Yen Melambung Ke Puncak 15 Bulan, Bursa Jepang Rontok

Yen Melambung Ke Puncak 15 Bulan, Bursa Jepang Rontok

0 228

Volatilitas pasar yang semkin kencang di hari Selasa (09/02) ini mengantar Yen mencapai level terkuatnya terhadap Dolar AS sejak akhir tahun 2014, karena pasar ramai-ramai mencari safe-haven seperti Yen. USD/JPY diperdagangkan di level rendah 114.45 pagi ini di sesi perdagangan Tokyo, titik terlemah pasangan mata uang tersebut sejak awal November tahun 2014, sebelum kemudian naik ke angka 114.70 dan mengawali hari Selasa ini di angka 115.85.

Sentimen investor amat lemah hari ini bersama dengan rontoknya bursa saham Jepang. Indeks benchmark Nikkei terjun bebas 4.38 persen ke angka 16,259.44 disusul dengan Topix yang menukik 4.54 persen ke angka 1,317.69.

pihaknya melihat adanya gelembung ekspektasi pasar terhadap kekuatan bank-bank sentral. Para trader mengendurkan pertaruhan mereka akan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS tahun ini masih dalam kaitannya dengan perlambatan ekonomi China. Di samping itu, dampak suku bunga negatif Bank Sentral Jepang juga turut memengaruhi keputusan para trader. Menurut Soichiro Monjoi, ahli strategi di Daiwa SB Investment Ltd yang berpusat di Tokyo yang diwawancarai oleh Bloomberg.

Sementara itu, menurut analisa dari BNZ yang dikutip oleh WBP online, sejak awal pekan ini, penghindaran risiko masih menjadi topik yang dominan di pasar. Aset-aset yang sensitif risiko pada umumnya masih berada di bawah tekanan walaupun data yang dirilis malam tadi tak banyak memberikan pengaruh.

Pergerakan yang terjadi nantinya lebih merupakan pantulan dari masalah kualitas kredit, outlook pendapatan perusahaan, dan siklus pertumbuhan. Dalam lingkungan semacam inilah, lanjut analis BNZ, maka penguatan Yen bukanlah hal yang mengejutkan.

Komentar senada tentang juga diungkapkan oleh Toshihiko Matsuno, analisa SMBC Friend Securities Co. yang dilansir oleh Bloomberg. Yen mengalami kenaikan sementar imbal hasil obligasi AS melorot dan harga emas melonjak. Secara garis besar, Matsuno menyebutkan bahwa apa yang terjadi pada Yen saat ini merupakan sentimen penghindaran risiko.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply