Gerak Nilai Apresiasi Euro dan Pounsterling Tertekan, Kebijakan FOMC Diharapkan Sesuai Harapan...

Gerak Nilai Apresiasi Euro dan Pounsterling Tertekan, Kebijakan FOMC Diharapkan Sesuai Harapan Pelaku Pasar

0 182
ib insta
Pada sesi perdagangan pasar hari Senin (15/ 06/ 2015) pagi ini dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah mengalami pergerakan yang masih terbatas. Gerak harga emas pagi ini masih belum bergerak banyak dari posisi penutupan perdagangan pekan lalu. Harga saat ini diperdagangkan pada posisi $ 1.180,50 US. Pada sesi perdagangan awal pekan ini, gerak harga emas dibuka dengan kondisi harga bergerak gap up.

Namun ternyata yang terjadi kemudian adalah, bahwa gerak harga emas kemudian bergerak lebih rendah dan telah mampu menutup gerak gap harga hari ini dalam sekejab saja. Gerak harga emas seharusnya menerima dukungan atas kegagalan pertemuan yang dilakukan oleh para kreditur dengan pihak negara Yunani pada akhir pekan lalu yang masih belum ada keputusan kesepakatan. Gerak harga emas dilaporkan telah terdepresi sejak sesi perdagangan pasar Asia, berkisar pada range gerak harga yang tipis dan semakin menyempit di akhir pekan. Banyaknya jadwal pertemuan dan press conferece para Kepala Bank Sentral dunia pada kurun waktu minggu ini, telah menjadikan langkah yang diambil oleh para pelaku pasar berbuat lebih berhati-hati.

Dilaporkan pada sesi perdagangan akhir pekan lalu bahwa, gerak harga emas spot telah mencatatkan kerugian kurang dari $1. Banyak para pelaku pasar sepertinya lebih memilih untuk berhati-hati menjelang pertemuan FOMC Minutes Amerika pada akhir semester pertama tahun ini. Dilaporkan bahwa gerak harga emas menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Jum’at (12/ 06/ 2015) lalu, dengan kerugian sebesar $ 90 sen US atau sekitar 0.0% berakhir pada level $1,180.600 US/ troy ons. Gerak harga emas sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,184.235 US dan serendah $1,176.575 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $9.9 US atau 0.83%. Gerak harga emas berjangka kontrak Agustus di Divisi Comex New York Mercantile Exchange dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Jum’at (12/ 06/ 2015) lalu, dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $1.20 US atau 0.10% dengan harga berakhir pada level $1,179.200 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $10.70 US atau 0.90%. Untuk gerak harga emas di minggu lalu telah bergerak sedikit kuat dengan terkoreksinya nilai apresiasi mata uang USD. Gerak harga emas dunia menguat terbatas ke level $1181.85 US/ troy ons. Untuk gerak harga sepekan ke depan, gerak harga emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di level $1232 US dan berikut di level $1300 US. Harga support diperkirakan pada kisaran level $1162 US dan di level $1140 US. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (15/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 553.000. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Senin (15/ 06/ 2015) ini, dilaporkan senilai Rp 497.000. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (15/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram – Rp 256.800.000, pecahan 250 gram – Rp 128.500.000, pecahan 100 gram – Rp 51.450.000, pecahan 50 gram – Rp 25.750.000, pecahan 25 gram – Rp 12.900.000, pecahan 10 gram – Rp 5.190.000, pecahan 5 gram – Rp 2.620.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 553.000.

Gerak harga emas berpotensi untuk bergerak secara stagnan. Kondisi ini sangat bisa terjadi, apabila diskusi masalah hutang antara pihak Yunani dan IMF berlanjut. Dari 20 ahli perdagangan pasar emas yang mengikuti Kitco News Survey, 12 partisipan ragu bila gerak harga emas akan naik. Sebaliknya, lima partisipan mengaku yakin gerak harga mas akan mampu bergerak naik. Sisanya, sebanyak tiga responden melihat gerak harga emas akan bergerak secara stagnan. Kondisi itu dapat meningkatkan permintaan komoditas emas di negara Yunani. Pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu, pihak IMF secara dramatis meninggalkan diskusi di Athena dan mengatakan diskusi terhambat di sektor keuangan, pajak dan pensiun. Bart Melek, Head of Commodity Strategy di TD Securities, telah mengatakan, volatilitas gerak harga emas dapat menjadi sangat tinggi pada 17 Juni mengingat The Fed telah menurunkan proyeksi ekonominya dan memprediksi kenaikkan suku bunga. Hal tersebut merupakan hal positif bagi gerak harga emas. Tapi Gubernur Federal reserve, Janet Yellen, dapat mengikis permintaan emas jika dia mengatakan, suku bunga akan bergerak lebih tinggi tahun ini. Bernard Dahdah, analis komoditas emas di Natixis mengatakan, ketidakpastian di Yunani dapat memicu kenaikkan permintaan komoditas emas di negara tersebut. KC Chang, pakar strategi di IHS, telah mengatakan bahwa , ekonomi Amerika masih terus tumbuh tapi ini tidak mendukung kenaikkan suku bunga Amerika. The Fed masih akan bergantung pada data ekonomi dan pasar emas kini mengambil pendekatan wait and see. “Ketegangan dapat meningkat di pasar jika tidak ada kejelasan diskusi Yunani pekan depan dan itu akan positif bagi emas,” demikian kata KC Chang.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Euro bergerak lemah pada awal sesi perdagangan hari Senin ini. Hal ini terjadi setelah upaya untuk mengakhiri kebuntuan antara pihak Yunani dan para krediturnya bubar pada kegagalan selama akhir pekan lalu. Pada akhirnya, pembicaraan pada hari Minggu yang berlangsung kurang dari satu jam, menunjukkan perbedaan antara dua pihak yang terlalu lebar untuk dijembatani. Dengan tidak adanya kesepakatan yang terlihat, ekspektasi untuk default dan keluarnya Yunani dari zona Eropa jadi semakin besar kemungkinannya dalam beberapa hari kedepan. Mata uang Euro dilaporkan telah bergerak turun nilai apresiasinya sebesar 0.3% menjadi $1.1217 US. Apresiasi mata uang Euro telah bergerak melemah lebih lanjut dari level puncak pekan lalu di $1.1387 US. Apresiasi cross antara mata uang Jepang, yaitu mata uang yen terhadap mata uang euro tergelincir sebesar 0.5% menjadi $ 138.49 US, bergerak menjauh dari level tingginya di $ 141.02 US. Para menteri keuangan zona Eropa saat ini berusaha untuk mengatasi masalah ketika mereka bertemu pada hari Kamis lalu. Namun dengan tanpa adanya kesepakatan teknis yang terlihat mungkin, mereka kemungkinan cenderung harus membuat keputusan politik yang sulit pada keanggotaan Yunani dari blok kawasan Euro. Kegagalan untuk mempertahankan Yunani di kawasan Euro setelah perundingan yang sulit bertahun-tahun dan dua dana talangan darurat sebesar 240 miliar euro, akan mengirim mereka pada serba ketidakpastian dan akan menandai pukulan yang bersejarah terhadap proyek yang paling ambisius Uni Eropa.

Nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, telah dilaporkan juga bergerak melemah terhadap mata uang USD. Meski demikian, gerak perlemahan nilai apresiasi mata uang Sterling masih terbatas seiring komentar hawkish dari seorang anggota penentu kebijakan Bank of England (BOE). Ian McCafferty, anggota Monetary Policy Committee, dalam pidato yang dipublikasikan di hari Jumat lalu telah mengatakan bahwa, waktu bank sentral menaikkan suku bunga dari rekor terendah 0,5% semakin dekat. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa, bahwa pihak BOE akan mengambil langkah dengan menaikkan nilai suku bunga untuk pertama kalinya di bulan Juli 2016. Outlook perekonomian negara Inggris juga mendapatkan gerak peningkatan signifikan di hari Jumat lalu, setelah revisi dari data resmi menunjukkan industri konstruksi lebih kuat dari prediksi di tahun 2014 dan kuartal pertama tahun ini. Hasilnya, Office for National Statistics (ONS) mengatakan akan menaikkan estimasi perekonomian untuk kuartal pertama tahun ini dari 0,3% menjadi 0,4% selama estimasi lain, seperti revisi pengeluaran atau pendapatan konsumen, tidak berubah. Perubahan data GDP ini, termasuk estimasi baru akan dipublikasikan tanggal 30 Juni.

Pada sesi perdagangan pasar hari Senin (15/ 06/ 2015) ini, para pelaku pasar akan fokus pada perkembangan krisis hutang Yunani dan jadwal press konference dari Kepala ECB Mario Draghi. Karena minimnya data ekonomi pada awal pekan ini, kemungkinan akan membawa sentiment zona Eropa menjadi sangat dominan. Pada kondisi perdagangan pasar di pekan ini, pasar akan diwarnai sejumlah rilis data ekonomi penting, termasuk di antaranya pengumuman suku bunga The Fed dan Bank Indonesia. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar di minggu ini. Dari kawasan Amerika akan ada rilis data Building Permits pada hari Selasa malam, dilanjutkan dengan rilis pengumuman Federal Funds Rate pada hari Kamis dini hari yang diperkirakan oleh para pelaku pasar masih bertahan di level 0.25%, kemudian berikutnya adalah adanya rilis data Core CPI m/m, Philly Fed Manufacturing Index, serta rilis data tenaga kerja Unemployment Claims pada hari Kamis malam. Data rilis dari kawasan zona Eropa dan negara Inggris adalah berupa rilis data German ZEW Economic Sentiment pada hari Selasa sore, kemudian ada laporan rilis data tenaga kerja Claimant Count Change negara Inggris pada hari Rabu sore, serta laporan rilis data Retail Sales m/m Inggris pada hari Kamis sore. Dari kawasan Asia dan Australia adalah berupa rilis pengumuman suku bunga BI Rate pada hari Kamis siang yang diperkirakan oleh para pelaku pasar masih bertahan di level 7.50%. Di dalam kondisi pergerakan harga pasar global di kurun waktu pekan ini, hasil pertemuan FOMC Minutes Amerika akan menjadi fokus utama para pelaku pasar global.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply