December 13 2018 04:13 AM
Authors Posts by dony fx

dony fx

150 POSTS 0 COMMENTS

0 436
profit, ibindonesia, broker, forex,

 Oleh Ninjaa Trader 

Strategi Trading Yang Mudah dan Sederhana

(Probabilitas Tinggi Dalam Profit)

Pernahkah Anda menemukan diri Anda pada “posisi yang salah dari perdagangan”? Anda buy dia turun, Anda sell dia naik, Anda tinggal sempat profit tetapi begitu Anda kembali di depan chart, eh sudah minus lagi dan Take Profit belum tersentuh. Banyak trader mengalami hal ini, dan pemula akan selalu mengalami hal ini. Ya ya ya… Salah satu masalah yang mereka miliki adalah dalam menentukan arah tren itu benar. Dan, menentukan trend ini macam-macam. Namun buatlah yang mudah dan sederhana.

Penggunaan Garis trend

Trendline adalah garis pembatas yang menghubungkan dua atau lebih bagian bawah berturut-turut (menggambarkan kekuatan bullish) atau garis pembatas yang menghubungkan dua atau lebih berturut-turut puncak (menggambarkan kekuatan bearish). Sebuah trendline dapat ditarik di sepanjang bagian atas downtrend, atau di sepanjang bagian bawah uptrend.

Sideway (Rentang Pasar Bound) terjadi ketika kenaikan harga berhenti di tingkat yang sama dari kenaikan sebelumnya, dan ketika harga menurun berhenti di tingkat yang sama dari penurunan sebelumnya.

Dalam sebuah tren menurun, setiap penurunan harga turun ke tingkat yang lebih rendah dari penurunan sebelumnya dan menghentikan kenaikan harga masing-masing pada tingkat yang lebih rendah dari kenaikan sebelumnya. Tren penurunan juga dikenal sebagai downtrend.

Trend muncul saat harga akan ke atas atau ke bawah selama periode waktu tertentu. Dalam tren yang meningkat, setiap kenaikan harga mencapai tingkat yang lebih tinggi daripada kenaikan harga sebelumnya dan menghentikan penurunan masing-masing pada tingkat yang lebih tinggi dari penurunan sebelumnya. Tren ini juga dikenal sebagai uptrend.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Garis Trend

1. Kerangka waktu yang lebih Panjang. Jika TF lebih panjang, garis trenline yang lebih valid . Contohnya sebuah trendline jangka waktu bulanan akan lebih valid dari jangka waktu seminggu.

2. Kekuatan Trendline. Semakin panjang trendline, akan lebih valid. Trendline yg menunjukkan pola utama periode yang lebih lama, lebih penting daripada garis trend yg pendek.

3. Trendline dengan Jumlah Hit. Harga lebih sering bertemu garis tren, garis tren akan lebih valid. Sebuah garis tren yang terkena 3 kali dengan harga sinyal lebih valid dari garis tren yang hanya menerima 2 hits.

4. Sudut trendline.  Semakin curam garis tren, artinya semakin cepat aksi dari sekelompok trader. Sebuah garis trend yang memiliki sudut 60 derajat menunjukkan aksi lebih cepat dari sekelompok trader dari 45 derajat trendline.

5. Jumlah Volume Perdagangan terhadap arah pergerakan harga. Volume perdagangan yang lebih besar yang bergerak dalam arah yang sama dari garis tren, trendline lebih valid. Jika harga bergerak ke arah garis tren dengan volume yang lebih besar, itu menegaskan tren. Jika harga menarik kembali ke garis tren dengan volume yang lebih kecil, juga menegaskan tren.

Maka bisa dibuat semacam garis Chanel Trend … Untuk lebih menegaskan pembacaan tren.

Penggunaan Indikator

Indikator yang memberitahu Anda arah trend pada chart, tidak ada aturan yang baku. Setiap Time Frame juga mengimajinasikan gambaran tren yang berbeda, tetapi setidaknya Anda harus memiliki imajinasi tren ini dalam sebuah indikator.  Ada yang disebut periode 50 Simple Moving Average (SMA). Setiap paket charting akan memiliki rata-rata bergerak yang sederhana dalam kemasannya. Oleh karena itu semua itu harus Anda lakukan yakni mengisi jumlah periode yang Anda inginkan (yaitu 50).

Entri “Indikator” adalah Stochastics Slow dengan pengaturan 14,3,3. Ini mungkin bukan pengaturan default, tetapi sekali lagi, setingan ini dapat dimasukkan ke dalam parameter ketika Anda memuat indikator ini. Ya, daripada bingung Anda bertanya-tanya periode yang tepat berapa ya..? hehehehe… (maaf pemula kesindir) ya serahkan saja kepada yang memiliki ide.

Indikator trend (50 SMA) akan menunjukkan “jangka menengah” arah trend pada time frame pilihan Anda. Saya sarankan menggunakan setidaknya 1 jam atau 4 jam grafik dengan indikator ini. Anda bahkan dapat menggunakan daily chart jika Anda seorang trader jangka panjang (long term). Tidak direkomendasikan  ketika Anda menggunakan frame waktu di bawah 1 jam (60 menit). Sekali lagi, karena ini dalam rangka mengidentifikasi tren.

Pastikan untuk menggunakan Frame Probabilitas Waktu Tinggi!

Fokus pada 1 jam atau 4 jam grafik, biar tidak ribet. Perhatikan dan imajinasikan pergerakan candle,  grafik dan indicator Anda untuk menemukan arah trend yang jelas.

Ketika tren tidak jelas (seperti ketika perdagangan sideways, menyeberang ke atas dan ke bawah SMA, ini sering terjadi). Namun bagaimana menentukan market sideway dalam penggunaannya di indicator?

Trader pemula memang sering bingung kondisi ini, belum bisa membedakan tren yang jelas dan tren tidak jelas.  Ketika indicator sudah menyatakan, “ini tren baru”, begitu Anda masuk posisi malah menjadi sideway. Minus lagi….akhirnya cut loss. Sudah di cut loss, harga berbalik menuju TP Anda yang baru saja close bersama cut loss Anda. Nyengir-nyengir dan mengumpat market.  Padahal Anda sudah sesuai apa yang diajarkan tentang tren. Apanya yang salah?  Lalu Anda pikir ini indikatornya yang salah, lalu Anda tinggalkan…! Bertemu lagi dengan cara menganalisa tren yang lain, strategi baru dengan indikator baru. Apa yang terjadi kemudian? Sampai kiamat pun, indikator atau ‘analisa’ buatan manusia terhadap forex adalah sifatnya “TIDAK SELALU BENAR”. Maka wajar dong, diikuti kadang benar dan kadang error. Cuma jika berpindah indicator, Anda akan memulai hal baru yang perlu penyesuaian lagi, padahal ujung-ujungnya sama > “TIDAK SELALU BENAR”. Kalau begitu, mengapa kita mesti begitu repot sama indicator dan strategi? Mengapa pikiran  kita begitu terkuras untuk mencari-cari strategi yang hollygrail sempurna dan selalu benar. Yang sebenarnya itu tidak pernah ada. Apapun strategi, system didalamnya terletak sebuah kelemahan, sayangnya kelemahan ini ‘sangar’ yakni “TIDAK SELALU BENAR”. Selalu ada kualitas error di urat-urat syaraf sebuah system tersebut hehehehe… Lalu banyak trader “menenangkan diri” dengan berbagai istilah; candle batal, system error, perlu banyak belajar lagi, belum rejeki dll.

“Lalu bagaimana? Aku jadi tambah bingung dan pesimis…!”

Hahahahahahhaa….

Pertama, menyadari hal ini bahwa makhluk ajaib yang bernama forex itu mengerikan seperti gadis zombie! (tambah pesimis.. hihihiii)

Hohohoho… jangan Bro..! Karena forex juga bisa menjadi seperti putri cantik jelita nan rupawan yang rajin kasih duit sama Anda. (semakin pesimis> kenyataannya selama ini yang terjadi sebaliknya, gadis cantik ini malah morotin duit gue!”)

Kedua, Peluangnya adalah pada probabilitas.

Buatlah  system, atau gunakan system yang probabilitas profit lebih tinggi.

“Meski ‘TIDAK SELALU BENAR’” ?

“Ya”

“Kalau loss bagaimana?”

“Ya, gak apa Pak… kan ‘TIDAK SELALU BENAR’.  Kebenaran kan hanya milik Tuhan..! Sekarang, misal Anda tidak mau loss, lalu mempertahankan diri dengan open posisi Anda. Karena Anda tidak mau loss, maka tidak mau cut loss dong (karena harus profit)… sementara harga terus menjauhi open posisi kita. Anda biarkan dan biarkan, alhasil adalah MC. Karena Anda tidak diberi kesempatan profit pun meski Cuma 1 pip. Tuh kan… maunya benar, malah yang terjadi sangat tidak benar nasibnya bagi modal Anda.”

“Jadi harus saya cut loss, jika sudah keluar dari system saya?”

“Ya cut loss, mosok laptopnya yang harus dibanting?”

“Beri contoh tentang strategi yang probabilitsnya tinggi Kang Ninjaa!”

Hahahahahahahahaa…. “Wani piro?”

Ketiga, konsistensi.

Baiknya kita konsistensi terhadap strategi. Buat rule-rule system dan taati secara konsisten. Masukkan didalamnya sinyal-sinyal Open Posisi maupun sinyal cut loss. Lakukan dengan kejam jika Anda harus menjadi algojo forex. Jadilah Si Raja Tega! Lakukan trading dengan penuh kesabaran, jadilah ‘kyai forex yang ahli sabar’

Lakukan trading dengan disiplin, jadilah jendral forex yang nasionalismenya terhadap forex tidak diragukan lagi.

Apapun strateginya sebenarnya tidak menjadi masalah, karena yang menjadi masalah adalah penerapan terhadap sebuah system itu telah dilakukan secara konsisten atau tidak.

Misalkan saja, ini hanya salah satu saja dari strategi menentukan tren, menurut saya probabilitasnya tinggi juga:

Anda seting pair EURUSD TF H1, pasang SMA 8 high dan SMA 8 low, kemudian masukkan lagi SMA 50. Bisa ditambahkan indicator lain missal MACD 5, 13,1 . Sekali lagi ini hanya sebuah contoh sederhana saja melihat tren dan bisa diikuti. Jika kedua SMA (high-low) diatas SMA 50 dan MACD diatas 0 maka kondisi ini menunjukan tren up. Atau sebaliknya, maka kondisi ini adalah tren down.  Kemudian menjadi meyakinkan lagi jika pada TF H4 juga memberi sinyal yang sama.

Kalau belum tercipta kondisi up tren atau down tren namanya “sideway”. Jika mau konsisten OP berdasarkan tren yang jelas, ya jangan OP dulu.

“Peluang OP bagaimana?”

Pokoknya padukan rule-rule yang saya jelaskan tentang MA, MACD, Stochastic dan trenline. Ini cukup…sangat cukup!!! Anda hanya butuh eksplorasi saja terhadap system ini. Anda harus konsisten dan  Anda harus kreatif dan inovatif  dan rajin membuat trenline.  Mau cari lagi yang kayak apa yang  Anda mau? Yang profitable? Sistem ini saja juga sudah profitable. Probabilits profitable….. Mencari system lain pun sama persoalannya… Terdapat hukum-hukum: Ada OP, ada TP dan ada SL. Jika ada system yang tidak ada  pembatasan risiko money management namanya bunuh diri melalui forex. Apapun system itu…Terlebih  Jika menjanjikan 100 % profit dengan jaminan, itu namanya bulshit setan! Jika pun bisa, tidak akan langgeng karena menyalahi hukum alam trading hehehehe.

Yang Anda butuhkan adalah pengembangan strategi yang lebih baik dan menentukan style trading yang tepat sesuai karakteristik Anda sendiri. Anda harus sabar karena ada proses, perlu jam terbang dan sebagainya. “Dan sebagainya” inilah yang  akan Anda dapatkan dalam pengalaman Anda sebagai seorang trader. Hal ini yang mencetak karakter trading Anda.

“ Bagaimana menentukan SL-nya?”

Analisa dan imajinasikan… Anda bisa menambah indikator lain semacam outo pivot atau lainnya untuk dimasukkan ke dalam system Anda yang fungsinya untuk memasang SL. Atau kalau menggunakan moving average saja ya tinggal melihat posisi MA. Ambil posisi-posisi MA yang berlawanan. Berkreasilah dan inovatif jangan dituntun terus, gak  akan mandiri-mandiri. Praktek dan praktek, kembangkan dirimu….Lakukan uji coba- uji coba. Misal trend melihat time frame yang lebih panjang, kemudian untuk  entry-nya Anda melihat sinyal rule di TF M15 dan OP searah dengan tren yang terjadi. Dan masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dan ini tugas Anda.  Jadilah diri Anda master buat diri sendiri..!

“Bagaimana jika dipadukan dengan stochastic, Kang Ninjaa… tadi Anda sempat sebut-sebut sctochastic 14,3,3?”

Berikut adalah cara menggunakan strateginya!

Setelah kita memiliki tren yang jelas, up  atau downtrend, maka kita menunggu sinyal masuk di arah trend itu. Selain strategi yang saya sebutkan diatas atau jika menggunakan indikator lain semisal stochastic maka perlu perhatikan:

Kapan Anda mendapatkan sinyal Stochastic membeli atau menjual?

Sinyal buy datang ketika SMA 50 yang mengarah ke atas dan dua baris Stochastic pergi ke (atau di bawah) tingkat/level 20 (garis bawah horizontal pada grafik) dan kemudian menyeberang satu sama lain dan berpaling ke atas.

Sinyal  sell  terjadi ketika SMA 50 mengarah jelas ke bawah dan  garis Stochastic pergi ke atau di atas level 80 (garis horizontal atas) dan kemudian menyeberang satu sama lain dan ujung kepala ke bawah.

Kuncinya open posisi adalah  HANYA jika memasuki sinyal yang ada di arah bahwa SMA 50 yang menunjuk sinyal dan tidak bertentangan dengan indicator yang buat konfirmasi. . Jadi mari kita satukan semua secara bersama-sama. Jika konfirmasi telah didapat, lakuakn transaksi dengan hasil profit atau pun tidak profit (kena SL). Atau bisa juga Anda konfirmasikan dengan high low daily, jika memungkinkan untuk tidak menggunakan SL, karena target daily telah terpenuhi Anda pun bisa mensiasati dengan strategi averaging daripada penggunaan SL. Asal Anda juga perhitungan terhadap money manajement trading Anda.

Menyatukan semuanya! Forex terlalu kompleks untuk dijelaskan dan dipahami sepintas.

Begini saja, kalimat yang mudah dipahami dan sederhana:

Jika, misalnya, di sisi kiri dari grafik kita akan memiliki kecenderungan yang jelas mengarah ke atas, itu akan ditunjukkan oleh kemiringan ke atas khas dari SMA 50. Oleh karena itu, kita hanya akan mengambil sinyal buy Stochastic.

Kemudian bayangkan pasangan masuk ke dalam kisaran sideways (tidak ada trend didefinisikan) dalam hal ini kita tidak akan mengambil perdagangan. Kita juga bisa menunggu tren lain muncul atau kita hanya bisa pergi ke lain grafik dengan arah tren yang berbeda. Tapi katakanlah kita hanya akan menunggu tren lain muncul.

Katakanlah kita melihat bahwa di sisi kanan dari grafik ini arah trend berubah jelas menurun. Oleh karena itu, kita hanya harus melihat untuk memasuki sinyal menjual Stochastic.

Menggunakan strategi sederhana ini, Anda tidak akan memiliki masalah menentukan arah trend yang tepat (yang mana trader pemula sering bingung) dan Anda tidak akan memiliki masalah mengetahui kapan strategi memberitahu Anda sinyal untuk mengambil membeli atau menjual  dan Anda akan tahu mana sinyal probabilitas tinggi dengan menyaring sinyal dalam  arah trend (sebagaimana didefinisikan oleh SMA 50).

Berikutnya  adalah cara untuk Mengelola Risiko Anda di Perdagangan!

Pastikan untuk menempatkan stop loss (atau entry order berlawanan) di sisi berlawanan dari moving average. Dengan kata lain, jika moving average  yang menunjuk ke atas dan Anda membeli, maka stop loss Anda perlu berada di bawah moving . Jika moving average adalah menunjuk ke bawah dan Anda memasukkan perdagangan menjual, maka Anda sebaiknya  berhenti dari perdagangan Anda (atau entry order berlawanan) berada di atas moving average.

Mulailah dari perdagangan dengan volume yang kecil. Jika Anda harus kena stop loss, tidak akan menyita pikiran Anda karena stress. Anda tetap santai dan menikmati trading Anda. Silahkan buat aturan MM sendiri dalam trading Anda. Anda yang lebih tahu tentang keuangan Anda dan yang siap diresikokan.

Anda  dapat mengambil keuntungan ketika pasangan telah diperdagangkan jauh dari titik entry Anda.  Anda bisa menerapkan konsep trailing stop atau SL + 1, atau ketika tren jelas berubah ke arah yang berlawanan. Skenario ini akan menjadi yang terbaik untuk pemula.

Akhirnya,

Penjelasan ini memberikan informasi yang baik: PERTAMA,  menentukan arah trend pada time frame yang yang lebih lama dan kemudian KEDUA memberitahu Anda kapan harus masuk dan kapan harus keluar, KETIGA Anda mengetahui ketidakjelasan arah trend  pada market sideway.  KEEMPAT, Anda tahu bahwa strategi ini “‘TIDAK SELALU BENAR’

Kabbboooooooooorrrrrr……!!!!! [sumber]

0 417
sukses forex.

Sebentar. Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, saya mau bertanya. Siapa di antara Anda yang menafsirkan bahwa strategi yang akan saya paparkan kali ini adalah strategi trading forex tanpa loss? Jika Anda menafsirkan demikian, bersiaplah untuk kecewa.

Eits, tunggu dulu. Anda perlu tahu bahwa meskipun ada transaksi yang mengalami loss, strategi yang akan saya paparkan kali ini tetap sering dipergunakan untuk meraih potensi keuntungan. Apa nama strategi itu? Namanya adalah: MARTINGALE.

Apa Itu Martingale?

Sebenarnya strategi ini sangat sering dipraktekkan di meja judi semacam kasino (tempat judi) di Las Vegas. Konon, strategi inilah yang menyebabkan kasino-kasino jaman now menerapkan aturan berupa pembatasan jumlah taruhan maksimun dan minimum. Masalah utama dalam menerapkan strategi ini adalah bahwa Anda mutlak memerlukan dana yang sangat – sangat – BESAR. Bahkan saya sendiri sering mengatakan bahwa untuk menerapkan strategi ini agar bisa bekerja 100%, Anda membutuhkan sumber dana yang “tidak terhingga”.

Strategi martingale dibangun di atas teori (setidaknya hipotesa) bahwa harga akan senantiasa mengalami koreksi. Saya ingatkan sekali lagi: tanpa sokongan modal yang cukup besar, penerapan strategi ini hanya akan membawa Anda menuju kegagalan.

Strategi ini sendiri mulai dipopulerkan di abad ke-18. Pertama kali diperkenalkan oleh ahli matematika Perancis bernama Paul Pierre Levy. Aslinya, strategi ini berasal dari teknik bertaruh “doubling down”.

Di meja judi, dengan sistem doubling down, jumlah “taruhan” justru akan digandakan tiap kali mengalami kekalahan. Dengan demikian pada suatu saat semua kekalahan akan tertutup oleh satu kali kemenangan.

Mari kita ambil contoh. Anggaplah Anda sedang “bertaruh” dengan saya. Kita bertaruh lempar koin, yang memiliki dua sisi yaitu sisi “gambar” dan sisi “angka”. Anggaplah besar taruhan kita adalah $1 untuk tiap kali tos (lempar koin). Ingat, tiap kali kalah, Anda akan menggandakan taruhan Anda.

Ingat juga bahwa Anda akan konsisten bertaruh hanya untuk kemunculan sisi “angka”. Meskipun Anda bisa jadi akan beberapa kali kalah, tetapi pada suatu waktu semua kekalahan Anda itu akan terbayar.

Hasil dari “permainan” kita akan saya ilustrasikan dalam tabel berikut:

Dari tabel di atas bisa Anda lihat bahwa dari tos ke-2 hingga ke-6 Anda selalu kalah. Tetapi pada tos ke-7, pilihan Anda muncul dan Anda memenangkan $32. Ketika ditotal, semua kekalahan Anda langsung terbayar dan hasilnya Anda untung sebesar $2.

Tetapi itu asumsinya adalah pada tos ke-10 Anda menang. Jika ternyata sisi “angka” tak kunjung muncul, maka pertanyaannya adalah, “Masih cukupkah uang Anda untuk melanjutkan permainan?”

Aplikasi Martingale Sebagai Strategi Trading

Contoh di atas adalah ilustrasi hasil yang mungkin muncul jika Anda berjudi. Kemunculan sisi “angka” atau “gambar” murni karena keberuntungan (atau kesialan) semata. Tetapi ketika trading, Anda akan melihat bahwa pergerakan harga mata uang cenderung bergerak dalam trend tertentu (price moves in trend) dan trend tersebut bisa berlangsung cukup panjang. Kunci pertama Anda adalah menentukan posisi pertama yang benar (buy atau sell).

Selain itu, trend juga memiliki “koreksi”. Jadi meskipun posisi pertama Anda salah, Anda masih memiliki kesempatan untuk membayar kesalahan tersebut ketika terjadi koreksi.

Trend dan koreksi sendiri merupakan sebuah keniscayaan dalam pergerakan harga. Dengan demikian, unsur “spekulatif” dalam penerapan martingale dalam trading bisa dihilangkan, atau setidaknya diminimalisir. Apalagi jika dikombinasikan dengan analisa teknikal dalam menentukan pembukaan posisi.

Coba Anda simak ilustrasi berikut ini:

strategi trading forex, martingale

Anda bisa melihat bahwa ketika harga naik ke 1.50500 maka si Trader sudah mengalami kerugian sebesar 500 pips (-$500). Dengan sistem martingale, di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar dua lot, digandakan dari  posisi sebelumnya yang hanya 1 lot. Ketika harga naik lagi ke 1.51000, si Trader sudah mengalami kerugian sebesar -$2,000 dan di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar 4 lot.

Ketika harga kembali ke 1.50500, barulah kerugiannya berubah menjadi keuntungan sebesar 1500 pips atau $1,500.

Pertanyaan yang sama kembali muncul, “Sampai sejauh mana modal Anda kuat menahan pergerakan harga?”

Saya lantas membuat hitung-hitungan sederhana. Jika Anda ingin menerapkan martingale dengan memulai transaksi dengan besaran 0.1 lot dengan multiplier (pengali) dua, kira-kira modal yang Anda butuhkan akan seperti ilustrasi di bawah ini:

Interval (jarak) antar posisi : 500 pips
Lot awal : 0.1
Multiplier (pengali) : 2
Deposit awal : USD 50,000
Posisi : Sell

 

Output:

Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa dengan modal $50,000 Anda bisa menahan pergerakan harga hingga 3500 pips. Jika harga tak mengalami koreksi dan terus naik, maka modal sebesar itu bisa habis.

Maka jika Anda ingin menjalankan strategi trading forex ini, modal yang Anda butuhkan sangatlah besar. Bahkan mungkin Anda harus menyiapkan sumber dana yang tak terbatas, seperti yang saya sampaikan di awal. Artinya, resikonya pun mungkin unlimited.

So, the choice is yours. Choose wisely. [sumber]

Catatan admin: Memang keberhasilan seorang trader untuk masuk ke dunia trading forex harus dibutuhkan modal yang banyak, gunanya untuk mengatur Money Management (MM) dan sebagai tahanan. Seperti halnya trader investor mereka mampu tidak memasang SL karena dana mereka cukup besar untuk menahan floating. Begitu juga strategi ini juga dibutuhkan margin yang besar bisa OP kita hingga ke-5 bahkan ke-10 jika belum kena atau berhasil juga. Intinya harus berimbang antara modal dan target profit keuntungan.

0 406
ib ibstaforex
Trading forex memiliki risiko yang sangat besar dalam prosesnya, namun semua sebanding dengan istilah High risk and high return. Kita semua ingin memproduksi jutaan dolar dalam sekejap dengan trading forex. Memang, sebuah kesuksesan besar dalam trading forex bisa merubah hidup kita. Tapi, tidaklah mudah untuk menjadi trader yang sukses dalam trading forex. Ada kemungkinan besar kita kehilangan uang dalam sekejep. Memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan adalah sebuah keharusan jika kita ingin mengambil bagian di dalam trading forex.

Tanpa itu, janganlah bermimpi untuk menjadi seorang jutawan. Berikut ini ada tips tentang bagaimana untuk membuat trading forex menjadi lebih mudah dan menghindari kehilangan uang yang banyak.

Kuasai sebuah metode yang cocok untuk kita

Sebagian besar trader yang memasuki dunia forex berharap untuk mendapatkan banyak uang dalam waktu yang singkat. Mereka mencari indikator terbaru di internet. Mereka percaya bahwa indikator-indikator tersebut yang akan melakukan pekerjaan untuk mereka. Tapi itu merupakan fakta yang salah. Pertama-tama, singkirkanlah mentalitas ini untuk pikiran kita jika kita ingin menghasilkan banyak uang di forex.

Price action trading merupakan salah satu metode terbaik yang bisa digunakan di pasar. Metode ini sudah ada sejak lama dan para ahli memprediksi bahwa metode ini akan bertahan selama bertahun-tahun di masa depan. Hal terbaik tentang price action trading adalah kerjanya yang baik dalam mengetahui kecepatan pergerakan pasar.

Ini adalah cara yang jauh lebih baik jika kita memilih metode yang sesuai dengan gaya kita. Begitu kita memutuskan itu, membuat komitmen dan praktek hingga kita menguasainya.

Memanfaatkan time frames yang lebih tinggi

Banyak trader yang percaya bahwa mereka dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan grafik time frame yang lebih rendah. Memang, memang benar bahwa grafik time frame yang lebih rendah menyediakan lebih banyak sinyal. Tapi ada ada banyak sinyal palsu di luar sana. Oleh karena itu, hal ini bahkan menjadi sulit untuk menghasilkan lebih banyak uang di grafik time frame yang rendah.

Untuk para pemula, hal tersebut adalah hal yang terbaik untuk memainkannya di grafik time frame yang lebih tinggi. Kesempatan untuk berubah menjadi bermanfaat menjadi lebih tinggi juga dalam kasus ini.

Grafik harian juga sangat lebih baik daripada grafik time frame yang lebih rendah. Sinyal lebih dapat diandalkan dan kuat daripada yang per jam. Menerima informasi lengkap dalam 24 jam lebih baik daripada informasi satu jam. Kita bisa mengamati seluruh gerakan yang terjadi di hari tersebut dengan grafik harian.

Jangan terlalu berobsesi dengan grafik

Setelah kita berkomitmen untuk menggunakan grafik harian, inilah saatnya untuk berhenti melihat grafik setiap waktu. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk yang perlu kita singkirkan. Itu seharusnya akan baik-baik saja jika trader melihat grafik sepanjang hari dan tidak mengambil tindakan. Tapi dalam kenyataannya, melihat grafik setiap saat akan mengarahkan ke kesalahan yang fatal. Sebagai contoh, mereka yang memasukkan trading mereka tidak boleh dan berhenti dalam trading yang sangat menjanjikan.

Hal ini berbeda jika kita berkomitmen untuk menggunakan grafik harian. Kita hanya perlu untuk melihatnya sekali dalam sehari. Ketika sesi ditutup untuk hari itu, kita harus mengamati dan mencari trade yang berpotensi. Jika tidak ada trading yang menjanjikan, itulah saatnya untuk mematikan komputer Anda dan melakukan sesuatu yang lain. Tidak ada yang bisa kita lakukan tentang hal ini, biarkanlah pasar melakukan pekerjaannya.

Perkuatlah pikiran kita

Sisi psikologis juga mengambil peran besar dalam trading forex. Sebagian besar trader yang hanya bekerja pada metode atau sistem tanpa mempertimbangkan aspek psikologis. Ini adalah salah satu alasan mengapa sebagian trader gagal di forex. Pikiran dan keterampilan harus bekerja seimbang untuk menjadi trader yang sukses.

Kesalahan yang umum adalah bagaimana trader mendekati dan berpikir tentang pasar dan trading. Trading forex adalah sebuah perang dan pasar adalah medan perang. Kita perlu memiliki sebuah pola pikir yang benar dan berpikir untuk memenangkan pertempuran. Jika kita tidak memiliki itu, trading forex akan selalu menjadi pertempuran yang susah untuk kita.

Kita perlu fokus pada elemen trading forex dan belajar semua yang kita bisa. Membaca buku dan tips dari profesional adalah cara terbaik untuk menguatkan pikiran kita. Mengamati cara mereka berpikir dan mencoba untuk menerapkannya. Belajar dari para ahli adalah cara terbaik untuk menjadi saingan mereka.

Itulah hal-hal yang bisa Anda terapkan untuk melakukan trading menjadi lebih mudah.

0 1434
Trading Plan

Trading Plan – Aktivitas trading adalah salah satu bisnis yang memberikan resiko cukup tinggi jika tidak diatur dengan strategi dan perencanaan yang benar. Sehingga untuk mengantisipasi setiap kemungkinan, Anda sangat perlu membuat trading plan yang berguna untuk mengarahkan saat sedang melakukan trading.

Tentu saja untuk membuat sebuah trading plan, seorang trader harus bisa memperhatikan hal-hal penting yang akan mempengaruhi pada proses trading nya.

1. Belajar strategi trading

Strategi trading merupakan hal yang sangat penting, karena tanpa strategi aktivitas trading Anda akan sangat berantakan. Anda harus mengenal strategi apa saja yang bisa dilakukan dan strategi mana yang paling cocok dengan karakter Anda. Jika Anda seorang trader pemula, cobalah menggunakan strategi yang profitable namun mini resiko, seperti swing market, simple claping atau follow trend.

Swing market: merupakan strategi open posisi ketika terjadi trend market panjang. Swing market biasanya menggunakan bollinger band, moving average, parabolic sar atau dochian band. Strategi yang sederhana untuk dipelajari para trader pemula namun sangat butuh kesabaran pada saat menjalankannya karena trader akan lebih jarang untuk melakukan open posisi.

Follow trend: Tidak banyak yang ingin menggunakan follow trend, alasan karena ada anggapan bahwa harga open posisi buy saat sedang trend buy dan juga open posisi sell saat sedang trend sell akan hilang pada beberapa keadaan open posisi yang disebabkan karena open posisi 2 arah. Ini adalah anggapan salah, sebab jika Anda melakukan 2 arah open posisi maka resiko loss akan tinggi. Jika hanya open posisi 1 arah ketika trending market maka akan menguntungkan dan juga sangat minim resiko.

Simple scalping: teknik ini juga cocok sekali untuk para pemula yang sangat aktif saat membuka posisi dan juga menutup posisi. Strategi ini juga cukup profitable, namun harus dipadukan dengan follow trend agar bisa menurunkan resiko loss.

2. Menentukan level resiko

Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menentukan sejauh mana level resiko Anda. Saat sedang bertrading sebaiknya Anda sudah menetapkan level resiko mana yang membuat Anda nyaman. Untuk para professional trader batas level resiko yang biasanya di ambil adalah 1 sampai 5% dari modal yang dimiliki. Sehingga apa yang Anda pilih nantinya akan bergantung pada gaya trading dan juga toleransi resiko Anda.

3. Menentukan goal

Sebelum Anda memulai suatu hal yang harus Anda lakukan adalah menentukan goal atau tujuannya. Begitu juga trading, sebelum Anda benar-benar mulai melakukan aktivitas trading, tentukanlah apa goal yang akan Anda capai seperti profit yang realistis. Akan lebih baik jika Anda bisa menentukan target profit secara harian, bulanan, atau pun tahunan.

4. Memahami aturan entry dan exit

Sebelum Anda benar-benar memasang posisi trading, sebaiknya Anda juga sudah tahu dimana posisi stop loss dan juga target profit nya. Saat sudah mulai trading, entry haruslah sesuai dengan strategi trading yang sudah di uji sebelumnya. Sehingga trading plan Anda akan berisi mengenai gambaran dimana dan kapan Anda akan memasuki market, lalu apa indikator yang diperlukan serta pricing action seperti apa yang seharusnya dilakukan. Selain itu Anda juga sudah siap exit trading pada target yang sudah ditentukan, biarpun pada dasarnya akan sangat menggiurkan untuk Anda tetap mempertahankan posisi saat pasar mulai bergerak sesuai apa yang Anda inginkan.

5. Fleksibel pada situasi

Walaupun Anda sudah menyusun sebuah trading plan secara rinci namun bukan berarti trading plan tersebut harus Anda jalankan dengan sangat kaku. Disiplin memang sangatlah dibutuhkan namun terkadang ada waktunya Anda juga harus bisa fleksibel pada situasi. Perlu Anda ingat bahwa menjadi fleksibel bukan berarti menjadikan Anda tidak disiplin.

Situasi yang harus membuat Anda fleksibel misalnya saat harga belum sama sekali menyentuh TP atau SL namun jika dilihat secara teknikal Anda seharusnya sudah menutup posisi. Tentu saja jika kondisinya demikian, Anda tidak dilarang untuk menutup posisi walaupun resiko nya belum benar-benar tersentuh dan keuntungan belum sesuai dengan target. Namun tentu saja Anda juga tidak boleh sembarangan karena keputusan yang di ambil harus didasari oleh para analis teknikal yang objektif bukan karena merasa takut secara psikologis (takut jika profit akan berubah jadi loss).

Situasi fleksibel lainnya bisa dilakukan dengan cara memperbesar toleransi pada resiko per transaksi. Misalnya jika sebelumnya Anda sudah menetapkan 5% resiko dari modal untuk setiap transaksi maka di waktu selanjutnya Anda bisa saja menetapkan 5% resiko dari equity akhir per transaksi. Contohnya dari semula modal $10,000 kemudian bisa berkembang jadi $15,000. Jika sebelumnya toleransi yang diterapkan adalah $500 atau 5% dari $10,000, setelah 1 equity akan jadi $15,000 toleransi resiko per transaksi yang berubah menjadi $750.

Beberapa hal di atas merupakan situasi fleksibel yang tentunya tidak melanggar pada kedisiplinan trading plan Anda.

6. Mencari tau trend apa yang sedang berlangsung

Mencari tahu trend saat ini serta menetapkan Anda akan membuka posisi sell atau buy juga sangat penting untuk Anda lakukan dalam penyusunan trading plan. Sebaiknya Anda tidak melawan trend sesuai dengan time frame Anda. Misalnya jika Anda memiliki untuk melakukan trading dengan strategi swing sebaiknya Anda harus tahu bagaimana trend fundamental dan juga larangan untuk melawan trend tersebut. Anda juga jangan mudah mengubah rencana entry sell dan buy tanpa ada alasan kuat.

7. Mencari support dan resistance

Anda juga harus mencari support dan resistance mana yang kuat. Anda bisa mencari kedua hal tersebut dengan menggunakan minimalnya 5 metode pada semua time frame. Misalnya untuk swing dan juga day trading, Anda bisa menggunakan time frame MN, W1, D1, H4 dan H1. Kemudian setelah Anda mendapatkan support dan resistance tidak hanya 1, Anda harus terus mengamati mana support dan resistance yang kuat dari histori. Untuk mengetahui mana yang paling kuat biasa support dan resistance sudah berkali-kali diuji dan tetap tidak menghasilkan breakout.

8. Mencatat semua hal yang sudah Anda lakukan

Setelah melakukan beberapa hal diatas yang harus Anda lakukan adalah memantau record dari performa trading Anda, sehingga Anda bisa menganalisa seberapa berhasilkah strategi trade yang Anda gunakan dan melihat apakah jalur yang Anda lalui nantinya akan mengalami loss yang sering atau tidak. Beberapa hal yang harus Anda catat seperti harga enty, harga exit, level stop loss, level take profit, size posisi, emosi, komentar, profit dan loss serta screenshot chat saat exit dan entry.

Itulah 8 cara membuat trading plan untuk pemula. Memiliki sebuah rencana sangatlah penting jika Anda ingin menjadi sangat konsisten mendapatkan profit, sehingga trader jangan pernah meremehkan perencanaan yang telah disusun dengan baik.

[ sumber: Valasonline ]

Selamat menerapkan ya Gan, salam sukses dan profit selalu.