Rilis Data China Positif Emas Menguat, Euro Masih Terbebani Ancaman Default Yunani

Rilis Data China Positif Emas Menguat, Euro Masih Terbebani Ancaman Default Yunani

0 196

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (01/ 06/ 2015) pagi ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas diperdagangkan lebih tinggi. Hal ini terjadi karena meningkatnya aktifitas manufaktur di wilayah China. Berbanding terbalik dengan gerak harga emas, gerak harga perak berjangka justru mengalami gerak penurunan. Gerak harga emas pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (01/ 06/ 2015) ini terlihat mendapat dukungan positif untuk mengalami gerak kenaikan harga. Hal ini terjadi karena dirilisnya serangkaian laporan ekonomi China.

Beberapa laporan ekonomi dari China telah diawali dengan laporan yang telah dirilis oleh CFLP (China Federation of Logistics & Purchasing). Laporan dari CFLP menyatakan bahwa hasil PMI Manufaktur China telah mengalami gerak kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 50.2 pada bulan Mei, dari 50.1 di bulan April. Dari CFLP juga telah dilaporkan bahwa PMI non-Manufaktur China telah mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 53.2 pada bulan Mei, dari 53.4 di bulan April. Juga telah dirilis laporan data dari oleh Markit yang menyatakan bahwa HSBC PMI Manufaktur China, telah mengalami gerak kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 49.2 di bulan Mei, dari 49.1 di bulan April.

Pada penutupan perdagangan pasar sesi hari Jum’at (29/ 05/ 2015) lalu, gerak harga emas diperagangkan pada kisaran yang tidak terlalu besar. Pada sesi perdagangan akhir pekan tersebut, gerak harga emas dilaporkan telah mencatatkan angka keuntungan yang tipis. Gerak harga emas seketika bergerak menguat naik setelah dirilisnya data GDP Amerika. Gerak harga emas menguat setelah rilis data GDP Amerika dan dilaporkan turun cukup tajam selama periode kuartal ke-1 tahun ini. Laporan GDP menunjukkan kontraksi sebesar 0.7% selama periode kuartal ke-1 tahun ini, data dirilis jauh dari periode kuartal sebelumnya pada percepatan sebesar 0.2%. Hasil rilis data GDP terlihat buruk meski masih dirils dengan angka yang lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar, setelah menghapus kenaikan sekitar 0.20% pada periode kuartal ke-4 tahun lalu lalu.

Gerak harga emas berjangka pengiriman Agustus di Divisi Comex New York Mercantile Exchange telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.09% di level $1.190.70 US/ troy ons pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (01/ 06/ 2015) pagi ini. Pergerakan harga emas sejak pagi ini telah terlihat bergerak menyentuh level $1.189.60 US untuk sesi terendah harian dan level $1.197.30 US untuk sesi tertinggi harian. Dilaporkan bahwa gerak harga emas telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Jum’at (29/ 05/ 2015) lalu, dengan telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $1.90 US atau 0.16% dengan harga berakhir pada level $1,190.50 US/ troy ons. Gerak harga emas sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,193.801 US dan serendah $1,185.60 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $14.77 US atau 1.23%. Gerak harga emas berjangka kontrak Agustus di Divisi Comex New York Mercantile Exchange dilaporkan juga telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Jum’at (29/ 05/ 2015) lalu dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $1.00 US atau 0.10% dengan harga berakhir pada level $1,189.800 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah catatkan angka kerugian sebesar $14.20 US atau 1.18%. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (01/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 553.000/gram, naik sebanyak Rp 2.000/gram dari sesi perdagangan hari Jumat lalu yaitu senilai Rp 551.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam menjadi senilai Rp 499.000/gram, naik sebanyak Rp 2.000/gram dari sesi perdagangan hari Jumat lalu yaitu senilai Rp 497.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (01/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram – Rp 256.800.000, pecahan 250 gram – Rp 128.500.000, pecahan 100 gram – Rp 51.450.000, pecahan 50 gram – Rp 25.750.000, pecahan 25 gram – Rp 12.900.000, pecahan 10 gram – Rp 5.190.000, pecahan 5 gram – Rp 2.620.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 553.000. Gerak harga perak berjangka pengiriman Juli terlihat mengalami penurunan dengan diperdagangkan lebih rendah 0.19% di level $16.670 US/ troy ons. Gerak harga perak berjangka pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (01/ 06/ 2015) ini, terlihat telah bergerak menyentuh level $16.625 US untuk sesi teredah harian dan level $16.805 US untuk sesi tertinggi harian.

Gerak harga minyak berjangka telah dilaporkan bergerak secara rali pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (29/ 05/ 2015) minggu lalu. Hal ini terjadi karena adanya gerak penurunan mingguan persediaan minyak Amerika, penurunan jumlah rig pengeboran aktif, dan data yang menunjukkan terdapatnya permintaan yang kuat untuk bensin yang membantu harga patokan Amerika mampu mencatatkan kenaikan bulanan kedua secara berturut-turut. Para pelaku pasar juga tengah mempertimbangkan potensi dan kemungkinan hasil pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada tanggal 5 Juni mendatang.

Telah dilaporkan bahwa di New York Mercantile Exchange, gerak harga minyak mentah pengiriman Juli naik $ 2,62 US atau 4,5% untuk selanjutnya menetap di level $ 60,30 US/ barel. Dilaporkan bahwa WTi diperdagangkan pada level $ 59,95 US sebelum data rig dirilis hari Jumat lalu. Berdasarkan kontrak bulan Agustus ini, benchmark minyak Amerika masih mencatakan kenaikan mingguan sekitar 1% dan bulanan 1,1%. Dilaporkan bahwa minyak Crude Brent untuk pengiriman Juli di ICE Futures Exchange London telah bergerak naik sebesar $ 2,98 US atau 4,8% ke level $ 65,56 US/ barel. Minyak Brent mengalami kenaikan mingguan 0,3% tetapi kehilangan sekitar 1,8% untuk perbandingan harga secara bulanan. Para pelaku pasar dalam perannya di dalam lalulintas perdagangan komoditas minyak mentah memang mendapat keuntungan dengan kenaikan harga minyak mentah saat ini ditengah anjloknya cadangan minyak mentah Amerika yang secara perlahan-lahan mulai melepaskan cadangan kelebihan pasokannya. Setidaknya dalam pengamatan Paul Horsnell, dari Standard Chartered Plc telah mengatakan bahwa sekurang-kurangnya perlu sekitar satu kuartal untuk bisa mengeluarkan kelebihan pasokan saat ini. Perlu untuk diperhatikan bahwa saat ini kegiatan produksi minyak masih tinggi, masih banyak minyak dibandingkan air, ungkap kepala peneliti dari Hartland Shipping London, Nigel Prentis. Kuartal kedua umumnya terjadi penurunan aktifitas penyulingan minyak setelah mereka beralih memproduksi minyak bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ada di belahan utara bumi yang memasuki musim panas, setidaknya pasar memang masih akan ramai dan rata-rata akan mengalami peningkatan. Di tengah gerak laju naikan harga minyak ini, juga telah pula muncul sebuah sinyal peringatan.

Sinyal peringatan tersebut muncul dari bursa kapal tangker, yang telah memberikan sebuah pesan yang brsifat negative dan tentunya mengancam gerak penguatan harga minyak dan berpotensi untuk dapat menghentikan kenaikan harga minyak lebih lanjut. Dalam dua minggu terakhir hingga 20 Mei kemarin, terjadi lonjakan permintaan kapal-kapal tanker besar yang bahkan telah menbuat harga sewanya naik menjadi 57%. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) setidaknya akan memiliki 500 juta barel minyak yang akan ditransitkan sebelum ke pembeli pada awal Juni, yang umumnya akan jatuh tempo pengiriman pada tahun ini pula. Sebelumnya para pelaku pasar telah memperkirakan bahwa sekitar 20 juta barel masih disimpan di kapal-kapal tanker sebagai indikasi bahwa stok yang berlimpah ini masih belum hilang.

Dilaporkan bahwa OPEC pada pekan ini akan menggelar pertemuan rutinnya di kota Wina, Austria. Di tengah trend gerak penurunan harga minyak, patut dicermati oleh para pelaku pasar tentang langkah apa yang sekiranya akan dilakukan oleh kartel energi terbesar dunia ini supaya tetap mendapatkan laba. Gerak harga minyak dunia telah bergerak melemah tajam dalam kurun waktu 9 bulan terakhir. Hal ini adalah selain akibat dari kelesuan ekonomi negara importir juga dikarenakan tingginya suplai dari Amerika Serikat. Sampai dengan hari Jumat lalu, minyak jenis Brent crude untuk pengiriman Juli terpantau berada di kisaran $65 US/ barel di ICE Futures Exchange London atau di bawah level ideal $100 US, yang dibutuhkan oleh negara-negara anggota OPEC untuk menyeimbangkan neraca migasnya. Apabila di saat-saat sebelumnya pihak OPEC selalu mengantisipasi gerak penurunan harga minyak dengan memangkas jumlah produksi, maka hal itu kemungkinan tidak terjadi pada saat-saat ini. Hasil pertemuan di pekan ini lebih mudah ditebak oleh para pelaku pasar, yaitu bahwa pihak OPEC tidak akan melakukan apa-apa. Sebagian delegasi negara anggota sudah mengutarakan keinginannya supaya OPEC menahan plafon produksi 30 juta barel/ hari, yang sudah bertahan selama 3 tahun terakhir. Para pejabat tinggi di OPEC telah secara berulangkali mengklaim kalau penurunan produksi tidak akan berdampak besar terhadap gerak harga minyak dunia. Hal ini karena kekuatan mereka sudah tidak sebesar dulu. Produksi minyak dunia sendiri sekarang sudah surplus sekitar 2 juta barel/ hari jika dibandingkan denga jumlah permintaan, berdasarkan dari data International Energy Agency (IEA). Pihak OPEC yakin kalau di tahun ini volume permintaan akan meningkat rata-rata di atas 1 juta barel/ hari dan akan tumbuh terus dalam beberapa tahun ke depan sehingga negara-negara anggotanya bisa kembali meraup nilai lebih dari hasil ekspor migasnya. Sebagai catatan, kontrak minyak WTI saat ini bertengger di posisi $59.87 US.

Dalam perdagangan nilai apresiasi mata uang, telah dilaporkan bahwa mata uang Aussie menguat tipis nilai apresiasinya terhadap mata uang USD. Hal ini terjadi setelah rilis serangkaian data ekonomi dengan hasil beragam, namun meski demikian secara keseluruhan hasilnya dinilai oleh para pelaku pasar cukup positif. Rekan dagang utama Australia, yaitu China, merilis outlook sektor manufaktur di bulan Mei dari hasil survei lembaga pemerintah dan swasta, seperti yang telah ditulis di atas. Akan tetapi, rilis data ekonomi domestik menunjukkan kelesuan aktivitas dalam sektor properti. Izin membangun di Australia tercatat turun sekitar 4,4% menjadi 18.715 di bulan April, jauh lebih rendah dari ekspektasi penurunan para pelaku pasar, yaitu di kisaran 1,7%. Penurunan hunian lain seperti blok apartemen dan townhouse, yang turut bergerak turun 15% juga telah menjadi faktor utamanya. Telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/ USD sempat berada di level 0.7660, di dekat level tertinggi harian 0.7662 dengan level terendah harian 0.7627.

Mengenai perkembangan kondisi ekonomi dan imbasnya atas nilai apresiasi mata uang zona Eropa, Euro, telah dilaporkan bahwa mata uang zona Eropa tersebut tampil defensif pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin ini. Hal ini terjadi, karena negara Yunani telah gagal memenuhi batas waktu untuk mencapai kesepakatan dengan pihak kreditur. Kesepakatan dengan para kreditur untuk bisa mengucurkan bantuan pada hari Minggu yang ternyata telah gagal, tak ayal kembali memicu kecemasan default hutang Yunani. Tanpa kesepakatan, Yunani beresiko besar untuk mengalami kebangkrutan dalam hitungan minggu. Sebuah sumber terdekat mengatakan bahwa Yunani dan pihak kreditur Eropa sepakat mengenai kebutuhan untuk mencapai kesepakatan dalam waktu dekat. Menurut pendapat sumber terdekat, saat ini kemungkinan mata uang Euro akan terus tampil defensif hingga hari Jumat, untuk melihat apakah Yunani dapat memenuhi batas tenggat waktu untuk pembayaran senilai 300 juta euro pada IMF. Sejumlah data dari Eropa di sesi perdagangan pasar siang nanti juga akan mempengaruhi pergerakan mata uang Euro. Para pelaku pasar juga telah mengabaikan data yang menunjukkan perekonomian Amerika berkontraksi pada kuartal pertama, seiring data tersebut dianggap mencerminkan masa lalu dan nampaknya tidak akan menghambat prospek kenaikan suku bunga tahun ini.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (01/ 06/ 2015) pagi ini, gerak harga emas diperdagangkan sedikit terkoreksi menyusul dibukanya indeks mata uang USD. Indeks mata uang USD dibuka dengan kenaikan yang cukup besar. Sepanjang sesi perdagangan pasar di hari Senin (01/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas diperkirakan oleh para pelaku pasar, akan diperdagangkan pada volume yang cukup besar. Gerak harga emas akan diperdagankan dengan volume yang cukup besar terlebih memasuki sesi perdagangan pasar Eropa hingga sesi perdagangan pasar Amerika. Pada sesi perdagangan di pekan ini, baik perdagangan di komoditas emas maupun pasar global, para pelaku pasar akan fokus pada banyak data ekonomi zona Eropa dan Amerika. Para pelaku pasar akan focus pada ke dua zona pasar tersebut dimana volatilitas pasar pada awal Juni ini akan menjadi besar.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply