Peluang Penguatan Gerak Harga Emas Masih Ada

Peluang Penguatan Gerak Harga Emas Masih Ada

0 202
ib insta

Pada sesi perdagangan pasar di hari Senin( 04/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas dan perak dilaporkan mengalami gerak kenaikan. Gerak naik komoditas emas dan perak terjadi setelah ke dua komoditas logam mulia tersebut mengalami gerak penurunan tajam ke level harga rendah dalam 6 minggu terakhir. Perlemahan harga terjadi ketika para pelaku pasar tengah memusatkan perhatiannya terhadap pergerakan harga mata uang USD di tengah spekulasi pasar akan kenaikan suku bunga Amerika. Gerak harga emas terkoreksi usai rapat kebijakan moneter Federal reserve. Kebijakan moneter yang dihasilkan saat rapat The Fed tersebut masih mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pada semester II 2015.

Pada sesi pasar Asia pagi ini telah dilaporkan bahwa gerak harga emas telah menyentuh level harga $1.176.90 US untuk sesi terendah harian dan level $1.179.20 US untuk sesi tertinggi harian. Pada perdagangan pasar di sesi Asia, gerak harga emas berjangka pengiriman Juni di divisi Comex, New York Mercantile Exchange telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.29% di level $1.178.00 US/ troy ons. Gerak harga emas mencoba kembali naik pada pagi ini, setelah sebelumnya gerak harga emas mengalami penurunan tajam ke level rendah 6 minggu sejak hari Jumat yang lalu. Saat itu adalah ketika spekulasi para pelaku pasar atas kenaikan suku bunga di wilayah Amerika telah memutar perhatian para pelaku pasar untuk mengamati pergerakan harga mata uang USD. Ariston Tjendra, Head Research and Analyst PT. Monex Investindo Futures telah membuat sebuah perkiraan sebelumnya, bahwa gerak harga emas sempat menguat ke kisaran level harga $ 1.213 US/ ons semalam, setelah data GDP Amerika untuk kuartal I 2015 dirilis di bawah ekspektasi para pelaku pasar, yaitu hanya tumbuh 0,2 %. “Harga emas hingga siang ini bergerak di kisaran harga $ 1.203 US/ ons dan level support terdekat di kisaran $ 1.200 US/ ons. Selama bisa bertahan di atas area support ini, harga masih berpeluang menguat. Penembusan ke atas area resisten $ 1.206 US/ ons, berpotensi mendorong penguatan mendekati area U$ 1.215 US/ ons,” demikian kata Ariston dalam ulasannya, pada hari Kamis (30/4/2015) yang lalu. Sementara penembusan ke bawah support $ 1.197 US/ ons, berpeluang mendorong pelemahan ke area US$ 1.191 USUS/ ons. “Hari ini yang bisa menjadi market mover adalah data Penjualan Ritel Jerman, data CPI Zona Eropa dan data Klaim Tunjangan Pengangguran Amerika,” ungkap Ariston Tjendra. Telah dilaporkan juga bahwa pada hari Senin (04/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 545 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam menjadi Rp 485 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari Senin (04/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram – Rp 252.800.000, pecahan 250 gram – Rp 126.500.000, pecahan 100 gram – Rp 50.650.000, pecahan 50 gram – Rp 25.350.0000, pecahan 25 gram – Rp 12.700.000, pecahan 10 gram – Rp 5.110.000, pecahan 5 gram – Rp 2.580.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 545.000. Juga dilaporkan bahwa pada sesi pasar Asia pagi ini, perak berjangka pengiriman Juli juga diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.36% di level harga $16.197 US/ troy ons. Gerak harga perak pada pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $16.133 US untuk sesi terendah harian dan level $16.197 US untuk sesi tertinggi harian. Pada hari Jumat (01/ 05/ 2015) lalu, permintaan mata uang USD terlihat meningkat ditengah tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi negara Amerika akan stabil setelah mengalami kondisi pelemahan di belakangan waktu ini. Peningkatan pertumbuhan ekonomi Amerika ini telah ditandai dengan meningkatnya aktifitas manufaktur Amerika di bulan April, yang mana berdasarkan laporan resmi dari Institute for Supply Management menyatakan bahwa PMI Manufaktur Amerika terlihat stabil yang disesuaikan secara musiman menjadi 51.5 di bulan April dari 51.5 di bulan Maret.

Dari China dilaporkan bahwa, bursa saham China bergerak melemah pada sesi perdagangan hari Senin (04/05). Minat beli pelaku pasar modal menurun setelah hasil data purchasing manufacture index (PMI) China keluar di bawah ekspektasi. Indeks gabungan Shanghai turun 1,2% ke 4390.140 dan indeks Hang Seng Hong Kong minus 0,1% di posisi 28103.95. Pagi ini data PMI versi HSBC China muncul pada angka 48.9 untuk periode April atau lebih rendah dari PMI pnedahuluan yang sebesar 49.2 dan laporan bulan Maret yang sebesar 49.6. Angka PMI di bawah 50 mengindikasikan penurunan aktivitas pabrikan. Bursa Hong Kong dan Shanghai baru dibuka setelah libur panjang 3-hari. Selama tahun ini, indeks Shanghai sudah menguat 37% dan Hang Seng sudah mencatat kenaikan terpanjang dalam lebih dari dua tahun terakhir dengan total penguatan 19%. Adapun bursa Tokyo masih tutup di hari Senin. Bursa Nikkei Jepang dilaporkan turun 2,4% pekan lalu atau penurunan terbesarnya sejak Desember karena terpengaruh oleh pelemahan ekonomi di Amerika Serikat. Sementara indeks Australia, S&P ASX 200, melemah 0,1% di posisi 5807.80. dari Australia dilaporkan bahwa mata uang dolar Australia atau aussie merosot pada hari Senin seiring data dari China yang dipantau dengan ketat oleh para pelaku pasar hasilnya mengecewakan walaupun data ijin pembangunan rumah naik. Apresiasi mata uang AUD/USD diperdagangkan dikisaran level 0.7810, turun sebesar 0.44%, sementara itu apresiasi mata uang USD/JPY bergerak datar di kisaran level harga 120.15. Apresiasi mata uang EUR/USD dilaporkan diperdagangkan di 1.1194, turun sebesar 0.04%. Jumlah persetujuan pembangunan di Australia melonjak sebesar 2.8% di bulan Maret pada tingkat bulanan, mengalahkan estimasi untuk penurunan 2.0%, namun tren secara keseluruhan masih sejalan dengan perkiraan dari bank sentral untuk pertumbuhan yang kuat dalam investasi tempat tinggal di periode kuartal mendatang. Sementara itu dalam laporan terpisah menunjukkan survei manufaktur dari HSBC turun menjadi 48.9 di bulan April, berada di bawah estimasi untuk pembacaan 49.4 dan turun dari bulan Maret di 49.2. Mata uang USD dilaporkan telah menyentuh level tinggi 2-pekan terhadap mata uang Yen pada hari Jumat lalu, dan pulih dari level rendah 2-bulan terhadap sejumlah mata uang utama, ditopang oleh sinyal bahwa perekonomian Amerika mulai stabil pasca perlambatan belakangan ini. Meski data ekonomi Amerika dirilis mix pada hari Jumat lalu, dengan sejumlah pelemahan pada sektor manufaktur dan konstruksi, hal tersebut tidak menghentikan para pelaku pasar untuk membeli mata uang USD yang sudah berada dalam kondisi oversold. Yield obligasi tenor 30-tahun dan 10-tahun di Amerika menyentuh level tinggi 7-pekan, turut menopang nilai tukar USD. Mata uang USD mulai mendapatkan momentum pada hari Kamis pasca dirilisnya data ekonomi yang lebih positif. Sinyal pemulihan pasar tenaga kerja dengan turunnya jumlah klaim pengangguran, kenaikan tingkat upah bersama dengan aktivitas bisnis di kawasan Midwest, semuanya membuat para pelaku pasar kembali beralih pada mata uang USD. Salah satu srategis ING mengatakan bahwa sementara data hari Kamis positif, namun pasar membutuhkan sejumlah data yang positif agar rally USD dapat kembali berlanjut. Menurutnya, saat ini ada keraguan mengenai rally USD dan mata uang euro kemungkinan akan kembali melemah seiring fundamental yang masih belum berubah dan saat ini European Central Bank tidak menginginkan penguatan mata uang euro.

Sekadar informasi, gerak harga emas menyusut karena didorong oleh kondisi dimana Federal Reserve tampak mengisyaratkan untuk mengambil pendekatan pertemuan guna membahas rencana kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2006. Namun setelah menggelar pertemuan dua hari, Federal Reserve menunjukan masih melemahnya ekonomi Amerika dan ini menjadi tanda mereka harus berjuang untuk menaikkan suku bunga di tahun ini. Gerak harga emas spot untuk pengiriman Juni dilaporkan turun $ 3,90 US menjadi $ 1.210,00 US/ ons setelah muncul pernyataan dari The Fed. Pada sesi pasar Asia di pagi ini nantinya para pelaku pasar akan dihadapkan dengan sebuah laporan resmi aktifitas manufaktur China dan izin bangunan di wilayah Australia, yang mana data tersebut diperkirakan akan memberikan gejolak pergerakan bagi gerak harga emas. Pernyataan dari presiden Federal Reserve bagian Cleveland, Loretta Mester, yang mensinyalkan dukungan untuk kenaikan suku bunga di bulan Juni dan menggarisbawahi pentingnya data tenaga kerja sebagai bahan pertimbangan The Fed untuk menentukan kebijakan moneter turut menopang nilai tukar USD dan membuat fokus para pelaku pasar tertuju pada data non-farm payrolls Amerika pekan depan.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply