Fundamental Amerika Minggu Lalu Serta Prospeknya ke Depan Telah Tekan Major Currencies...

Fundamental Amerika Minggu Lalu Serta Prospeknya ke Depan Telah Tekan Major Currencies dan Komoditas Oposannya

0 212
Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (29/ 06/ 2015) pagi ini, gerak harga emas dilaporkan dibuka dalam kondisi harga gap naik. Kondisi gerak harga emas dibuka dengan gap naik adalah karena menyusul adanya laporan mengenai perkembangan kondisi negara Yunani. Laporan tersebut menyebutkan bahwa adanya penolakan persetujuan untuk perpanjangan bailout untuk Yunani selama satu bulan ke depan oleh Uni Eropa. Negara Yunani yang juga telah menunda refendum pemungutan suara kesepakatan bailout hingga 5 Juli mendatang mendorong para pelaku pasar melihat bahwa Yunani akan gagal lakukan pembayaran hutang pada 30 Juni mendatang.

Gerak harga emas cenderung diperdagangkan flat selama sesi perdagangan akhir pekan lalu, karena banyak pelaku pasar menunggu hasil pertemuan antara para pihak Uni Eropa, Yunani dan IMF pada akhir pekan ini. Selama pertemuan yang dilakukan sejak Jum’at malam, menunjukkan bawha Yunani akan melakukan referendum pemungutan suara kesepakatan bailout pada 5 Juli mendatang. Hal ini telah memicu keyakinan para pelaku pasar bahwa pembayaran hutang yang seharusnya dilakukan pada 30 Juni akan mundur dan Yunani dikatakan “Default”. Kondisi kebangkrutan yang terjadi di dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Yunani, telah mendorong menurunnya kepecayaan para pelaku pasar terhadap Uni Eropa dan Yunani sendiri, mendorong aliran penarikan dana dari bank-bank lokal Yunani meningkat tajam. Selain itu, parlemen Yunani juga telah menyetujui langkah yang diajukan oleh PM Alexis Tsipras untuk melakukan referendum nasional demi menentukan nasib negosiasi bailout negara pada 5 Juli mendatang. Pada hari Minggu kemarin, Dewan Stabilitas Keuangan telah merekomendasikan bursa efek dan perbankan Yunani untuk tidak beroperasi dalam sepekan. Pada hari Senin (29/ 06/ 2015) ini, masing-masing perbankan di Yunani juga terpaksa ditutup untuk menghidari kebangkrutan masal. Dari sisi benua lainnya, dilaporkan bahwa negara China secara tak terduga kembali menurunkan suku bunga bank sentral sebanyak 25 Bps pada hari Sabtu (27/ 06/ 2015) menjadi 4.85% level terendah. Sentiment ini juga semakin mendorong para pelaku pasar untuk beralih pada asset safe-haven seperti komoditas emas dan USD. Dilaporkan juga dari Jepang bahwa, data Industrial Production Jepang telah mencatatkan penuruna sebesar 2.2% . Data dirilis lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada -0.8% (F) dan 1.2% (P). Penjualan Retail Sales Jepang naik sebanyak 3.0% selama periode Juni. Lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 2.3% (F) dan 4.9% (P).

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (29/ 06/ 2015) pagi ini, gerak harga emas spot dibuka secara gap, naik pada kisaran $ 1,183.810 US. Pada sesi perdagangan pasar di hari Jum’at (26/ 06/ 2015) lalu, gerak harga emas Spot dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangannya dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $1.30 US atau 0.11% dengan harga berakhir pada level $1,173.700 US/ troy ounce. Gerak harga emas spot sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,178.560 US dan serendah $1,174.270 US. Dalam pergerakan harga dalam kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $27.30 US atau 2.3%. Dilaporkan juga bahwa gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Agustus telah menyelesaikan sesi perdagangan Jum’at (26/ 06/ 2015) dengan kerugian sebesar $1.40 US atau 0. 01% berakhir pada level $1,173.200 US/ ounce. Dalam kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $28.80 US atau 2.45%.

Memasuki sesi perdagangan hari Senin (29/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas berpotensi begerak lebih rendah menutupgap awal perdagangan dan berpotensi kembali naik pada kisaran $ 1,190.00 US – $ 1,200.00 US. Pada minggu ini, beberapa data ekonomi Amerika, antara lain tentang ketenagakerjaan Amerika akan menjadi fokus pasar global, Data Nom-Farm Payrolls Amerika akan dirilis lebih awal pada Kamis (02/ 07/ 2015) menyusul ditutupnya pasar Amerika dalam rangka “Independence Day”. Menyusul banyak peristiwa global selama akhir pekan lalu, membawa aliran safe-haven meningkat pada perdagangan komoditas emas hari ini.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (29/ 06/ 2015), gerak harga minyak telah diperdagangkan lebih rendah ketika perkembangan di Yunani dan pemangkasan suku bunga di China masih menjadi fokus pasar. Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, minyak West Texas Intermediate pengiriman Agustus telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 1.43% di level $58.78 US/ barel pada perdagangan elektronik di Divisi New York Mercantile Exchange. Sejak sesi perdagangan pasar di hari Senin (29/ 06/ 2015) pagi ini, harga minyak WTI telah bergerak menyentuh level $58.64 US untuk sesi terendah harian dan level $58.96 US untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk pergerak minyak premium Eropa, Brent Oil pengiriman Agustus telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 1.01% di level $62.55 per barel di ICE Future Europe exchange yang berbasis di London. Pergerakan harga minyak premium Eropa pada pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $62.41 untuk sesi terendah harian dan level $62.83 untuk sesi tertinggi harian. Perkembangan yang terjadi di wilayah Yunani masih menjadi fokus pasar hingga saat ini, ketika kebuntuan negosiasi antara Yunani dengan kreditur internasional. Sementara itu, pada hari Minggu kemarin PBOC telah memangkas tingkat suku bunga utama sebanyak 25 basis poin menjadi 4.85%, dan untuk suku bunga deposito dalam setahun turun sebanyak 25 basis poin menjadi 2%.

Pada perdagangan nilai mata uang di hari Senin (29/ 06/ 2015), dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang Euro terlihat mengalami pelemahangerak nilai apreiasinya terhadap mata uang USD. Hal ini terjadi karena perhatian para pelaku pasar fokus kepada perkembangan yang terjadi di negara Yunani.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, EUR/ USD terpantau melemah 1.30% dengan diperdagangkan pada level 1.1018. Pasangan ini terlihat telah bergerak menyentuh level 1.0955 untuk sesi terendah harian dan level 1.1033 untuk sesi tertinggi harian.

Euro masih terlihat tertekan pada pagi ini terhadap dollar AS dengan melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya, ketika permintaan greenback terlihat alami peningkatan ditengah pulihnya kondisi ekonomi Amerika. Pada hari Jum’at lalu, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh University of Michigan menyebutkan bahwa sentimen konsumen Amerika telah direvisi naik, yang disesuaikan secara musiman menjadi 96.1 di bulan Juni dari 94.6.

Mata uang Negara Australia ini, Aussie, dilaporkan terpantau cenderung melemah terhadap mata uang USD nilai apresiasinya, ketika permintaan greenback meningkat akibat membaiknya kondisi ekonomi Amerika. Berlangsungnya perdagangan sesi Asia, AUD/ USD telah terpantau melemah 0.24% dengan diperdagangkan pada level 0.7640. Pergerakan pasangan tersebut pada pagi ini telah terlihat bergerak menyentuh level 0.7588 untuk sesi terendah harian dan level 0.7647 untuk sesi tertinggi harian.

Minimnya laporan ekonomi di sesi perdagangan pasar Asia tampaknya akan membawa kondisi pasar cenderung lebih tenang. Meski demikian, potensi gejolak pergerakan harga pasar global diperkirakan akan terjadi ketika perdagangan di Eropa dan Amerika telah beroperasi.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply