Mata Uang USD Kembali Menggeliat Setelah FOMC, Hajar Emas Dan Major Currencies

Mata Uang USD Kembali Menggeliat Setelah FOMC, Hajar Emas Dan Major Currencies

0 299
ib instaforex

Gerak harga emas dilaporkan terus diperdagangkan dengan kondisi cenderung turun, melemah menguji level terendah awal April – belum habisnya sentiment seputar kenaikan suku bunga Amerika atas hasil pertemuan FOMC kemarin malam. Kondisi umumnya di pasar global kembali dalam keadaan tertekan karena apresiasi mata uang USD kembali menguat. Gerak harga emas melemah anjlok bersamaan dengan apresiasi mata uang utama lainnya di sepanjang sesi perdagangan pasar hari Kamis (09/ 04/ 2015) kemarin. Tidak ada sedikitpun jeda waktu untu harga bisa bergerak lebih tinggi karena apresiasi mata uang USD bergerak positif dan terus melonjak tajam.

Index USD dilaporkan bergerak melonjak menebus level 99 semalam, dan menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Kamis (09/ 04/ 2015) kemarin dengan menorehkan angka keuntungan sebesar 93 poin atau 0.94% berakhir pada level 99.03, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 99.21 dan rendahnya pada 98.04. Gerak penguatan apresiasi mata uang USD ini terjadi sesaat menyusul hasil laporan data Klaim Pengangguran Amerika yang telah dirilis dengan hasil yang cukup baik. Dari data yang dirilis semalam dilaporkan bahwa klaim pengangguran Amerika telah dirilis naik menjadi 281K, data dirilis lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar dan data rilis sebelumnya yaitu pada kisaran 285K (F) dan 267K (P). Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (09/ 04/ 2015) kemarin, gerak harga emas spot dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan hari kemarin dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $8.70 US atau 0.72% dengan berakhir pada level $1,194.00 US/ troy ons. Gerak harga emas spot sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,203.190 US dan serendah $1,192.550 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas spot telah mencatatkan angka kerugian sebesar $4.2 US atau sekitar 0.35%. Mengenai gerak harga emas berjangka kontrak Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, telah dilaporkan bahwa perdagangan kemarin menyelesaikan sesi pasar hari Kamis (09/ 04/ 2015) kemarin dengan menorehkan angka kerugian sebesar $9.50 US atau 0.80% dengan berakhirnya harga pada level $1,193.600 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $1.1 US atau 0.09%. Dilaporkan juga bahwa pada hari Jumat (10/ 04/ 2015) ini, bahwa harga emas batangan Logam Mulia yang dijual oleh PT. Aneka Tambang, Tbk (ANTM) turun dibandingkan perdagangan kemarin. Harga buyback emas Antam juga ikut melemah. Dengan mengacu pada situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas Antam tercatat turun senilai Rp 2.000 sehingga harga menjadi Rp 548.000/gram. Harga tersebut turun dibandingkan hari sebelumnya yaitu Rp 550.000/gram. Sementara harga buyback pun juga turun dari Rp 490.000/gram pada hari sebelumnya, turun senilai Rp 2.000 sehingga menjadi Rp 488.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga jual emas Antam hari ini yang antara lain yaitu, untuk pecahan 500 gram – Rp 254.300.000, pecahan 250 gram – Rp 127.250.000, pecahan 100 gram – Rp 50.950.000, pecahan 50 gram – Rp 25.500.000, pecahan 25 gram – Rp 12.775.000, pecahan 10 gram – Rp 5.140.000, pecahan 5 gram – Rp 2.595.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 548.000. Pada akhir perdagangan sesi hari Kamis, atau masuk pada hari Jumat (10/ 04/ 2015) dini hari tadi, telah dilaporkan bahwa harga emas spot LLG mengalami penurunan lanjutan yang signifikan. Harga logam mulia melemah dan bergerak anjlok untuk tiga sesi berturut-turut disebabkan oleh kenaikan nilai apresiasi mata uang USD. Para petinggi The Fed masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini, meskipun data ekonomi yang telah dirilis akhir-akhir ini menunjukkan kondisi yang kurang kuat. Meskipun saat ini data yang dirilis dari sektor tenaga kerja menunjukkan bahwa ekonomi Amerika masih belum sepenuhnya pulih tetapi kesediaan The Fed untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga telah menggugah pergerakan nilai tukar mata uang USD.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, presiden The Fed cabang New York, William Dudley, dan Gubernur The Fed Jerome Powell hari Rabu lalu telah membeberkan skenario-skenario yang mungkin dijalankan oleh Federal Reserve mengenai kenaikan suku bunga acuan. Meskipun kenaikan akan dilakukan secara lambat dan bertahap tetapi tampaknya waktu kenaikan awal akan lebih cepat dari yang diperkirakan. Hal ini terungkap setelah dirilis catatan pertemuan The Fed di bulan Maret lalu. Dalam pertemuan tersebut The Fed menyatakan akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan setidaknya pada bulan Juni mendatang. Memasuki sesi perdagangan hari Jumat (10/ 04/ 2015) ini, diperkirakan pergerakan harga emas akan kembali mengalami penurunan lanjutan. Pergerakan harga emas berpotensi untuk melemah disebabkan penguatan nilai apresiasi mata uang USD yang kembali terjadi. Namun meski demikian, gerak harga emas diperkirakan oleh para pelaku pasar juga masih sangat berpotensi untuk melakukan rebound dan mencoba bergerak lebih tinggi. Dengan minimnya data yang akan dirilis selama sesi perdagangan hari ini, tentunya akan menjadi momentum bagi para pelaku pasar untuk berspekulasi.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply