Laporan NFP Menjadi Perhatian Utama Pasar, Yunani Tengah Pusing Tujuh Keliling

Laporan NFP Menjadi Perhatian Utama Pasar, Yunani Tengah Pusing Tujuh Keliling

0 203

 

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (05/ 06/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas dan perak mencoba bangkit kembali. Gerak harga emas, maupun perak mengalami gerak penurunan tajam di sesi sebelumnya, yaitu pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (04/ 06/ 2015) dengan telah mencatatkan angka penurunan pada level terendah sejak 1 Mei lalu. Gerak harga emas bergerak melemah anjlok karena respon para pelaku pasar yang tengah menangapi hasil data klaim pengangguran Amerika. Telah dilaporkan bahwa America’s Jobless Claim dirilis dengan hasil yang lebih baik. Para pelaku pasar saat-saat ini juga merespon penundaan pembayaran Yunani atas jatuh tempo hutangnya hari ini. Negosiasi atas hutang Yunani masih juga belum membuahkan hasil meski pihak-pihak yang berunding mulai menemukan titik terang. Pemerintah Athena saat ini berada dalam tekanan yang sangat hebat karena negara tidak punya uang untuk membayar cicilan hutang yang akan jatuh tempo hari ini.

Para pelaku pasar mulai khawatir melihat hasil data ketenagakerjaan Amerika yang dirilis lebih baik sejak data ADP Employment dirilis pada rabu lalu (03/ 06/ 2015) lalu. Membaiknya data ekonomi Amerika memberikan tekanan turun yang kuat pada gerak harga emas setelah sebelumnya gerak harga cenderung dalam kondisi flat pada kisaran sempit dalam dua pekan terakhir. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa data non-farm payrolls yang akan dirilis nanti, akan menunjukkan penambahan pekerjaan di Amerika sebanyak 225,000 pada bulan Mei, yang mana akan menguatkan peluang bagi Fedral Reserve untuk menaikkan suku bunga dengan sesegera di bulan September. Ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga akan mendorong penguatan nilai apresiasi mata uang USD. Presiden The Fed untuk bagian New York, William Dudley, telah dijadwalkan untuk menggelar pidato mengenai perekonomian dan kebijakan moneter pasca data tenaga kerja dirilis, dan para pelaku pasar akan menantikan pandangannya terhadap pasar tenaga kerja dan gambaran perekonomian secara luas. Menurut strategis, pandangan Dudley cenderung sejalan dengan Dewan Kebijakan dan nampaknya merupakan update terakhir menjelang pertemuan FOMC selanjutnya.

Gerak harga emas dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan Kamis (04/ 06/ 2015), dengan mencatatkan angaka kerugian sebesar $9.10 US atau 0.77% berakhir pada level $1,176.400 US/ troy ons. Gerak harga emas sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,186.450 US dan serendah $1,172.820 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $14.77 US atau 1.23%. Juga dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk kontrak Agustus, telah menyelesaikan sesi perdagangan Kamis (04/ 06/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $9.70 US atau 0.80% berakhir pada level $1,175.200 US/ ons. Gerak harga emas berjangka pada sesi pedagangan pasar Asia di hari Jumat (05/ 06/ 2015) pagi ini, dilaporkan telah bergerak menyentuh level $1.175.50 untuk sesi terendah harian dan level $1.177.90 untuk sesi tertinggi harian. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $14.20 US atau 1.18%. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (05/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 550.000, turun sebesar Rp 1.000 dari harga di hari Kamis kemarin yaitu Rp 551.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Jumat (05/ 06/ 2015) ini, dilaporkan juga turun sebesar Rp 1.000, sehingga menjadi senilai Rp 446.000, turun dari hari sebelumnya yaitu Rp 497.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (05/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram – Rp 255.300.000, pecahan 250 gram – Rp 127.750.000, pecahan 100 gram – Rp 51.150.000, pecahan 50 gram – Rp 25.600.000, pecahan 25 gram – Rp 12.825.000, pecahan 10 gram – Rp 5.160.000, pecahan 5 gram – Rp 2.605.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 550.000. Gerak harga perak berjangka pengiriman Juli dilaporkan juga telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.22% di level $16.138 US/ troy ons. Gerak harga perak berjangka pada sesi pedagangan pasar Asia di pagi ini dilaporkan telah bergerak menyentuh level $16.060 US untuk sesi terendah harian dan level $16.142 US untuk sesi tertinggi harian.

Perlemahan gerak harga juga terjdi pada komoditas emas hitam. Telah dilaporkan bahwa gerak harga minyak berjangka jatuh untuk sesi kedua pada perdagangan pasar Amerika hari Kamis kemarin, dengan patokan US menetap di level terendah dalam seminggu karena pedagang bersiap-siap menyambut perkembangan hasil pertemuan kunci dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC. Pertemuan OPEC yang sangat diantisipasi oleh para pelaku pasar ini diperkirakan tidak akan menyebabkan pelonggaran pasokan global yang sudah berlimpah. Disisi lain, prospek penambahan output minyak mentah dunia juga datang dari Iran, namun para pelaku pasar nampaknya akan fokus pada hasil pertemuan himpunan kartel minyak soal langkah lanjutan setelah kehilangan hampir setengah nilai perdagangan sejak puncaknya pada tahun 2014. Dilaporkan bahwa di New York Mercantile Exchange, West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli menumpahkan $ 1,64 US atau 2,75% dan jatuh ke level $ 58 US/ barel. Harga minyak mentah Crude Brent untuk pengiriman Juli juga kehilangan $ 1,77 US atau 2,8% dan tergelincir ke level $ 62,03 US/ barel di bursa ICE Futures London.

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (05/ 06/ 2015) ini, mata uang USD juga menguat nilai apresiasinya terhadap major currencies. Mata uang USD telah dilaporkan menguat nilai apresiasinya terhadap mata uang negara Jepang, yaitu mata uang Yen. Hal ini terjadi karena data fundamental Amerika mampu untuk bisa memberikan dukungan positif terhadap mata uang USD. Penguatan nilai apresiasi mata uang USD adalah akibat terjadinya pemulihan pada pasar tenaga kerja Amerika. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD/ JPY menguat 0.08% di level 124.46 dimana pasangan ini terlihat bergerak menyentuh level 124.35 untuk sesi terendah harian dan level 124.58 untuk sesi tertinggi harian. Demikian juga dengan mata uang zona Eropa, yaitu mata uang Euro. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang tersebut melemah dan mulai menjauh dari level tinggi dalam lebih dari 2 pekan terhadap mata uang USD pada hari Jumat pagi ini, setelah yield obligasi Jerman juga terkoreksi dari level tinggi belakangan ini dan juga sentimen para pelaku pasar yang mencemaskan krisis hutang di negara Yunani.

Dilaporkan dalam hal kaitannya atas permasalahan hutang negara Yunani bahwa, dalam pernyataan pemerintah kemarin telah menyebutkan bahwa negara akan mengakumulasikan empat pembayaran utang yang telah dan atau akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juini mendatang dengan jumlah nilai mencapai $1,7 miliar US. Negara Yunani harus membayar cicilan hutang kepada IMF senilai 300 juta Euro atau sekitar $336 juta US, selambatnya hari Jumat ini dari total tanggungan 1,6 miliar Euro yang harus dilunasi bulan Juni. Tetapi seperti diketahui, pemerintahnya kehabisan uang untuk melunasi hutang terdahulu yang akan jatuh tempo dalam beberapa pekan ke depan. Tanpa suntikan modal baru minimal 7,2 miliar Euro atau sekitar $7,9 miliar US, maka negara ini tidak akan bisa melunasi hutang lamanya kepada IMF serta membayar gaji pegawai dan dana pensiun. Pihak Athena masih bisa menjalankan roda pemerintahan bulan lalu dengan memakai dana darurat dan uang tunai yang dikumpulkan oleh badan pemerintah dan pemda-pemda. Jika tidak bisa mendapatkan uang dalam waktu cepat, Yunani terancam bangkrut (default) dan terdepak keluar dari zona Euro. Kanselir Jerman, Angela Merkel, telah mengatakan bahwa krisis hanya bisa diakhiri jika ada salah satu pihak yang mau mengalah. Pernyataan kanselir Jerman tersebut disampaikan setelah terjadinya kondisi deadlock dalam pertemuan terakhir antara Yunani dan pihak kreditur. Pihak kreditur tersebut adalah Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Sentral Eropa (ECB) dan Uni Eropa. Khusus untuk Yunani, Angela Merkel berpendapat bahwa Athena sebaiknya segera mengambil kebijakan yang drastic. Pemerintah Yunani harus mau menyepakati skema bailout yang ditentukan oleh para pihak kreditur. Angela Merkel juga meminta agar pemerintah negara Yunani untuk mau meniru langkah yang pernah dilakukan oleh negara Irlandia, yang telah berani melakukan kebijakan ‘kejam’ demi memulihkan perekonomian nasionalnya. “Irlandia mau melakukan program (efisiensi) yang menyakitkan, dan inilah yang harus dicontoh oleh Yunani supaya bisa tetap berada di zona Euro,” kata Angela Merkel kepada CNN. Merkel sendiri turut ambil bagian dalam proses penyelesaian krisis mengingat posisi pentingnya sebagai kepala negara perekonomian terbesar Eropa. Ia sudah mengadakan meeting dengan Presiden Prancis, Kepala Bank Sental Eropa (ECB) dan Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Senin lalu untuk mendiskusikan berita perkembangan hutang negara Yunani.

Memasuki seii perdagangan pasar hari Jumat (05/ 06/ 2015) ini, para pelaku pasar juga enggan untuk mencoba berspekulasi pasar saat ini, karena terfokuskan perhatiannya pada hasil rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika nanti. Data ini akan menjadi penggerak pasar yang memiliki sentiment yang besar pada perdagangan pasar baik komoditas, cfd’s, dan juga di perdagangan mata uang global. Apabila pertumbuhan lapangan pekerjaan Amerika lebih cepat maka gerak harga emas maupun major currencies berpotensi mengalami pelemahan kembali. Sebaliknya, jika angka pertumbuhan lapangan pekerjaan Amerika ternyata justru bergerak melambat, maka gerak harga emas maupun major currencies berpeluang bergerak menguat.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply