Gain
Euro saat ini melemah terkoreksi sekitar 1,5 persen di area $ 1,0702 pada pukul 15:00 wib, semalaman euro menguat meraih keuntungan 4 persen.

Pound sterling juga terkoreksi melemah sekitar 1,4 persen melawan dolar, saat ini berada di area $ 1,4820 setelah semalam melambung hingga 1.5164.

Demikian pula dollar Australia, ditutup menguat 1,5 persen dan saat ini masih melemah terkoreksi 1 persen di area $ 0,7668 terhadap dollar.
Sedangkan yen ditutup menguat lebih dari satu persen, dan saat ini terkoreksi melemah 0,5 persen di area $ 120.67.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply