Lawan Trading Kita Siapa Sebenarnya, Broker atau .. ?

Lawan Trading Kita Siapa Sebenarnya, Broker atau .. ?

0 334
ib insta fx forex indonesia

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA LAWANMU, BROKER ATAU…?

Kisah sederhana ini memberi inspirasi menarik buat saya, saat itu kami sedang trading bareng-bareng, tiba-tiba ada teman nyletuk, “Wah, saatnya open buy EU bagus nih…..!”

“Sstt.. jangan bilang keras-keras ntar broker mendengar, ntar harga malah turun lho… Dihajar sama broker baru tahu rasa!” jawab lainnya.

Eh, saya kira ini lelucon. Ternyata temen saya benar-benar open posisi buy pada EU… Beberapa detik kemudian, harga turun bahkan sangat tajam mencapai 20 pip. Wuih, benarkah broker tahu apa yang kami lakukan? Benarkah broker lawan kita? Anda pembaca (baca:trader), jika mengalami hal yang sama tentu ada yang berpendapat sama dengan kedua teman saya ini. Smiley

Saya masih diam saja, tetapi kelihatannya teman-teman masih sibuk -dengan subyektif masing-masing- tentang broker forex. Saya jadi risih juga, terpaksa saya angkat bicara, “Jika broker forex itu memang musuh kamu, siapa yang menantang bertarung, hayo! Siapa yang memulai dulu hayo! Kamu mendaftar dan buka akun, mendownload metatrader, beli komputer dan koneksi, menyiapkan duit, apakah broker yang memaksa kamu? Apakah kamu membaca term dan condition dari broker saat Anda membuka akun? Apakah kamu sudah mempelajari forex yang cukup dan sudah mengenal broker secara lebih baik? Anak kecil juga tahu, broker tidak mungkin pernah mendengar omonganmu. Lalu kamu masih mempermasalahkan broker yang kamu anggap telah menipu kamu? Siapakah yang bermasalah, kamu atau broker???”

“He he he he, ada-ada saja Kang Sigit malah membela broker, pasti biar di dengar juga ya? Lalu Kang Sigit jadi profit, begitu?”

“Weleh-weleh, saya ini telah lama trading forex, berdasarkan pengalaman, apapun perkiraan kita maka pasarlah yang selalu benar, ‘the market is always right’. Kita memiliki indikator, tetapi dia hanyalah alat bantu kita dalam menganalisa & memprediksi arah serta batasan harga bergerak. Diri kita yang menentukan kita mau OP, hold, close atau duduk termenung saja. Semua indikator itu dibuat dengan perhitungan & rumusan tertentu, sehingga menghasilkan karakter tertentu pula. Sebuah indikator itu akan menjadi power full atau tidak itu tergantung kita dalam menggunakannya. Ibarat sebuah pistol ketika dipegang oleh orang yang tak tahu cara menggunakannya maka tak ada ubahnya dengan mainan anak kecil, tapi jika dipegang oleh penembak jitu bukankah akan menjadi alat yang luar biasa? Nah, kalau begitu sekarang masih berani mengatakan, ‘the trader is always right?'”

“Ok ok ok ok …! Kamu benar Kang! Tetapi kalau bukan broker lawan kita lalu siapa lawan kita sesungguhnya Kang?”

“Banyak pedagang tidak menyadari bahwa trading adalah lebih kompleks daripada bagaimana tampaknya. Seharusnya tidak semata-mata didorong oleh firasat atau feeling semata. Seorang pedagang yang baik selalu siap secara psikologis dan pasti memiliki rencana yang baik pula. Maka lawan kita sesungguhnya ada pada diri kita; sikap emosi, serakah, tidak disiplin, overtrading, tidak memiliki kemampuan money management yang baik, sistem dan rule trading yang selalu dikhianati sendiri dan sebagainya. Itulah yang harus kita lawan dengan sungguh-sungguh. Smiley”

“Kok banyak banget musuh para trader, Kang?”

“Ya kalau sudah banyak musuhnya, makanya kamu gak perlu menambah musuh segala. Lha, broker mau di lawan…Ha ha ha ha ha!”

“Ya ya ya ya…!”

“Makanya, kalau dalam kasus pertama saya berpendapat, selalu bersikap objektiflah dengan keputusan Anda. Bunyi pepatah lama ‘janganlah pernah menikah dengan perdagangan Anda’. Sementara di pasar, jangan berharap bahwa harga akan bergerak ke arah yang hanya menguntungkan Anda. Sebaliknya, cukuplah peka untuk melihat faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi terhadap analisa kamu.” Smiley

“Kang Sigit, masih ada gak lawan kita-kita (para trader) nih untuk di brantas sekalian?”

“Ouw sudahlah… Jangan dibahas lagi! Kalau diteruskan, lama-lama isteri-isteri kamu nanti di brantas juga. Dia sering ganggu kamu saat kamu trading bukan?”

Shocked Shocked Shocked

[ sumber tradersakti ]

Kita sebagai trader sering mendengan ungkapan Follow the trend kita ikuti arus saja klo market menunjukkan naik kita BUY dan klo turun kita SELL. Karena siapa kita? Berapa besar modal kita?? karena kita bukan G Soros yang bisa menggegerkan pasar. Okey Gan,

SIMILAR ARTICLES

Trading Plan

0 100

0 227

NO COMMENTS

Leave a Reply