Dollar Menguat di Sesi Asia, Zona Euro Masih tidak Stabil

Dollar Menguat di Sesi Asia, Zona Euro Masih tidak Stabil

0 267
ib insta

Pada perdagangan pagi ini terlihat menguat melawan sebagian besar mata uang lainya, setelah sebelumnya sempat volatil oleh rilisnya data PMI.

PMI non-manufaktur AS tercatat naik ke level yang lebih rendah dari ekspektasi. Dari perolehan periode sebelumnya di level 55.7, data tersebut hanya meningkat ke 56.0. Padahal, forecast sebelumnya memperkirakan kenaikan hingga ke angka 56.2. Di sisi lain, koreksi PMI Ivey Kanada mampu mencatatkan hasil yang lebih baik dari prediksi. Meskipun turun ke level 55.9, atau lebih rendah dari pencapaian sebelumnya di angka 62.3, data tersebut sanggup mengungguli ekspektasi penurunan di poin 54.0.

Saat ini melawan yen, naik 0,1 persen di area $ 122.65 pada pukul 10:25 wib, setelah sebelumnya juga menguat 0,7 persen.

Aussie turun 0,3 persen di area $ 0,7472 setelah sebelumnya meningkat 0,2 persen seiring adanya gap teknikal.

Sterling melemah 0,2 persen di area $ 1,5586 setelah sebelumnya menguat 0,5 persen.

Euro juga melemah 0,3 persen di area $ 1,1027 setelah sebelumnya menguat 0,7 persen.

Dari Kawasan Euro dilaporkan, Wakil Presiden Komisi Uni Eropa, Valdis Dombrovskis mengungkapkan bahwa Yunani akan tetap berada dalam Zona Euro dan sampai saat ini Zona Euro masih berada dalam kondisi stabil dan aman.

“Tempat Yunani adalah di kawasan ini. Krisis di Yunani tidak mengancam stabilitas keuangan Zona Euro. Kami memiliki semua instrumen yang diperlukan untuk memastikan itu, termasuk dana stabilisasi sebesar 500 miliar Euro,” kata Dombrovskis, seperti dilansir RTNews.

Namun demikian, kesenjangan antara Yunani dan negara-negara Zona Euro lainnya terus melebar pasca referendum yang mendukung Perdana Mentri Alexis Tsipras. Dombrovskis menyatakan lebih lanjut bahwa hasil referendum akan melemahkan posisi negosiasi Yunani dengan para kreditor. Dombrovskis menilai, pertanyaan yang diajukan dalam referendum di Yunani kemarin tidak akurat karena program bantuan keuangan kedua telah berakhir pada akhir bulan lalu.

Dombrovskis menjelaskan, Uni Eropa telah memberikan dana pinjaman kepada Yunani mencapai lebih dari 184 miliar Euro selama lima tahun melalui sejumlah mekanisme stabilisasi, seperti Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) dan Fasilitas Pinjaman Yunani (GLM). Kedua paket dana talangan yang telah diberikan kepada Yunani tersebut diperkirakan mencapai 240 miliar Euro.

Saat ditanya dengan pengunduran diri Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis, Dombrovskis tidak memberikan komentar banyak. “Pengunduran diri Menteri Keuangan Yunani dan penunjukan penggantinya adalah urusan internal Yunani,” kata Dombrovskis.

Terkait hasil referendum Yunani, anggota Negara kawasan Zona Eropa akan mengadakan pertemuan darurat pada Selasa.

 

GrahaFX – IB paling resmi instaforex indonesia.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply