Laporan Negatif Amerika Semalam Telah Beri Peluang Oposannya Untuk Menggeliat

Laporan Negatif Amerika Semalam Telah Beri Peluang Oposannya Untuk Menggeliat

0 193
ib insta

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (29/ 05/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas dan perak mengalami gerak kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah berhasil ditutup menguat di sesi perdagangan pasar sebelumnya, yaitu pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (28/ 05/ 2015) kemarin. Gerak harga emas diperdagangkan menguat pada awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis (28/ 05/ 2015) kemarin.

Gerak harga emas sesi perdagangan pasar hari Kamis (28/ 05/ 2015) kemarin dan bahkan sempat mampu mencapai level tertinggi hariannya pada $1,192.250 US. Hal ini terjadi karena merespon kondisi gerak pelemahan nilai indeks mata uang USD, yang sebelumnya diperdagangkan secara rally, bergerak menguat naik dalam empat sesi perdagangan berturut-turut. Akan tetapi gerak harga emas seketika juga terkoreksi, melemah dan bergerak turun tajam hingga mencetak titik terendah baru dalam sepekan. Kondisi pelemahan gerak harga emas ini terjadi pada sesi perdagangan pasar Eropa saat meningkatnya spekulasi para pelaku pasar di perdagangan pasar global. Pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam, gerak harga emas justru tidak terlalu banyak merespon hasil laporan data klaim dan pending home sales Amerika yang dirilis campuran. Dilaporkan bahwa data Klaim Pengangguran Amerika telah dirilis naik pada 282K selama periode minggu lalu. Data yang dirilis tersebut ternyata lebih buruk dari perkiraan dari para pelaku pasar sebelumya dan juga dari data sebelumnya yaitu pada kisaran 270K (F) dan 274K (P). Berdasarkan dari laporan resmi yang dirilis oleh National Association of Realtors telah menyatakan bahwa penjualan rumah tertunda di wilayah Amerika telah mengalami gerak kenaikan sebesar 3.4% di bulan April setelah alami kenaikan sebesar 1.2% di bulan Maret.

Dilaporkan bahwa gerak harga emas telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Kamis (28/ 05/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $1.20 US atau 0.10% dengan gerak harga berakhir pada level $1,188.60 US/ troy ons. Gerak harga emas sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,192.090 US dan serendah $1,180.250 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $17.73 US atau 1.45%. Gerak harga emas berjangka kontrak Agustus di Divisi Comex New York Mercantile Exchange dilaporkan juga telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Kamis (28/ 05/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $2.30 US atau 0.2% dengan gerak harga berakhir pada level $1,188.80 US/ on. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $21.70 US atau 1.74%. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (29/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 551.000/gram, turun sebanyak Rp 1.000/gram dari sesi perdagangan kemarin yaitu senilai Rp 552.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam tetap senilai Rp 497.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (29/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram РRp 255.800.000, pecahan 250 gram РRp 128.000.000, pecahan 100 gram РRp 51.250.000, pecahan 50 gram РRp 25.650.000, pecahan 25 gram РRp 12.850.000, pecahan 10 gram РRp 5.170.000, pecahan 5 gram РRp 2.610.000, dan untuk pecahan 1 gram РRp 551.000. Gerak harga perak berjangka pengiriman Juli telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.31% di level $16.720 US/ troy ons. Gerak harga perak pada pagi ini dilaporkan telah terlihat bergerak menyentuh level $16.668 US untuk harga terendah harian dan level $17.734 US untuk harga tertinggi harian.

Dari Indonesia, berdasarkan sumber laporan dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Pemerintah telah menyampaikan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2016 pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pada hari Kamis (20/ 05/ 2015) lalu. Berdasarkan kondisi ekonomi global dan perkembangan perekonomian terkini yang tidak seoptimis perkiraan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 diperkirakan akan mencapai 5,8 % hingga 6,2 %. Pertumbuhan tersebut diharapkan akan lebih bertumpu pada faktor-faktor domestik, seperti aktivitas investasi, khususnya infrastruktur, yang lebih tersebar ke berbagai kawasan dan terfokus pada pengembangan potensi daerah. Laju inflasi diperkirakan berada pada kisaran 4,0 % plus minus 1,0 %, terutama didukung oleh semakin membaiknya koordinasi kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil. Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak pada kisaran level Rp12.800 – Rp13.200 per USD. Rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan pada tahun 2016 diperkirakan berkisar 4,0 % hingga 6,0 %. Selanjutnya, rata-rata gerak harga minyak diperkirakan bergerak pada kisaran $ 60 – 80 US/ barel. Lifting minyak bumi diperkirakan akan berada pada kisaran 830 – 850 ribu barel/ hari, sementara lifting gas bumi diperkirakan sekitar 1.100-1.200 ribu barel setara minyak/ hari.

Telah dilaporkan bahwa gerak harga minyak mentah kembali naik setelah sebelumnya mengalami gerak penurunan harga dalam kurun waktu empat pekan beruntun akibat persediaan minyak mentah di Amerika serta pelemahan nilai apresiasi mata uang USD terhadap major currencies. Energy Information Administration (EIA) Amerika merilis dan telah melaporkan bahwa persediaan minyak mentah di Amerika kembali berkurang sebanyak 2,8 juta barel pada pekan lalu. Data resmi ini lebih rendah dari ekspektasi pengurangan 1,5 juta barel. Meskipun demikian persediaan minyak mentah masih berada di level tertinggi dalam hampir 80 tahun dengan total 479,4 juta barel. Juga dengan adanya laporan data klaim pengangguran yang lebih tinggi dari ekspektasi menekan nilai apresiasi mata uang USD terhadap major currencies. Walau pernyataan Menteri Ekonomi Jepang, Taro Aso, telah mampu menjauhkan nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Yen dari level tertinggi kemarin yaitu di 124.45 Yen, namun mata uang USD masih tetap berada di atas level terendah sebulan 118.88 Yen yang diraihnya pertengahan bulan Mei. Rendahnya valuasi mata uang USD memberikan ruang penguatan bagi komoditas berdenominasi dengan USD seperti minyak mentah karena membuat aset tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Siang ini harga minyak mentah bertahan di level tertinggi harian $58.40 US/ barel dengan level terendah harian $57.90 US.

Dari perdagangan mata uang, dilaporkan bahwa mata uang Selandia Baru, atau lazim disebut dengan istilah Kiwi, telah bergerak melemah nilai apresiasinya terhadap mata uang USD. Hal ini terjadi setelah ANZ melaporkan outlook perekonomian yang turun ke level terendah bulan September. Kiwi telah gagal mengikuti gerak penguatan major currencies lain terhadap mata uang USD yang semalam mendapatkan tekanan data klaim pengangguran yang dilaporkan lebih tinggi dari perkiraan para pelaku pasar. Sebanyak 15,7% responden dalam survei bulanan yang dilakukan ANZ memprediksi kondisi bisnis akan membaik dalam 12 bulan mendatang. Angka ini lebih rendah dari 30,2% dari total responden yang memprediksi perbaikan perekonomian saat survei dilakukan di bulan April. Data keyakinan konsumen Selandia Baru ini merupakan persentase dari responden yang optimis dikurangi dengan persentase responden yang pesimis. Responden menurunkan optimisme di tengah perekonomian yang tengah bertransisi ke laju ekspansi yang moderat. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang NZD/ USD telah diperdagangkan di level 0.7144 pada pagi hari, di dekat level terendah harian 0.7138 dengan level tertinggi harian 0.7192.

Mata uang negeri Inggris, Poundsterling dilaporkan telah bergerak melemah, anjlok di sesi perdagangan pasar di hari Kamis kemarin, setelah data mengkonfirmasi ekonomi negara Inggris hanya tumbuh 0.3% di Q1, dibanding kwartal sebelumnya. Hal ini tentu saja cukup mengecewakan bagi para pelaku pasar yang mengharapkan angka pertumbuhan GDP yang lebih tinggi. Mata uang Poundsterling berhasil bergerak rebound dalam 3 minggu terakhir sejak PM David Cameron dari partai Konservatif berhasil memenangkan pemilu, namun sejauh ini penguatan kembali tertahan akibat faktor eksternal seperti prospek reli mata uang USD terhadap major currencies. Terdapat pula kekhawatiran para para pelaku pasar pada data makro negara Inggris. Data makro tersebut antara lain adalah kenaikan tajam laju impor yang memperburuk posisi neraca perdagangan Inggris Raya yang saat ini telah menunjukkan defisit neraca berjalan yang besar. Secara keseluruhan negara Inggris masih memiliki permasalahan seputar kondisi defisit ganda secara substansial. Hal ini berkebalikan dengan kondisi zona Eropa dengan mata uang Euro-nya, yang mendapatkan surplus neraca berjalan yang besar.

Pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (29/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas berpotensi untuk bisa bergerak kembali menguat hingga kisaran $1,197.80 US. Hal ini sangat bisa terjadi, jika nilai mata uang USD tidak kembali melanjutkan gerak penguatan yang cukup besar pada sesi awal perdagangan pasar hari ini. Diperkirakan bila volatilitas pasar akan meningkat pada sesi perdagangan pasar Eropa siang nanti hingga sesi perdagangan pasar Amerika karena banyaknya data yang akan dirilis pada sesi perdagangan pasar hari ini. Gejolak pergerakan harga emas pada hari ini akan kembali terjadi ketika pasar nantinya akan dihadapkan dengan laporan PDB Amerika nanti. Apabila ternyata hasil laporan dari PDB Amerika mengalami pertumbuhan lebih cepat maka gerak harga emas berjangka akan sangat berpotensi untuk mengalami gerak koreksi penurunan dan tentunya akan justru menguntungkan bagi nilai apresiasi mata uang USD mengingat keduanya cenderung bergerak berlawanan. Namun apabila ternyata yang terjadi adalah pertumbuhan domestik bruto Amerika mengalami penurunan, maka tentunya hal tersebut merupakan sebuah peluang bagi gerak harga emas berjangka untuk bisa mencatat angka kenaikan lebih lanjut.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply