Minyak Naik, Inventori AS Turun Dan Venezuela Resesi

Minyak Naik, Inventori AS Turun Dan Venezuela Resesi

0 275
ib insta

Harga minyak mentah diperdagangkan naik tipis di awal perdagangan sesi Asia pada hari Kamis (21/7) setelah kantor Energy Information Agency (EIA) di Departemen Energi AS melaporkan bahwa persediaan minyak mentah mingguan ternyata menurun lebih besar dibanding perkiraan. Di sisi lain, risiko krisis Venezuela diperkirakan bakal memburuk.

Minyak berjangka WTI untuk pengiriman Agustus kadaluarsa pada hari Rabu dengan posisi harga naik 0.7 persen ke $44.94 per barel, sedangkan kontrak untuk pengiriman September dibuka hari ini dengan harga naik ke $45.77. Demikian pula harga minyak Brent pengiriman September kemarin menanjak lebih dari 1 persen ke $47.17, dan naik lagi ke $47.27 saat berita ini diangkat.

Permintaan BBM AS Lebih Rendah Dari Ekspektasi
Tadi malam, EIA mengabarkan bahwa persediaan minyak mentah (crude inventories) di Amerika Serikat menurun sebanyak 2.3 juta barel dalam waktu sepekan yang berakhir tanggal 15 Juli (versus perkiraan -2.100 juta). Ini merupakan kabar baik yang menopang harga WTI. Namun demikian, EIA menambahkan, total inventori saat ini pada 519.5 juta barel (setelah penurunan tadi) tergolong tinggi untuk periode musim seperti sekarang.

Di saat yang sama, persediaan gasolin malah naik 911,000 barel, meskipun sebelumnya diperkirakan takkan mengalami perubahan. Peningkatan sebesar itu, menurut EIA, berada diatas batas tertinggi kisaran rata-rata. Bulan Juli bertepatan dengan puncak musim panas dimana orang-orang Amerika diharapkan akan lebih banyak berkendara dan membeli bahan bakar. Namun, dari pemantauan inventori terlihat permintaan akan BBM sepanjang bulan ini masih di bawah ekspektasi.

Venezuela Terancam Default
Sementara itu, di Amerika Selatan, krisis Venezuela makin parah. Barang-barang kebutuhan pokok, termasuk makanan, sudah sangat sulit diperoleh sehingga rumah sakit kehabisan obat-obatan dan warga terpaksa lintas batas ke Kolombia untuk membeli stok kebutuhan rumah tangga. IMF pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi Venezuela akan menciut 10 persen tahun ini, dengan inflasi naik 700%.

Akibat resesi akut tersebut, BUMN minyak Venezuela PDVSA mengalami kebangkrutan. Bulan Juni lalu, produksi minyak di salah satu negara anggota OPEC ini tercatat ambruk ke level terendah dalam 13 tahun.

Situasi diperkirakan akan memburuk dalam waktu dekat, mengingat Venezuela memiliki tagihan utang sebesar 5 milyar Dolar AS yang akan jatuh tempo antara Oktober-November. Banyak analis meyakini kalau peluang Venezuela untuk gagal bayar (default) cukup tinggi.

 

GrahaFX IB Resmi instaforex indonesia, ada rebate, bank lokal.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply