USD Masih Akan Dominasi Apresiasi Atas Major Currencies

USD Masih Akan Dominasi Apresiasi Atas Major Currencies

0 235

1613975_678907712167263_2080419318_nMata uang USD masih mendominasi tekanannya baik terhadap major currencies maupun komoditas. Telah dilaporkan bahwa mata uang USD bergerka menguat pada sesi dua pasar amerika, setelah data PMI Manufaktur Amerika dirilis dengan hasil yang cukup baik dan diikuti oleh pengautan mata uang USD mendekati level tertinggi sejak Januari. Dalam data akhir sesi semalam menunjukkan bahwa PMI Manufaktur Amerika naik pada level 55.1. data dirilis lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 54.3 (F) dan 54.3 (P). Telah dilaporkan pula bahwa bursa saham Amerika bergerak menguat bahkan mencetak rekor pada perdagangan saham awal pekan ini.

Telah dilaporkan bahwa Aussie, mata uang Australia itu lazim disebut, telah bergerak menguat. Mata uang Australia tersebut melesat ke kisaran angka 0.7810 apresiasinya, setelah keputusan bank sentral Australia mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 2,25%. Berdasarkan rilis laporan pertemuannya, Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin akan melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan mencapai target inflasi. Keputusan tersebut akan dibicarakan pada pertemuan selannjutnya. Reserve Bank of Australia (RBA) menitikberatkan adanya risiko dari sektor properti dengan tren harga perumahan yang beragam di beberapa kota dalam beberapa bulan belakangan. Variasi harga dalam pasar perumahan dapat menjadi sinyal belum stabilnya perekonomian negeri Kangguru tersebut. RBA juga masih melihat tren pertumbuhan domestik yang masih cukup lemah dengan tingkat pengangguran beranjak naik dalam beberapa tahun terakhir. Namun pelemahan nilai tukar domestiknya dianggap akan menjadi kunci untuk menstabilkan perekonomian negara komoditas ini. Rendahnya nilai tukar Aussie dibandingkan negara lain seharusnya dapat mengangkat tingkat ekspornya. Harga komoditas Australia turun 20,6% di bulan Februari, lebih rendah dari penurunan 19,2% di awal tahun. Dilaporka bahwa apresiasi mata uang AUD/USD bertahan di kisaran 0.7810, setelah sempat melesat ke level 0.7839 sesaat setelah keputusan RBA. Sebelum pertemuan, Aussie bertahan di dekat level 0.7770. Dari China dilaporkan, Pemerintah China memutuskan melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga. The People`s Bank of China secara mengejutkan menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun dan suku bunga deposito menjadi 5,35 % dan 2,5 %. Langkah itu dilakukan karena meningkatnya tekanan deflasi. Laporan dari PBOC murunkan suku bunga acuan sebesar 25 Bps.

Sementara ini, para pelaku pasar juga masih rentan lakukan aksi jual dalam apresiasi cross mata uang EUR/ JPY. Telah dilaporkan bahwa, angka konsumen zona eropa turun 0,3 % pada Februari 2015 year on year (YoY). Pengangguran di Uni Eropa turun menjadi 11,2 % pada Januari 2015. Manufaktur PMI zona Euro tercatat naik menjadi 51,1 pada Februari 2015. Secara analisa dengan menggunakan acuan grafik 30 menit, untuk apresiasi perdagangan cross mata uang EUR/ JPY tengah mengindikasikan bahwa tekanan jual masih dominan menuju target terdekat di 133.79. Jika seller mendominasi di bawah level tersebut maka memungkinkan akan mengusik target berikutnya di 133.29. Kegagalan skenario tersebut akan mengembalikan EUR/ JPY pada posisi rally menuju level 134.41 hingga level kritis di 134.60. Pergerakkan mata uang USD diperkirakan akan menjadi fokus para pelaku pasar pada sesi perdagangan hari ini.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply