Dolar Kembali Terkoreksi, Fokus Pada Rapat The FED Besok

Dolar Kembali Terkoreksi, Fokus Pada Rapat The FED Besok

0 255
ib instaforexDolar As semalam diperdagangkan jatuh karena investor cemas bahwa lonjakan baru-baru ini bisa mendorong Federal Reserve untuk lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga di tahun ini, namun secara global diperdagangkan masih kuat.
Greenback telah meningkat sekitar 24 persen terhadap mata uang utama lainya sejak Mei, dan itu bisa menjadi isu utama pada pertemuan kebijakan moneter Fed minggu ini.
Output industri AS dilaporkan meningkat hanya 0,1 persen di bulan Februari. Angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi para analis yang sebelumnya mengharapkan peningkatan sekitar 0,3 persen.
Sebelumnya, indeks aktivitas manufaktur untuk kawasan New York juga dilaporkan turun dari 7,8 menjadi 6,9 di bulan Maret, meleset dari ekspektasi peningkatan menjadi sekitar 8,1.
Meski sejatinya bukan merupakan data yang berdampak signifikan, lemahnya data sudah cukup untuk menjadi alasan profit-taking dari rally dollar akhir-akhir ini.
Melawan Yen, dolar As masih stabil sejak diawal pekan ini dan berada di area $ 121.37 pukul 11:07 wib.
Euro bergerak naik dari level terendah 12 tahun terhadap dollar pada perdagangan Senin. Meski demikian, mata uang tunggal diprediksikan masih akan tertekan seiring perbedaan arah kebijakan moneter bank sentral.
Sempat menyentuh 1.0462 pada Jumat lalu, terendah sejak Januari 2003, euro berbalik menguat mencapai 1.0619 terhadap dollar kemarin. Gain euro turut dipicu lesunya data ekonomi AS yang dirilis semalam.
Saat ini euro diperdagangkan di kisaran 1.0561, kemarin naik 0,8 persen, suatu indikasi yang sama diraih pada hari Kamis kemarin yang ini hanya sebuah koreksi sesaat yang perlu diwaspadai.
Mengekor euro, pound sterling ditutup menguat 0,8 persen, rebound dari catatan terendah dalam hampir lima tahun yang sempat disentuh pada perdagangan Jumat. Dan saat ini masih stabil berada di area $ 1,4820.
Gain juga dibukukan dollar Australia yang berakhir menguat 0,2 persen, namun saat ini masih kembali melemah 0,2 persen di area 0.7625 terhadap dollar.
Perhatian para pelaku pasar mulai tertuju pada agenda rapat kebijakan moneter The Fed minggu ini. Pada pernyataan kebijakannya kali ini, The Fed diharapkan tidak lagi mencantumkan kata “patient” untuk menggambarkan kapan akan mulai menaikkan suku bunga.
Dengan dihilangkannya kata tersebut, terbuka kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunganya lebih awal dari yang diprediksikan sebelumnya. Sebagian besar analis kini memrediksikan kenaikan suku bunga dapat mulai dijalankan pada pertemuan The Fed berikutnya di bulan Juni.
Kenaikan suku bunga The Fed di saat bank sentral lainnya justru melonggarkan lebih lanjut kebijakan moneternya akan lebih menguntungkan bagi dollar.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply