Yunani Harapkan 5 Juli, Fundamental Amerika Berpotensi Tekan Pasar

Yunani Harapkan 5 Juli, Fundamental Amerika Berpotensi Tekan Pasar

0 245
Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (02/ 07/ 2015) hari ini, gerak harga emas spot dilaporkan telah mengalami pergerakan yang masih kuat di teritori negatif. Gerak harga emas dilaporkan telah sempat diperdagangkan pada level $ 1.167,65 US. Gerak harga emas spot dan berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange dilaporkan telah mengalami penutupan harga yang makin melemah pada penutupan sesi perdagangan hari Rabu di hari Kamis (02/ 07/ 2015) dini hari tadi. Imbas dari krisis eropa, dalam hal ini krisis hutang Yunani, serta fundamental Amerika yang positif telah berkontribusi dalam penguatan nilai apresiai mata uang USD. Dengan demikian tentunya nilai apresiasi mata uang USD telah menjadi lebih unggul dari major currencies, khususnya mata uang Euro, maupun dari para komoditas oposannya.

Negara Yunani saat ini telah dianggap menjadi negara bangkrut pertama dengan nilai utang terbesar di dunia, meskipun masih ada kesempatan peluang lolos dari hal tersebut walau tipis. Negara Yunani sebelumnya sudah diperkirakan tidak mampu membayar hutangnya kepada para krediturnya yaitu sebesar $ 1,8 miliar US atau senilai 1,6 juta Euro atau sekitar Rp 22,64 triliun yang jatuh tempo pada hari Selasa (30/ 06/ 2015) lalu. Total nilai hutang negara Yunani sendiri nantinya akan berjumlah sekitar $ 360 miliar US atau senilai 323 miliar Euro atau sekitar Rp 4.795 triliun. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa krisis Yunani akan bakal menjadi lebih parah. “Kejadian ini betul-betul mengerikan,” ujar seorang Profesor Universitas Georgetown, Anna Gelpern seperti dilansir dari CNN Money. Hutang Yunani ini sendiri berasal dari Dana Moneter Internasional atau IMF, Jerman, Prancis, sejumlah bank di Yunani, dan lain sebagainya. Di dunia, selain Yunani, Argentina, Zimbabwe, Jamaika, dan Ekuador telah dinyatakan sebagai negara dalam kondisi bangkrut. Negara Yunani sebenarnya telah dua kali mencetak nilai hutang terbesar sehingga dinyatakan bangkrut. Sebelumnya krisis ini terjadi pada bulan Maret tahun 2012 silam, dimana negara Yunani sudah dinyatakan bangkrut dengan nilai utang mencapai $ 138 miliar US. Pada saat itu, negara Yunani masih bisa ‘bernapas’. Pasalnya, negara tersebut akhirnya bisa mendapat bantuan suntikan dana dari sejumlah negara di zona Eropa. Namun, bantuan dana berupa hutang ini menjadi dilema karena sebenarnya justru semakin memperbesar nilai hutang dari Yunani.

Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras tetap akan menolak bantuan IMF dan dia akan melakukan referendum pada 5 Juli nanti untuk mencari suara rakyat, apakah perlu berutang ke IMF atau bangkrut. Dengan begitu, Yunani mungkin saja akan masuk dalam daftar negara-negara yang pernah mengalami kebangkrutan mengikuti Argentina dan Zimbabwe. Dalam sejarah IMF sendiri, Yunani adalah merupakan negara maju pertama yang mengalami default. Yunani telah gagal dalam melakukan pembayaran kewajibannya kepada lembaga donor yang bermarkas di Washington ini. Bahkan merupakan kegagalan bayar dana pinjaman yang paling besar dalam sejarah organisasi tersebut. Lebih buruk dibandingkan dengan Sudan yang saat ini masih memiliki hutang ke IMF sebesar $1.4 milyar yang dipinjamnya sejak dekade 1980s. Negara-negara yang gagal bayar dan masih memiliki kewajiban kepada IMF adalah Irak, Bosnis dan Afghanistan. The European Central Bank, yang selama ini memberikan bantuan bagi perbankan Yunani, kedepannya hanya akan memberikan bantuan keuangan kepada bank-bank yang benar-benar kokoh.

Masalahnya adalah perbankan di Yunani sendiri sangat terkait erat dengan pemerintahan yang ada, dengan demikian tentu sulit untuk mencari mana bank-bank yang benar-benar mampu, manakala pemerintahannya sendiri gagal bayar ke IMF. Dengan demikian, ini mungkin dampak terbesar dari kegagalan pembayaran ke IMF. Memang negara-negara itu diperkirakan tidak akan serta-merta langsung menarik hutangnya ke Yunani, namun kegagalan pembayaran kepada IMF tetap membuka pilihan itu dikemudian hari. Hubungan Yunani dengan negara-negara Eropa lainnya juga tentu semakin sulit, setidaknya Yunani akan semakin sulit mendapatkan kepercayaan kembali untuk mendapatkan bantuan dana dan perbaikan bagi perekonomiannya.

Gerak harga emas pada hari Kamis (02/ 07/ 2015) dini hari untuk sesi prdagangan pasar hari Rabu tadi, dilaporkan telah ditutup melemah. Gerak harga emas spot pada penutupan sesi perdagangan pasar hari Rabu di hari Kamis dini hari tadi telah ditutup di kisaran harga $ 1.167,76 US/ troy ons. Gerak harga emas dilaporkan telah mengalami gerak penurunan harga yang tipis, yaitu sebesar $ 1,41 US dari posisi penutupan perdagangan di sesi perdagangan pasar sebelumnya. Gerak harga emas telah anjlok seiring dengan menguatnya nilai apresiasi mata uang USD. Penguatan nilai apresiasi mata uang USD terjadi adalah akibat dari adanya kondisi krisis dari negara Yunani yang efeknya telah menggerus nilai apresiasi mata uang Euro. Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa lalu, telah dilaporkan bahwa gerak harga emas sempat melemah hingga ke level harga $ 1.166,35 US, yang merupakan level harga emas terendah dalam nyaris empat minggu terakhir. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (02/ 07/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 550.000. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Kamis (02/ 07/ 2015) ini, dilaporkan senilai Rp 493.000. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (02/ 07/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram – Rp 255.300.000, pecahan 250 gram – Rp 127.750.000, pecahan 100 gram – Rp 51.150.000, pecahan 50 gram – Rp 25.600.000, pecahan 25 gram – Rp 12.825.000, pecahan 10 gram – Rp 5.160.000, pecahan 5 gram – Rp 2.605.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 550.000.

Gerak harga emas telah ditutup pada sesi perdagangan pasar hari Rabu di hari Kamis (02/ 07/ 2015) dini hari tadi dalam kondisi gerak harga yang lemah, tergerus seiring dengan keputusan pihak Yunani untuk tidak membayar cicilan hutangnya kepada pihak IMF. Kondisi ini mengakibatkan nilai apresiasi mata uang Euro mengalami penurunan tajam terhadap mata uang USD. Sedangkan harga minyak bergerak dengan fluktuatif karena para pelaku pasar menantikan kelanjutan nasib Yunani yang berada di ambang kebangkrutan. Para pelaku pasar khawatir bahwa krisis kebangkrutan negara Yunani akan mengakibatkan menyebarnya kondisi akut pada ekonomi di seantero zona Eropa. Jika ekonomi di zona Eropa kembali mengalami kondisi krisis, maka bisa dipastikan bila permintaan terhadap komoditas minyak mentah akan mengalami penurunan tajam.

Pada penutupan sesi perdagangan pasar hari Rabu di hari Kamis ( 02/ 07/ 2015) dini hari tadi, telah dilaporkan bahwa terjadi gerak penurunan tajam pada gerak harga minyak mentah berjangka di bursa komoditas Amerika. Di akhir sesi perdagangan pasar hari Rabu di hari Kamis dini hari tadi, dilaporkan bahwa gerak harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Agustus terpantau ditutup dengan membukukan penurunan yang signifikan. Gerak harga komoditas ini ditutup anjlok tajam sebesar 4,2 % dan berada pada posisi $ 56,96 US/ barel. Harga ditutup di level paling rendah sejak tanggal 22 April lalu. Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu di hari Kamis dini hari tadi, harga minyak mentah Brent juga mengalami pelemahan yang signifikan. Gerak harga kontrak Brent untuk bulan Agustus dilaporkan telah ditutup anjlok sebesar $ 1,6 US atau setara dengan 2,6 % dan ditutup pada posisi $ 62 US/ barel.

Gerak harga minyak mentah ini terjerumus ke teritori negatif setelah keluar kabar yang menyatakan bahwa para menteri luar negeri yang berunding dengan Iran kemungkinan akan mengatakan bahwa proposal kesepakatan yang telah ada masih amat prematur dan tidak akurat. Sebelumnya harga minyak mentah sempat mengalami penurunan tajam hingga menembus band yang menjadi support selama dua bulan belakangan. Salah seorang diplomat Iran mengatakan bahwa Iran dan enam negara Barat yang berunding mengenai program nuklirnya telah menyelesaikan draf kesepakatan yang akan direview oleh para menteri luar negeri hari Kamis dan Jumat pekan ini.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis ( 02/ 07/ 2015) ini, pergerakan harga minyak mentah WTI tampak bergerak naik tipis dari posisi penutupan sesi perdagangan pasar hari Rabu di hari Kamis dini hari tadi. Namun demikian pergerakan harga masih nyaris stagnan dan belum terlalu jauh dari posisi penutupan tersebut. Telah dilaporkan bahwa gerak harga minyak sempat berada di level $ 56,91 US. Diperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Saat ini kekhawatiran mengenai potensi kebangkrutan Yunani menjadi isyu utama pergerakan harga komoditas. Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level $ 58,00 US. Resistance selanjutnya ada di $ 60,00 US. Jika terjadi pergerakan yang berbalik melemah harga akan menemui support pada posisi $ 55,00 US dan $ 53,00 US.

Dilaporkan bahwa nilai Indeks USD bergerak menguat dan mendekati level tertinggi dalam tiga minggu yang dicapai pada hari Senin lalu. Nilai apresiasi mata uang zona Eropa, Euro, telah mengalami tekanan kuat setelah negara Yunani mengalami kondisi gagal untuk membayar cicilan hutang sebesar 1,6 miliar Euro kepada pihak IMF pada hari Selasa lalu. Gerak harga emas yang biasanya memperoleh dukungan positif di saat ekonomi global dipenuhi ketidakpastian tampak tidak terpengaruh. Para pelaku pasar berpendapat bahwa ini merupakan sinyal bahwa ekonomi dan kondisi Yunani sudah tidak lagi menjadi kekhawatiran yang membuat para investor merasa harus mengoleksi safe haven. Gerak harga emas lebih terpengaruh oleh gerak nilai apresiasi mata uang USD yang saat ini lebih cenderung bergerak positif menguat.

Mata uang negeri kanguru Australia, Aussie, dilaporkan pada sesi perdaganga pasar Asia di hari Kamis (02/ 07/ 2015) ini, masih berada di bawah tekanan bearish oleh kuatnya fundamental Amerika pada akhir-akhir ini. Seperti pada perdagangan sebelumnya, mata uang Aussie tertekan nilai apresiasinya hingga bahkan mampu mengalahkan dan menghabiskan hasil gerak penguatan dua hari sebelumnya oleh sentimen membaiknya laporan ketenagakerjaan non pertanian Amerika yang tumbuh di atas perkiraan yang dilaporkan oleh lembaga survei Automatic Data Processing (ADP). Indikator tersebut menggambarkan jumlah pekerja yang terserap oleh lapangan kerja swasta yang tersedia pada bulan Juli. Dalam laporan tersebut lapangan kerja di luar bidang pertanian pada bulan Juni naik sebesar 237 ribu, lebih pesat dari perkiraan yang hanya 218 ribu.

Selain kabar baik dari sektor ketenagakerjaan, laporan sektor manufaktur dari Markit dan PMI juga menorehkan angka perkembangan yang meningkat, sehingga semakin melengkapi penguatan nilai apresiasi mata uang USD. Pihak pemerintah dalam negeri Australia akan melaporkan neraca perdagangan bulan Juli lalu dengan perkiraan defisit perdagangan negara tersebut akan berkurang dari defisit sebelumnya sebesar 3.89 milyar dollar Australia. Di tengah harga komoditas tambang andalan yang sedang turun, pergerakan kurs Aussie satu bulan belakangan yang cenderung rendah diharapkan dapat membantu kinerja ekspor Australia sehingga dapat mengurangi neraca perdagangan yang defisit. Telah dilaporkan bahwa pergerakan nilai apresiasi AUD/ USD sempat bergulir di kisaran level harga 0.7633 setelah pada sesi perdagangan pasar hari Rabu kemarin harus ditutup melemah di harga 0.7643. Pada perdagangan pasar hari Rabu tersebut dilaporkan bahwa apresiasi mata uang AUD/ USD mencapai rendah di 0.7638 dan tinggi di 0.7738.

Diperkirakan bahwa pergerakan harga emas spot di sesi perdagangan pasar hari Kamis (02/ 07/ 2015) hari ini akan cenderung untuk bergerak melemah. Trend bearish masih terjadi di gerak harga emas. Kemungkinan akan adanya kenaikan suku bunga acuan di Amerika masih menjadi fokus perhatian para pelaku pasar. Para pelaku pasar saat ini juga sedang menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika yang akan dirilis malam nanti untuk mengambil sikap dalam bertindak di perdagangan pasar sehingga arah pergerakan harga akan semakin jelas. Pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (02/ 07/ 2015) ini, gerak harga emas akan berpotensi mencoba menuju level resistance pada $ 1.175 US/ troy ons. Jika ternyata pergerakan harga mampu berhasil sampai dan menembus level harga tersebut, maka gerak harga emas akan berpotensi melanjutkan gerak peningkatannya lagi ke posisi $ 1.180 US. Apabila justru yang terjadi adalah pergerakan harga melemah, maka gerak harga emas akan mencoba ke level harga support pada level $ 1.160 US. Apabila gerak harga ternyata berhasil menembus level tersebut, maka gerak harga emas akan melanjutkan gerak pelemahannya ke level harga $ 1.155 US.

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply