Harapan Suku Bunga AS Melemah, Suramnya Data Ekonomi

Harapan Suku Bunga AS Melemah, Suramnya Data Ekonomi

0 276
ib instaforex

Euro terhitung masih menguat dan tertinggi tiga bulan semalam, walaupun saat ini masih terkoreksi tipis melawan dollar, penguatan tersebut menyusul lemahnya data ekonomi AS sehingga suku bunga The Fed kemungkinan bisa mundur lagi.

Diprediksikan turun tipis, rilis pertama (preliminary) indeks kepercayaan konsumen dari hasil survai University of Michigan merosot dari 95,9 menjadi 88,6 untuk bulan Mei. Angka tersebut tercatat sebagai yang terendah dalam tujuh tahun.

Pasar sebelumnya lebih dulu dikecewakan data aktivitas manufaktur New York dan output industri yang juga meleset dari ekspektasi.

Kombinasi lemahnya data menggambarkan bahwa rebound perekonomian AS pada kuartal II, sebagaimana yang diharapkan The Fed dan para ekonom, belum sepenuhnya terwujud. Kondisi demikian dikhawatirkan dapat memaksa The Fed menunda rencana kenaikan suku bunga.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sendiri telah banyak bergeser dari yang semula diharapkan. Jajak pendapat kini menunjukkan lebih dari 50 persen kemungkinan suku bunga baru akan naik pada bulan Desember.

Para pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada agenda rilis data inflasi harga konsumen (CPI) AS pada hari Jumat mendatang, guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perekonomian AS.

Euro saat ini melemah 0,2 persen di area $ 1,1424 pada pukul 12:50 wib terhadap dollar, euro terpantau melambung hingga 1.1466, tertinggi sejak 6 Februari.

Melawan yen saat ini dollar naik 0,4 persen di area $ 119,75.

Sedangkan pound sterling yang sebelumnya rally sepanjang lima hari beruntun, kini  terkoreksi lagi 0,2 persen diperdagangkan di area 1.5719.

Gain lebih besar dibukukan dollar atas dollar Australia. Aussie berlanjut tertekan dalam perdagangan 3 hari terakhir saat ini melemah 0,2 persen di 0.8012 terhadap dollar.

BERITA FOREX, GRAHAFX IB PALING RESMI INSTAFOREX INDONESIA.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply