Masih Ada Kemungkinan Suku Bunga Naik oleh The FED

Masih Ada Kemungkinan Suku Bunga Naik oleh The FED

0 278
ib insta

Walaupun saat ini USD melemah di awal sesi di pekan ini, namun dollar menutup perdagangan pekan lalu dengan menguat dalam empat hari beruntun versus euro. Meredanya gejolak bursa saham dan kuatnya data ekonomi AS sendiri berperan besar dalam membantu rally dollar.

Turut menambah sentimen positif bagi dollar, beberapa petinggi The Fed melontarkan pernyataan yang mendukung kemungkinan naiknya suku bunga pada bulan September.

Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer, yang biasanya dikenal dovish, mengatakan bahwa data ekonomi AS belakangan ini impresif dan kekacauan pasar global akan segera berakhir.

Sementara Gubernur Atlanta Federal Reserve Dennis Lockhart mengatakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan September sama besarnya.

Relatif senada, Gubernur St. Louis Fed James Bullard dan Cleveland Fed Loretta Mester mengungkapkan tidak perlu panik dengan kekacauan market akhir-akhir ini. Mester bahkan mengatakan perekonomian AS mampu menanggung beban kenaikan suku bunga, meski tidak secara jelas mengindikasikan kapan.

Pasca-devaluasi China yang berdampak jatuhnya bursa saham dunia, para pelaku pasar khawatir The Fed akan harus menunda rencana kenaikan suku bunganya. Namun, kuatnya data ekonomi AS dan pernyataan para petinggi The Fed kemudian mampu mengembalikan keyakinan para pelaku pasar.

Terhadap yen, dollar saat ini melemah 0,7 persen di area $ 120,95 pada pukul 11:45 wib.

Euro meningkat 0,8 persen di area $ 1,1257, setelah terpuruk di sepekan yang lalu.
Poundsterling masih naik tipis 0,2 persen di area $ 1,5432, setelah mengalami pekan yang buruk di pekan lalu.
Sementara itu, Aussie flat di area $ 0,7149, dan pekan sebelumnya sempat bertahan.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply