Mata Uang USD Bertengger, Nilai Emas Merangkak, Yuan Mulai Berkibar Di Pasar...

Mata Uang USD Bertengger, Nilai Emas Merangkak, Yuan Mulai Berkibar Di Pasar Global

0 235

Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (27/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas dan perak dilaporkan mencoba bangkit kembali dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah mengalami penurunan tajam ketika nilai indeks mata uang USD meningkat akibat pulihnya pertumbuhan ekonomi Amerika. Gerak harga emas bergerak melemah dan telah terperosok tajam mencapai level terendahnya dalam dua minggu terakhir. Gerak harga emas telah mencatatkan nilai angka kerugian lebih dari $10 US. Catatan kerugian komoditas emas terjadi karena adanya penguatan nilai indeks mata uang USD pada kisaran 97 merespon hasil data ekonomi Amerika yang menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Dilaporkan bahwa volume perdagangan nampak jauh membesar, memeriahkan perdagangan setelah ditutup sejak dalam rangka Memorial Day.

Gerak harga emas berjangka pada pagi ini dilaporkan telah mencoba kembali meraih angka kenaikan setelah jatuh kembali ke bawah level $1.200 di sesi sebelumnya. Tekanan kuat yang menekan gerak harga emas hingga membuat terpuruk di sesi sebelumnya telah dipengaruhi oleh kondisi membaiknya ekonomi Amerika, sehingga hasil laporan tersebut telah mendorong nilai apresiasi mata uang USD bergerak menguat dan justru melemahkan gerak harga emas. Hal ini karena mengingat pergerakan harga komoditas emas cenderung berlawanan terhadap gerak nilai apresiasi mata uang USD. Komoditas emas diperdagangkan lebih rendah sejak sesi perdagangan pasar Eropa dibuka kemarin. Karena pada waktu kemarin terjadi minimnya economics data rilis selama sesi perdagangan pasar Asia hingga pasar Eropa, sehingga telah mendorong para pelaku pasar untuk hanya terfokus pada penguatan nilai indeks USD. Kenaikan nilai indeks mata uang USD pada perdagangan malam tadi disebabkan oleh data yang menunjukkan bahwa rencana pengeluran investasi bisnis di Amerika mengalami kenaikan mantap untuk dua bulan berturut-turut pada bulan April lalu. Pada sesi penutupan semalam, telah dilaporkan bahwa nilai indeks mata uang USD ditutup naik sebanyak 93 poin atau 0.96% berakhir pada level 97.37. Nilai indeks mata uang USD sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 97.42 dan serendah 96.42. Telah pula dilaporkan mengenai hasil rilis data pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam dimana hasil laporan US Core Durable Goods Orders (MoM) (Apr), 0.50% (A) vs. 0.40% (F) vs. 0.60% (P), US Durable Goods Orders (MoM) (Apr), -0.50% (A) vs. -0.40% (F) vs. 4.70% (P), US S&P/CS HPI Composite – 20 n.s.a. (MoM) (Mar), 0.90% (A) vs. 0.70% (F) vs. 0.50% (P), US S&P/CS HPI Composite – 20 n.s.a. (YoY) (Mar), 5.00% (A) vs. 4.60% (F) vs. 5.00% (P), US Services PMI (May), 56.40 (A) vs. 57.00 (F) vs. 57.4 (P). Mengenai data New Home Sales Amerika, telah dilaporkan naik sebanyak 6.8% menjadi 517K selama periode Mei. Lebih tinggi dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya yaitu pada +5.0% (F) dan -11.4% (P). Laporan tentang New Home Sales mengalami peningkatan lebih dari ekspektasi di bulan April dan keyakinan konsumen menunjukkan kenaikan juga di bulan Mei. The Fed dikabarkan telah menetapkan target inflasi di level 2 % sebelum Federal Reserve mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan. Data ekonomi Amerika yang membaik tampaknya akan mendukung kenaikan suku bunga acuan tersebut. Hal lain yang turut pula menjadi faktor pendorong menurunnya gerak harga emas berjangka adalah karena dipicu oleh adanya pernyataan Janet Yellen pada hari Jumat lalu. Pernyataan dari Gubernur utama The Fed pada Jumat lalu tersebut mengatakan bahwa kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve masih bisa terjadi hingga akhir tahun 2015 ini, apabila kondisi ekonomi Amerika masih terus melanjutkan peningkatan.

Gerak harga emas dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Selasa (26/ 05/ 2015) kemarin, dengan menorehkan angka kerugian sebesar $18.20 US atau 1.51% berakhir pada level $1,187.20 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,207.300 US dan serendah $1,185.460 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $17.73 US atau 1.45%. Mengenai gerak harga emas berjangka kontrak Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, dilaporkan telah juga menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Selasa (26/ 05/ 2015) kemarin, dengan mengalami kerugian sebesar $17.10 US atau 1.4% dengan harga berakhir pada level $1,186.90 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $21.70 US atau 1.74%. Dilaporkan gerak harga perak berjangka pengiriman Juli diperdagangkan lebih tinggi 0.23% di level $16.785 US/ troy ons. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (27/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 550.000/gram, turun sebanyak Rp 5.000/gram dari sesi perdagangan kemarin yaitu senilai Rp 555.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam turun hingga sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 495.000/gram, bandingkan dengan harga kemarin yaitu senilai Rp 502.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (27/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram – Rp 255.300.000, pecahan 250 gram – Rp 127.750.000, pecahan 100 gram – Rp 51.150.000, pecahan 50 gram – Rp 25.60.000, pecahan 25 gram – Rp 12.850.000, pecahan 10 gram – Rp 5.160.000, pecahan 5 gram – Rp 2.050.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 550.000. Gerak harga perak dilaporkan bahwa sejak pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $16.708 US untuk sesi terendah harian dan level $16.793 US untuk sesi tertinggi harian. Pada akhir perdagangan di sesi pekan lalu, gerak harga emas spot tercatat bergerak anjlok luar biasa tajam. Harga komoditas emas tersebut mengalami penutupan di posisi $ 1.187,00 US. Jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya gerak harga emas telah mengalami penurunan sebesar $15,55 US atau setara dengan 1,29 % dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di level $1.202,55 US.
Mata uang USD bergerak melejit sekitar 1.23% terhadap major currencies di hari Selasa kemarin, masih melanjutkan trend penguatan sejak data inflasi inti Amerika pada hari Jumat di pekan lalu, sehingga mendorong nilai tukar mata uang Euro tertekan dan berada dibawah level 1.0900 untuk kali pertama dalam sebulan terakhir. Dalam perdagangan yang baru dibuka kembali setelah libur long weekend, para pelaku pasar merasa khawatir pada negosiasi utang Yunani, serta kejatuhan yield obligasi Jerman yang menyebabkan mata uang USD bergerak lebih atraktif disbanding mata uang Euro. Namun penguatan nilai apresiasi mata uang USD ke level paritas terhadap mata uang Euro dalam sepekan mendatang masih bergantung pada rilis data ekonomi Amerika yang mengalami perbaikan dari data Q1 yang mengecewakan. Terhadap Yen Jepang, dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD telah bergerak kembali ke jalur penguatan dan telah menyentuh level tinggi dalam 8 Tahun terhadap mata uang Yen diatas 123.00. Keraguan para pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed tahun ini masih menjadi faktor utama penggerak mata uang USD, sehingga setelah Gubernur The Fed, Janet Yellen, telah menegaskan komitmen arah pengetatan moneter, reli mata uang USD kembali berlanjut.

Menilik perkembangan ekonomi negara China, telah dilaporkan bahwa keinginan yang besar dari pemerintah China untuk menjadikan mata uangnya sebagai salah satu valuta perdagangan terpenting dunia mulai tampak terwujud. Mata uang negeri tirai bamboo tersebut, yaitu mata uang Yuan, kini merupakan mata uang yang paling banyak dipakai dalam transaksi perdagangan dengan China, menggeser posisi mata uang negara Jepang yaitu mata uang Yen dan HKD. Para pihak baik dari pemerintah maupun dari pihak perusahaan di China memang telah berupaya keras mempromosikan penggunaan mata uang Yuan sebagai alat tukar dalam kegiatan transaksi ekspor impornya. Kini sebanyak 31% pembayaran kerjasama perdagangan memakai mata uang Yuan, atau jauh meningkat dari hanya 7% pada kurun waktu tiga tahun silam, demikian menurut rekam data dari World Interbank Financial Telecommunication. Dengan makin meningkatnya kerjasama langsung dengan China dan Hong Kong, mata uang Yuan menjadi lebih sering dipakai sebagai satuan tukar. Pemerintah China rajin memfasilitasi penggunaan mata uangnya dengan membuka pusat kliring di seluruh dunia, menandatangani perjanjian currency swap dan mematok kuota investasi asing. Sebagai informasi, untuk bulan lalu saja mata uang Yuan menjadi valuta yang paling banyak dipakai dalam neraca perdagangan bilateral antara negara Kanada dengan pihak China dan Hong Kong. Untuk mengakomodasi besarnya transaksi antara kedua wilayah, China membangun 4 pusat kliring baru guna mempermudah transaksi. Selain dengan negara Kanada, mata uang Yuan telah pula bisa menguasai 50% pangsa alat pembayaran ekspor impor antara China dan negara Singapura, Taiwan, Korea Selatan serta Filipina. Sejak tahun 2012, sebanyak 26 negara sudah memakai mata uang Yuan sebagai mata uang pembayaran langsung ke China dan Hong Kong. Namun secara global, mata uang ini masih berada di posisi 5 dalam daftar valuta yang paling sering dipakai dalam pembayaran di seluruh dunia dengan persentase hanya 2%.

Telah dilaporkan seputar komoditas minyak bahwa, perdagangan bursa komoditas minyak berjangka di hari Rabu(27/ 05/ 2015) ini, gerak harga minyak Amerika mengalami kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi menjelang dirilisnya data American Petroleum Institute nanti malam, Mengenai gerak harga minyak Brent dilaporkan tengah terpantau turun. Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, nilai minyak West Texas Intermediate pengiriman Juli telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.55% di level $58.35 US/ barel. Pergerakan harga minyak WTI sejak pagi ini telah bergerak $58.27 US untuk sesi terendah harian dan level $58.49 US untuk sesi tertinggi harian. Mengenai gerak harga minyak premium Eropa, dilaporkan bahwa Brent Oil pengiriman Juli terpantau turun sebesar 0.09% di level $63.87 US/ barel di ICE Future Europe exchange yang berbasis di London. Sejak pagi ini, gerak harga minyak premium Eropa terlihat telah bergerak menyentuh level $63.83 US untuk sesi terendah harian dan level $64.03 US untuk sesi tertinggi harian.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (27/ 05/ 2015) pagi ini, sesi perdagangan pasar Asia tampak sepi dari jadwal data ekonomi. Sementara mata uang USD diperkirakan masih stabil diatas level 97. Selama sesi perdagangan pasar di hari Rabu (27/ 05/ 2015) ini, para pelaku pasar masih akan terfokus pada pergerakkan nilai indeks USD. Apabila nilai indeks mata uang USD terus bertahan diatas level 97 maka diperkirakan bahwa gerak harga emas sangat berpotensi untuk kembali tertekan dan bergerak melemah turun hingga ke kisaran level harga $1,177.00 US. Perhatian para pelaku pasar pada sektor komoditas energi, khususnya di komoditas minyak, saat ini para pelaku pasar tengah fokus menantikan hasil laporan pasokan minyak mentah di wilayah Amerika nanti malam.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply