Yunani Buat Zona Eropa tak Menentu, Batubara Jadi Andalan

Yunani Buat Zona Eropa tak Menentu, Batubara Jadi Andalan

0 258

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (11/ 06/ 2015) pagi ini, gerak harga emas dilaporkan kembali terus melanjutkan gerak penguatan nilai apresiasinya atas mata uang USD. Hal ini terjadi setelah adanya laporan yang berhubungan dengan kondisi perkembangan zona Eropa, dalam hal ini perkembangan di negara Yunani. Kondisi mengenai nasib negara Yunani yang tidak pasti tersebut membuat para pelaku pasar kembali mengincar komoditas emas yang merupakan aset safe haven.

Dilaporkan bahwa pemerintah negara Yunani menyatakan pada hari Rabu kemarin, kalau para kreditur internasionalnya telah gagal untuk merespon proposal teranyar negara tersebut demi memecah kebekuan perundingan yang saat ini sedang terjadi mengenai kesepakatan pemberian utang lanjutan ke negara tersebut. Kondisi mengenai nasib negara Yunani yang tidak pasti tersebut membuat para pelaku pasar kembali mengincar komoditas emas yang merupakan aset safe haven. Dilaporkan bahwa S&P telah menurunkan peringkat utang negara Yunani menjadi “CCC” dari “CCC+”, aliran safe-haven pada gerak harga emas kembali meningkat ketika kondisi fundamental kawasan Negara Uni Eropa kembali memburuk. Gerak harga emas dilaporkan telah diperdagangkan kondisi harga yang melonjak tajam hingga mampu mencapai level tertinggi hariannya pada $1,192 US. Hal ini terjadi karena adanya koreksi yang terjadi atas indeks mata uang USD. Dilaporkan bahwa indeks mata uang USD terkoreksi negatif, dan bergerak melemah anjlok. Kondisi negatif yang tengah terjadi terhadap indeks mata uang USD, karena terseret sentiment para pelaku pasar atas apresiasi nilai mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen. Telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang Yen melemah sebanyak 158 poin atau 1.29% dengan harga berakhir pada level 122.741, sedangkan nilai indeks USD terkoreksi anjlok sebanyak 55 poin atau 0.58% berakhir pada level 94.64. Nilai apresiasi mata uang Jepang tersebut dianggap oleh kepala Bank Of Japan (BoJ) pada kesempatan press conferencenya kemarin telah terlalu lemah. Gerak harga emas menerima dukungan positif yang kuat untuk mampu bergerak naik harganya, setelah Gubernur BoJ, Kuroda, dalam kesempatan di press conference nya kemarin mengungkapkan bahwa pelemahan yang terjadi atas nilai apresiasi mata uang Yen yang terlalu cepat akan dianggap tidak terlalu baik, walaupun gerak pelemahan nilai apresiasi mata uang Yen adalah sesuai yang dianggap baik bagi pemerintah Jepang.

Gerak harga emas dilaporkan telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Rabu (10/ 06/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $9.30 US atau 0.79% dengan harga berakhir bergerak pada level $1,85.000 US/ troy ons. Gerak harga emas sebelumnya dilaporkan sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,192.195 US dan serendah $1,175.122 US. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $18.70 US atau 1.50%. Gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk kontrak Agustus sebagai kontrak teraktif saat ini dilaporkan juga telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Rabu (10/06/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $9.00 US atau 0.8% dengan gerak harga berakhir pada level $1,186.60 US/ ons. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $21.70 US atau 1.82%. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (11/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 555.000, naik sebesar Rp 2.000 dari harga di hari sebelumnya yaitu Rp 553.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Kamis (11/ 06/ 2015) ini, dilaporkan naik sebesar Rp 1.000, sehingga menjadi senilai Rp 500.000, naik dari hari sebelumnya yaitu Rp 499.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (11/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram – Rp 257.800.000, pecahan 250 gram – Rp 129.000.000, pecahan 100 gram – Rp 51.650.000, pecahan 50 gram – Rp 25.850.000, pecahan 25 gram – Rp 12.950.000, pecahan 10 gram – Rp 5.210.000, pecahan 5 gram – Rp 2.630.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 555.000.

Pada sesi perdagangan pasar di pagi ini harga emas spot LLG masih dalam pergerakan harga yang masih terbatas, belum bergerak banyak dari posisi harga penutupan sesi perdagangan pasar tadi. Memasuki sesi perdagangan pasar di hari Kamis (11/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas diperkirakan oleh para pelaku pasar akan diperdagangkan dengan volume yang besar. Perkiraan ini muncul karena mengingat beberapa data ekonomi Amerika akan mulai dirilis pada sesi perdagangan pasar Amerika malam nanti. Kondisi gerak harga emas secara tekhnis mulai melaju ke dalam trend bullish. Akan tetapi trend bullish yang terjadi saat ini masih lemah. Dibutuhkan arahan positif yang lebih kuat untuk memberikan stabilitas terhadap gerak rally harga emas. Pada sesi perdagangan pasar hari ini, diperkirakan bahwa gerak harga emas berpotensi untuk mencoba ke level harga resistance yaitu pada kisaran $ 1.190 US/ troy ons. Apabila ternyata gerak harga mampu menembus level tersebut, maka gerak harga emas akan sangat berpotensi untuk melanjutkan terus gerak peningkatan harganya ke kisaran $ 1.200 US. Namun apabila ternyata yang terjadi adalah pergerakan yang justru melemah, maka gerak harga emas akan mencoba ke level support pada posisi $ 1.180 US. Apabila ternyata level harga support tersebut berhasil ditembus, maka gerak harga emas akan melanjutkan gerak pelemahannya ke level $ 1.175 US.

Mengenai perdagangan komoditas emas hitam, dilaporkan bahwa Pada akhir sesi perdagangan pasar di hari Kamis (11/ 06/ 2015) dini hari tadi, dilaporkan bahwa gerak harga minyak mentah pada perdagangan malam tadi menguat kuat. Gerak harga minyak mentah mampu melejit kencang dan mencapai level tertinggi dalam satu bulan lebih. Kondisi ini mengakibatkan harga sumber daya energi tersebut menjadi lebih mahal. Karena nilai minyak mentah menjadi mahal, maka yang terjadi adalah pengalihan ke sumber energi alternatif. Hal ini membuat kondisi sehingga daya tarik batubara sebagai sumber energi alternatif mengalami peningkatan. Gerak harga batubara Rotterdam berjangka dilaporkan mengalami gerak peningkatan, meskipun melambat dari peningkatan yang terjadi di perdagangan hari sebelumnya. Gerak harga batubara acuan global untuk kontrak Juli kembali mengalami kenaikan karena didorong oleh kinerja perdagangan di pasar minyak mentah yang masih positif. Di samping didukung oleh kenaikan harga minyak mentah, kabar mengenai penurunan produksi mingguan di Amerika juga turut memberikan dorongan positif bagi gerak harga batubara acuan global. Di akhir pekan lalu berdasarkan data mingguan yang dikeluarkan oleh Energy Information Agency di Amerika Serikat terpantau bahwa produksi batubara di negara tersebut mengalami penurunan mingguan sebesar 6,1 %. Amerika Serikat yang merupakan produsen batubara terbesar kedua di dunia mencapai produksi sebesar 15,1 juta short ton (mmst). Harga batubara berjangka di bursa SGX menunjukkan hasil yang berbeda dengan kontrak Rotterdam. Di akhir perdagangan harga batubara SGX API 8 CFR China Coal Index Futures untuk kontrak Juli 2015 mengalami penurunan sebesar $ 0,15 US dan ditutup pada posisi $ 52,00 US/ ton. Gerak harga batubara untuk kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Juli 2015 terpantau stagnan. Harga berakhir pada posisi $ 43,90 US/ ton, tidak berubah dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada akhir sesi perdagangan pasar Amerika di dini hari tadi, gerak harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Juli berada di posisi $ 56,90 US/ ton. Gerak harga komoditas tersebut mengalami kenaikan sebesar $ 0,05 US atau setara dengan 0,09 % dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Gerak harga batubara berjangka berpotensi menuju level resistance pada posisi $ 57,23 US dan resistance kedua di level $ 57,50 US. Untuk level support harga yang kemungkinan bisa tertembus jika terjadi retreat harga ada pada posisi $ 56,73 US dan $ 56,50 US. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental yang negatif. Secara fundamental pergerakan harga komoditas ini masih berada dalam tekanan jual akibat kekhawatiran mengenai berkurangnya permintaan dari negara dengan tingkat perekonomian yang terbesar ke dua di dunia, yaitu negara China.
Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (11/ 06/ 2015) ini, nilai apresiasi mata uang zona Eropa, yaitu Euro, bergerak turun terhadap mata uang USD. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro saat masuk sesi perdagangan pasar Asia, berada pada kisaran 1.13216 di awal perdagangan, mata uang tersebut melemah sekitar -20 pips atau sekitar -0.18 % dan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 1.1301. Menjelang laporan dari INSEE yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai sektor ketenagakerjaan di Perancis, mata uang Euro tampak mulai bergerak turun. Beberapa pelaku pasar memperkirakan bahwa laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan. Nilai apresiasi mata uang Euro bahwa range normal mata uang Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.1256 dan level resistance pada kisaran 1.1383. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa indikator French Final Non-Farm Payrolls q/q dapat menunjukkan sinyal negatif di angka – 0.1%, belum dapat menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang juga – 0.1%. Nilai apresiasi mata uang Euro dilaporkan bergerak turun merespon dari perkembangan tersebut.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply