Gerak Harga Emas Menggeliat, Zona Eropa Dipusingkan Yunani

Gerak Harga Emas Menggeliat, Zona Eropa Dipusingkan Yunani

0 226

Gerak harga Emas berjangka dilaporkan bergerak naik ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu terakhir. Penguatan gerak harga emas terjadi karena meningkatnya kekhawatiran dari para pelaku pasar atas negara Yunani yang ada kemungkinan akan tersandung dalam upaya untuk menghindari default atau kondisi gagal bayar hutang. Hal ini telah meningkatkan permintaan terhadap komoditas emas yang dinilai sebagai safe heaven. Penguatan gerak harga emas kemarin juga karena data rilis Amerika yang juga kurang menggembirakan para pelaku pasar. Namun, sentimen positif terhadap mata uang Euro yang tampak menguat sehingga menekan turun gerak harga emas spot, setelah lembaga riset ekonomi dan bisnis Gfk menyampaikan bahwa kinerja sektor konsumsi di Jerman secara di luar dugaan mengalami kenaikan.

Data rilis semalam pada sesi pasar Amerika hari Kamis (23/ 04/ 2016) kemarin, dilaporkan bahwa data New Home Sales dirilis turun sebanyak 11.4% menjadi 481K selama periode Maret. Data dirilis lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data rilis sebelumnya yaitu pada -5.4% (F) dan +5.6% (P). Saat ini, pihak-pihak ECB sedang mempelajari langkah-langkah yang tepat untuk mengendalikan dana darurat bagi bank-bank di Yunani sebagai perlawanan terhadap bantuan lebih lanjut bagi pemberi pinjaman. Gubernur ECB Mario Draghi sebelumnya telah mendesak kepada pemerintah Yunani untuk segera membuat kesepakatan dengan para kreditor. Desakan ini dilakukan agar Yunani bisa segera keluar dari krisis dan menghilangkan keraguan semua pihak bahwa Yunani akan keluar dari keanggotaannya di Uni Eropa. Sebuah serangan udara Saudi dekat ibukota Yaman mendongkrak permintaan emas. “Namun, Yunani tetap menjadi faktor risiko yang bisa mengangkat harga emas,” kata George Gero, Analis Logam RBC Capital Markets di New York. Gerak harga emas berhasil menguat di akhir perdagangan sesi pasar Kamis (23/ 04/ 2016) kemarin atau pada hari Jumat (24/ 04/ 2015) dini hari tadi. Pada penutupan perdagangan tersebut gerak harga emas rebound dari posisi terendah dalam tiga minggu yang sempat tercapai di pertengahan perdagangan. Pada sesi perdagangan sebelumnya harga komoditas emas mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari satu bulan belakangan. Harga emas di sesi perdagangan pasar hari Rabu malam lalu, telah mengalami penurunan sebesar 1,3 %. Penurunan harian tersebut adalah yang paling tajam sejak tanggal 6 Maret lalu. Pelemahan gerak harga emas disebabkan oleh kenaikan nilai apresiasi mata uang USD setelah rilis data Existing Homes Sales di bulan Maret mencapai posisi paling tinggi dalam 18 bulan. Dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, telah naik sekitar 0,8 % untuk menetap di $ 1,203.10 US/ ons. Angka kenaikan gerak harga emas yang diperoleh tersebut merupakan yang terbesar untuk kontrak teraktif sejak 10 April. Harga telah naik 1,6 % tahun ini di tengah perkiraan para pelaku pasar bahwa Amerika saat menaikkan suku bunga akan dilakukan secara bertahap. Pada sesi pasar hari Kamis (23/ 04/ 2015) kemarin, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah menyelesaikan sesi perdagangan dengan menorehkan angka keuntungan sebesar $6.70 US atau sekitar 0.56% dengan berakhir pada level $1,193.30 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga harga setinggi $1,197.590 US dan serendah $1,184.220 US. Dalam pergerakan harga emas spot sepekan lalu telah catatkan angka kerugian sebesar $4.30 US atau sekitar 0.36%. Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (24/ 04/ 2015) ini, dilaporkan dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa harga emas batangan Logam Mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk. (ANTM) tengah naik dibandingkan pada masa perdagangan kemarin. Harga buyback emas batangan Logam Mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk. juga ikut menguat naik. Harga emas Antam hari Jumat (24/ 04/ 2015) ini, tercatat Rp 547.000/gram. Harga tersebut naik dibandingkan sehari sebelumnya yaitu senilai Rp 545.000/gram. Sedangkan untuk harga buyback emas batangan Logam Mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk berada di harga Rp 487.000/gram. Berikut ini adalah merupakan harga emas yang dijual oleh Antam di hari Jumat (24/ 04/ 2015) ini, yaitu untuk pecahan 500 gram – Rp 253.800.000, pecahan 250 gram – Rp 127.000.000, pecahan 100 gram – Rp 50.850.000, pecahan 50 gram – Rp 25.450.000, pecahan 25 gram – Rp 12.750.000, pecahan 10 gram – Rp 5.130.000, pecahan 5 gram – Rp 2.590.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 547.000. Tak hanya grak harga emas, gerak harga perak untuk pengiriman Mei juga ikut naik sekitar 0,7 % menjadi sebesar $ 16,008 US/ ons. Di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, harga platinum berjangka untuk pengiriman Juli naik sekitar 0,3 % menjadi $ 1.152,50 US/ ons. Untuk palladium berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,3 % menjadi $ 774,55 US/ ons. Dilaporkan pula sebagai informasi bahwa, mulai pada awal bulan April ini, bank sentral Rusia telah menambah cadangan sekitar 30 ton, yang merupakan penyediaan tertinggi dalam enam bulan dibandingkan dengan di awal Maret. Tentunya hal ini akan membantu kemungkinan untuk harga emas bisa bergerak menguat.

Selain itu, di negara India merayakan festival Akshaya Tritiya, pada hari Selasa. Acara festival Akshaya Tritiya ini dianggap sebagai hari tradisional untuk membeli emas. Dalam keadaan ini diperkirakan bahwa penjualan emas bisa meningkat sebanyak 20 % dari 2014, demikian yang dikatakan oleh ketua Federasi India Gems & Jewellery Trade, Manish Jain. Negara India ini, sebagai informasi, adalah merupakan negara konsumen komoditas emas terbesar di dunia, disusul kemudian oleh negara China. Pada sesi perdagangan di hari Jumat (24/ 04/ 2015) ini, pasar emas akan kembali diperdagangkan pada volatilitas pasar yang besar. Perkiraan kondisi perdagangan akan tinggi karena mengingat sesi pasar hari ini juga merupakan sesi perdagangan terakhir di minggu ini. Para pelaku pasar pada sesi pasar Amerika nanti malam akan berfokus pada data Durables Goods yang akan dirilis.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply