September 17 2019 09:35 AM
Artikel

2 713

Mengapa Mindset Forex Anda Berpengaruh?

Jika Anda mempelajari pasar forex, maka semestinya Anda tahu bahwa ini adalah pasar keuangan terbesar di dunia sejauh ini. Anda mungkin juga tahu bahwa siapapun bisa ikut dalam trading forex tetapi bukan tanpa resiko. Jika Anda menghabiskan beberapa waktu untuk belajar dengan serius maka Anda pasti mendengar para ahli yang berbeda memberitahu Anda bahwa sebelum mempertaruhkan uang dalam forex, Anda perlu melakukan banyak persiapan mental dan psikologis.

 

Sebelum trading forex, semua ahli akan menyarankan Anda untuk mengenal diri sendiri dengan baik dalam situasi bertekanan tinggi. Mereka juga akan menyarankan Anda rumus menyeluruh tentang ketrampilan manajemen keuangan dan strategi trading. Terakhir, mereka akan menyarankan Anda uuntuk mendapatkan kontrol penuh atas emosi Anda sendiri dalam mengambil keputusan forex di masa depan.

Konsensus dan Pertanyaan Ahli Forex

Ada konsesus luas di kalangan mayoritas ahli forex tentang prinsip-prinsip di atas. Sementara para ahli tidak setuju tentang jenis analisis terbaik, platform trading palinng canggih atau pasangan mata uang terbaik untuk trading, sebagian besar dari mereka setuju bahwa Anda membutuhkan pola pikir tertentu untuk mencapai keberhasilan dalam forex.

Yang perlu dipertanyakan adalah jika yang Anda lakukan adalah trading forex, maka kenapa pikiran dan perasaan harus dibahas? Bagaimana kedua hal ini bisa relevan dengan status Anda sebagai trader forex? Apakah mungkin untuk sukses tanpa syarat ini?

Jawabannya adalah karena pikiran dan emosi Anda sangat terlibat dengan keberhasilan atau kegagalan yang Anda raih dalam forex. Untuk lebih jelas, berikut ini ada beberapa alasan kenapa trader forex harus melatih pikiran dan hati mereka sebelum trading forex.

Tekanan Lebih Rendah. Ini bukan rahasia bahwa trader yang santai adalah trader yang lebih baik. Jika Anda dapat menerima kerugian tanpa membiarkan  diri Anda jatuh, maka kemungkinan besar Anda akan menjadi trader yang lebih profesional.

Jangan Overtrading. Jika Anda memiliki kontrol penuh atas emosi Anda, maka keserakahan tidak akan menjadi pembimbing Anda dalam trading. Ini akan mencegah Anda overtrading sebagai akibat dari kerugian yang Anda alami.

Pertahankan Motivasi. Percayalah bahwa hampir setiap trader tahu pentingnya sebuah motivasi. Korelasi langsung antara motivasi tinggi dan kesuksesan telah terbukti dari waktu ke waktu. Jika Anda bisa mengontrol emosi saat melakukan trading forex maka Anda tidak akan membiarkan kerugian menjatuhkan Anda. Bahkan Anda akan memiliki motivasi yang lebih tinggi hingga akhirnya Anda bisa meraup uang lebih banyak dari pasar forex.

Kenali Para Penipu. Pada poin sebelumnya kita telah fokus pada emosi, tapi pada poin ini akan lebih relevan dengan pelatihan mental. Jika Anda mempersiapkan pengetahuan forex Anda sebelum trading seperti mempelajari pasar dan menjadi familiar dengan seluk beluk trading forex, ini akan membantu Anda mengenali penipuan forex sebagai lawan layanan forex yang sebenarnya. Faktanya, ini mengharuskan Anda melatih pikiran dan hati karena jika Anda melumpuhkan emosi maka berbagai janji-janji yang dilontarkan broker forex pada Anda tidak akan berefek. Keakraban Anda dengan pasar juga memungkinkan Anda untuk bisa membedakan antara layanan nyata atau penipuan.

Jadi setelah menyelesaikan ulasan di atas, apakah sekarang Anda berpikir bahwa mental dan pikiran memiliki peran penting dalam trading forex? Jangan lelah atau malas untuk melatih pikiran dan mental agar Anda bisa menjadi trader profesional yang lebih sukses lagi.

[ sumber: valasonline ]

Bagi Trader yang akan terjun ke dunia trading forex wajib membaca tentang mindset atau psycology, karena kalau diabaikan mungkin Anda akan menyesal kemudian. Karena market itu kejam dan yang dapat mengendalikan diri itu hanyalah kita sendiri.

0 805

MERAIH KESUKSESAN DI FOREX

Kali ini saya akan bicara tentang bagaimana meraih kesuksesan di forex, juga rintangan-rintangan yang menghalangi untuk sukses. Saya ingin semua trader bisa berhasil, beberapa tahun ke depan kita bisa bertemu dalam puncak kesuksesan para trader. Cita-cita yang baik bukan?

Hasil di Forex adalah Tidak Pasti
Forex bagi seorang trader terlihat cukup sederhana, hanya naik dan turun. Namun mengapa kita menganggap bahwa forex itu rumit? Ya, ternyata konteks naik turun itu hanyalah hasil tatapan mata telanjang. Manakala dilihat dengan kaca mata ilmu, naik turunnya pergerakan mata uang, menjadi sangat sulit di terima psikologis kita yang (secara manusiawi) menghendaki profit saja. Mau kita forex itu seperti yang di harapkan, baru forex itu mudah. Kalau kita buy, maka dia menjadi naik…Kalau kita sell maka dia turun…Maunya kita begitu, biar selalu profit dan shoping-shoping melulu wkwkwkw… Sayangnya, seluruh pengetahuan perdagangan valuta asing di dunia ini tidak cukup membantu (seperti maumu), Forex itu tidak bisa: “Kutahu yang kau mau”. Hahahaha…kecuali jika Anda memiliki keberanian untuk membeli dan menjual mata uang dan memasukkan uang Anda dalam uang berisiko.

Bicara risiko tetapi tentang risiko kehilangan duit, wouw…banyak orang akan lari terbirit-birit. Anda hebat! Risiko demikian, malah Anda merasa tertantang dan merasa di dalam sebuah dunia baru. Siip siip…! Seperti undian “Rasanya Anda pasti di dalamnya untuk menang” hehehe…. Percayalah ketika saya mengatakan bahwa tugas sederhana adalah membeli di harga murah dan menjual di saat harga mahal, adalah sangat sulit untuk dilakukan, ketika uang itu sendiri sesungguhnya Anda telah menempatkan sebagai uang berisiko.

Apa pesan tersirat dari pemikiran saya diatas? Bahwa hasil forex itu adalah tidak pasti. Maka? Sekali lagi, maka? Jangan pernah menabung di forex! Uang Anda adalah menjadi uang yang berisiko. Manakala Anda telah memperoleh profit dari modal Anda, cairkan dia…ambil dia… masukkan ke rekening bank lokal Anda. Simpan disana, kalau-kalau terjadi risiko kehilangan uang di forex, Anda masih memiliki simpanan di bank Anda dan itu adalah profit Anda. Alasan terbaik saya adalah, Anda tidak perlu menjual aset Anda dan atau menghutang sana-sini sekedar untuk bisa deposit melayani “ketidakmampuan” Anda meninggalkan forex. Hei…! Forex itu bisa menganyutkan Anda dan menjadikan Anda kecanduan, lho! Hati-hati! Wkwkwkkw…

Alasan lain, dengan melakukan apa yang tadi saya katakan, maka Anda akan bebas dari kelelahan dan kebosanan atau bahkan penyesalan. “Waduuuuh! Profitku $ 200 sekarang hilang lagi…! Coba kalau saya WD kemarin…!” Hix hix hix hix hix hix…

Lain halnya, “Good! Profit $200 sudah saya ambil dan sudah di rekening bank, mudah-mudahan saya akan profit lagi. Kecemasan sudah lewat, Bro!”

Anda membutuhkan keberanian untuk sukses
Apakah Anda memiliki keberanian untuk menghadapi rasa takut dan bertindak? Heladalah….koq malah seperti pskiater forex? Gak apa-apa, Anda gratis disini hehehehe… Nah, ketika petugas pemadam kebakaran berjalan di gedung yang terbakar untuk mencapai hasil yang diinginkan, apakah dia takut? Ya takut-lah.. mereka juga manusia. Apakah Anda takut loss saat masuk pasar? Ya takut-lah.. trader juga manusia….apalagi modal cuma pas-pasan. Tugas Anda adalah dapat mengatasi atau menerima rasa takut Anda itu dan tetap melakukannya. Menurut saya, Anda tidak akan menjadi trader forex yang sukses jika tidak bisa mengatasi aau menerima rasa takut itu. Perasaan takut adalah alamiah, boleh-boleh saja rasa takut itu ada, toh membuat kita hati-hati, tetapi menerima rasa takut dan mampu mengatasinya adalah menjadikan trader menjadi manusia lebih. Hebat kan, trader itu…! Ya, seperti petugas kebakaran tadi, mereka mampu mengatasi dan menerima rasa takut , pada akhirnya menjadikannya sukses melaksanakan tugasnya, woke?

Namun, sekali Anda belajar untuk mengontrol rasa takut Anda, semakin mudah dan lebih mudah untuk perdagangan di pasar mata uang. Reaksi sebaliknya bisa menjadi masalah.

Mulailah dengan menganalisa diri Anda sendiri.
Apakah Anda tipe orang yang bisa mengendalikan emosi dan tanpa cacat mengeksekusi perdagangan di pasar mata uang? Atau seringkali dalam kondisi sangat stress? Apakah Anda tipe orang yang percaya diri dan cenderung untuk mengambil risiko lebih dari yang seharusnya? Lihatlah kedalam dirimu dan temukan jawaban! Anda dapat memperbaiki semua kekurangan sebelum account Anda “menyala” merah atau Anda akan memperpanjang keberhasilan Anda sampai Anda dapat menambah modal tambahan.

Akhir-akhir ini, saya banyak melihat para trader “hebat” (modal yang sangat besar) tetapi tidak cukup memiliki kemampuan untuk melakukan perdagangan, mereka hanya mengandalkan sinyal-sinyal dari orang lain. Wah, ini dapat membuat masalah psikologis yang serius manakala hasil tidak seperti yang diharapkan, dan ternyata itu terjadi….. Floating minus sampai ribuan pips, bahkan ada yang floating minus ratusan juta rupiah, coba kalau sempatkan belajar dulu kepada ahlinya, ya kan bisa keluarkan beberapa ratus dollar saja untuk privat dan mengasah kemampuan, toh kalau sudah menguasai dengan baik, “uang belajar” bisa balik dalam hitungan hari… ya, daripada floating ratusan pips apalagi locking minus semua, stress deh…! Ujung-ujungnya cut loss! Menyedihkan…! Nah kalau itu ternyata duit investasi orang? Bisa gila si trader! Investornya menjadi miskin! Maka, sebelum semua terlambat, saya mau kasih nasihat yang baik-baik, siapa yang berani menasihati itu karena dia sayang- kan begitu? Anda harus benar-benar dapat mempersiapkan dan mengembangkan kebiasaan trading yang baik. Saya juga menasihati pada diri sendiri,…”Git…! Berdo’a, shalat, sabar dan disiplin ya? Hanya sikap itu yang akan menjadikanmu sukses di forex!” Amiin…

[ sumber: tradersakti ]

Salahsatu faktor penentu kesuksesan itu adalah diri Anda sendiri, belajar dan terus belajar untuk meraih sukses. Di semua bisnis tidak ada istilah ‘ketiban durian’ tiba-tiba Anda langsung sukses, tapi semua butuh perjuangan dan pengorbanan. Dan faktor tambahan keberuntungan itu dari Tuhan, ini semacam pelumas aja Gan karena adanya aktivitas. Kalo tidak ada aksi maka Anda pun tidak bisa mengetahui seberapa besar pelumas itu diberikan oleh Tuhan kepada hamba-Nya.

Jadi mulailah dari Anda sendiri, belajar dan berdo’a.

0 654

PSIKOLOGIS TRADER FOREX PEMULA

Latar belakang saya bukan tamatan dari sebuah universitas jurusan psikologi, lho! Jadi mohon maklum kalau saya tidak pinter urusan psikologi seorang manusia. Namun sehubungan dengan per-forex-an yang memaksa harus memahami psikologi manusia (baca: trader), ya saya memahaminya dengan cara saya sendiri saja. Pun saya hanya ingin memahami psikologis saya sendiri saat mengawali trading forex, biar tidak ada orang lain yang disalahkan hihihihi. …. Kalau salah, ya biar saya salah sendirian saja hixs hixs hixs…

Baiklah, daripada saya menangis tidak ada gunanya hixs hixs hiks…sementara Anda malah senyum-senyum, saya akan mulai menghibur diri saja “ngrasani” kelucuan seorang trader pemula:

Tergesa-gesa Mengambil Keputusan
Hayo..! Biasa melakukannya gak Bro! (ho-oh…sstt..jangan keras-keras!) Bagian trading forex tersulit seorang pemula adalah mengendalikan diri untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Memprediksi harga ada caranya, tetapi tetap yang tersulit adalah mengendalikan diri untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, karena hal itu tidak ada metode yang mendasar . Dalam hal ini yang terjadi adalah tergantung dari anda sendiri. Maka selalu diingat; jika saya harus mengambil posisi buy atau sell, tanyakan pada diri sendiri, “Apa alasan saya mengambil posisi ini? Apakah saya sudah memastikan bahwa harga sedang murah? Atau tidak lebih baikkah saya order pending saja?”
Minimal itu, Bro!

Kalau mau “nambah” (belum kenyang nih, critanya..?) Woke! Untuk menghindari keadaan yang tidak di inginkan -lebih baik- ketika fikiran dan mental Anda tidak bisa konsentrasi dan tidak memiliki alasan apapun (jangan beralasan karena feeling, lho!) maka jangan membuka posisi trading dulu. Dalam bertrading membutuhkan ketenangan dan konsentrasi penuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lebih baik tidak profit daripada harus menanggung kerugian. Apalagi, (sering tidak disiplin) kalau habis profit berhenti membuka open posisi baru. Kalau habis loss, terkena SL ya berhenti open posisi baru, Hayooo…!!! Anda sering tergesa-gesa mengambil open posisi dalam keadaan yang demikian? Stop!!! Lampu merah ada di depan Anda! Kalau mau bablas, benjut sampean wkwkwkkkwkaa…!

Ketidakpuasan
Keuntungan adalah target yang di incar semua trader, bagi pemula mungkin keuntungan pertama walaupun tidak seberapa itu merupakan kepuasan tersendiri namun setelah berkali-kali melakukan trading mereka menjadi tidak puas. Kebanyakan orang setelah mendapatkan sejumlah keuntungan maka posisi berikutnya menargetkan yang lebih tinggi dan itu kebanyakan tanpa pertimbangan yang matang. Hal tersebutlah yang mengakibatkan mereka mengalami kerugian melebihi apa yang telah mereka dapatkan.

Karena ketidakpuasan tersebut pula mereka kebanyakan setelah mengalami kerugian melakukan penambahan modal. Modalpun sudah di tambah namun yang berbahaya di sini adalah jika sifat ketidak puasan masih bersarang bukan tidak mungkin modal anda akan kembali hangus.

Nah, lalu? (Weh, masih bertanya juga hehehehe)

Woke… Begini saja, saya akan membantu mengingatkan Anda. Ada beberapa hal yang mungkin akan membantu Anda menghindari sifat tesebut antara lain.
Saat Anda bertrading jangan terus menerus menatap grafik forex. Karena Anda akan terpancing untuk melakukan penempatan posisi baru tanpa suatu pertimbangan yang matang, tetapi hanya karena emosi sesaat. Apalagi setelah Anda baru saja profit atau loss. Tutup grafiknya saja. Hayoo…Anda harus bisa! Bismilllah! Anda bisa!
Anda harus selalu percaya bahwa harga bergerak dapat juga membuat kita merugi.
Tentukan target keuntungan dan ketika tercapai, sekali lagi Anda harus menutupnya. Hindari keinginan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar di khawatirkan harga berbalik.
Hindari trading ketika Anda dalam waktu dekat akan melakukan aktifitas lain (mau berangkat kerja, kuliah, mau mencangkul, mau kerja buruh dan sebagainya) karena itu hanya akan membuat Anda stress berat, bisa-bisa malah tidak jadi beraktifitas. Anda jadi pembolos kerja sekarang, atau pekerjaan lain Anda tertunda. Begitu di tunggu profit forexnya, weh..akhirnya loss juga hixs hixs hixs…

Ketidak puasan dalam memperoleh keuntungan akan menimbulkan sifat baru saat terjadi kerugian yaitu:

Penasaran
Sifat yang satu ini akibat dari sifat ketidak puasan. Ketika mendapatkan keuntungan maka akan muncul sifat ketidak puasan. Akibatnya akan memancing anda untuk meningkatkan keuntungan secara cepat tanpa pertimbangan matang. Anda pun akan mengalami kerugian. Setelah kerugian terjadi Andapun akan merasa penasaran untuk mendapatkan dana Anda kembali dengan cara apapun. Itulah yang akan membuat Anda kehilangan yang kedua kali dan akan terus terulang jika Anda tidak berusaha lebih mengendalikan diri.

Seharusnya yang Anda lakukan saat terjadi kerugian adalah mempelajari kesalahan Anda sendiri. Bukan dibalas dengan open posisi baru… Hayoo… baru sadar! Senyum-senyum, menandakan Anda sering melakukan kesalahan ini wkwkwkkwa…. (lama-lama koq kayak bebek nih…) Di catat apa yang membuat Anda mengalami kerugian, sehingga kerugian Anda tidak terulang lagi pada trading berikutnya, nah ini yang harus dilakukan. Ada beberapa hal yang perlu di tanamkan dalam diri saat bertrading agar tidak timbul perasaan penasaran yang berlebihan antara lain:
Tenangkan diri Anda apapun yang terjadi pada trading Anda. Rugi atau Untung Anda harus tenang, Anda sedang menempuh kebiasaan trading, bahwa trading itu ya naik turun, untung rugi…Kalau tidak siap ya jangan trading forex. Gampang, kan?
Anda harus lebih lama beristirahat dari pada saat mendapat keuntungan untuk menghindari kesalahan yang kedua. Anda dapat memulai kembali trading saat Anda sudah bisa menerima kerugian anda sehingga anda memulai trading dengan tenang.
Sejak awal telah di anjurkan untuk menggunakan Stop Loss. Anda pun harus konsisten terhadap keputusan tersebut. Saat harga telah memasuki titik Stop Loss maka anda harus menutup transaksi untuk menghindari kerugian semakin besar. Anda pun harus merelakan kerugian anda sesuai Stop Loss yang anda tentukan sendiri. Ikhlaskan kalau harus menyentuh Stop Loss, saat tu bukan rejeki Anda.

Keraguan serta ketakutan
Pada dasarnya keraguan merupakan akibat dari ketakutan untuk merugi. Namun sesungguhnya tingkat kerugian akan semakin besar jika Anda ragu dalam mengambil posisi. Keraguan akan mengakibatkan Anda kehilangan kesempatan penempatan posisi yang berujung pada kesalahan penempatan posisi dan kerugian. Kebanyakan keraguan di akibatkan oleh ketakutan mengalami kerugian padahal keraguan itulah yang akan mengakibatkan kerugian.

Jangan Takut Rugi, ya itu perlu di ingat baik-baik di otak Anda, Banyak trader-trader baru yang masuk ke dunia Trading selalu berharap keuntungan konsisten perbulan. Lihat lah fakta Warren Buffet pun pernah rugi. Jadi rugi itu, gak apa-apa koq…! Saya juga masih kadang rugi wkwkwkkwa….Maka, kalau tidak siap ya jangan menjadi trader. Iya kan?

Ingat fakta para Trader yang berhasil, mereka juga tidak ada yang konsisten, profit terus tidak pernah rugi. Kalau ada, biar saya juluki malaikat forex sajalah! Hahahahaha…

Yang terpenting adalah pemasangan stop loss walaupun Anda pemula yang kebanyakan membenci stop loss karena selalu tersentuh. Anda sebagai pemula harus lebih berhati-hati membuka posisi dan juga jangan sampai lupa memakai stop loss. Kebanyakan pemula mengalami depresi saat memulai trading pertama kali yang akan berakibat pada kesalahan yang fatal. Pokoknya jangan panik, kena Stop Loss itu biasa wkwkkwkkwa….

Bukan saya gembira Anda kena Stop Loss, tetapi saya bicara apa adanya tentang forex, gak muluk-muluk manis. Trader pengalaman itu mengerti ada saatnya Musim Panen, ada Musim Paceklik. Target tiap bulan plus, itu bagus, tapi kita gak bisa pungkiri ada saatnya rugi. Get Real lah! Konsisten yang di maksud itu bukan di lihat per minggu atau bulan , tapi di lihat dari long term.

Ada sebuah pertanyaan, mengapa kebanyakan trader itu sudah berbulan-bulan masih loss? Dalam menanggapi hal ini trader rugi bisa di bagi beberapa tipe :

  1. Pengecut, baru rugi sedikit sudah ketakutan gak berani main, mencari rasa aman. <- ini orang gak cocok trading lebih cocok nabung, atau deposito aja>.
  2. Terlalu Pemberani, kerugian membuat dia jadi lebih nekat, inject dana terus <- ini org gak cocok trading juga, karena dendam ingin mengambil balik kerugian secepatnya, makin di teruskan sering kali bertambah kerugiannya.
  3. Trader Sejati, rugi bagi dia biasa, menang juga biasa <- dia sabar gak buru-buru, belajar menerima kekalahan, belajar sabar, karena badai pasti berlalu, dia tahu rugi itu bagian dari permainan trading, untung adalah bonus>.

Nah, inginnya saya itu, Anda menjadi trader sejati, jangan menjadi trader manja. Loss ya jangan takut. Ketakutan Akan memperparah kerugian. Kalau profit, Alhamdulillah!

Solusinya, tradinglah dengan duit yang Anda siap rugi / loss baik dari segala kemungkinan, Untung adalah Bonus, karena fakta Trading itu ya begitu, jadi janganlah terlalu berharap.

Nah, kembali dengan pertanyaan, “Lha kalau setiap bulan selalu rugi?”

Hahaha, ..itu kan scenario terburuk, jika memang begitu dan sudah bertahun-tahun, saran saya ya pensiun saja jangan menjadi Trader. Kalau Anda trading dengan benar , saya yakin tidak mungkin Anda rugi setiap bulan, tetapi kalau benar-benar tidak ngerti trading dengan benar, ya wajar kalau loss terus.
Makanya teruslah untuk belajar, konsultasi dengan yang sudah pengalaman di trading, jangan cuma pede menjadi trader yang loss terus. (Weh, ini bukan lagi marah-marah, lho! Hehehehehe…)

Jawabnya simple; petinju profesional, petenis, pemain bola butuh guru / mentor gak ?
jawabnya ya, Anda perlu. Carilah seseorang yang Anda bisa percaya, lebih bagus lagi yang bisa blak-blakan dan jujur, gak cuma senyum manis. Carilah orang yang Anda percaya bisa membantu Anda di dunia Trader. Cari lah orang yang memang pernah mengalami kalah, menang juga, hihihi….

Prediksi berdasar pada perasaan.
Dalam bertrading sesuai naluri yang muncul saat melihat pergerakan mata uang kebenarannya sangat di pengaruhi oleh kemahiran memprediksi tanpa perhitungan dan pengalaman. Walaupun berita belum muncul mereka dapat memprediksi pergerakan harga dengan baik dan benar. Mereka yang sudah terbiasa bertrading dengan cara seperti ini pun dapat mendapatkan keuntungan terus menerus setiap bulannya tanpa indikator.

Anda sebagai trader pemula jangan sekali-kali mencoba bertrading dengan cara ini karena hanya akan membuat Anda rugi. Dalam cara bertrading ini yang menentukan adalah pengalaman dan kemahiran memprediksi harga. Dengan pengalaman dan kemahiran yang cukup, Anda hanya memerlukan sedikit pergerakan dalam hitungan detik untuk menentukan posisi serta memprediksi pergerakan selanjutnya.

Kemahiran dan pengalamanlah yang berpengaruh disini. Dalam menggunakan indikatorpun akan salah jika melakukannya saat pikiran kita tidak benar-benar tenang dan fokus. Anda dapat membayangkan saat Anda mengambil keputusan berdasarkan perasaan padahal trading mengunakan indikator saja anda mengalami kerugian.

Wait….

Sudah dulu ya…!

[ sumber: tradersakti ]

Pembahasan psycologis ini tidak ada habis-habisnya untuk di ulas dan adalah sesuatu yang vital, maka dari itu kita wajib terus belajar apalagi untuk trader pemula. Karena psycologis ini yang bisa dengan mudah memporak-porandakan trading Anda. 

Tetap semangat salam sukses yah!

0 1030
ib insta fx forex indonesia

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA LAWANMU, BROKER ATAU…?

Kisah sederhana ini memberi inspirasi menarik buat saya, saat itu kami sedang trading bareng-bareng, tiba-tiba ada teman nyletuk, “Wah, saatnya open buy EU bagus nih…..!”

“Sstt.. jangan bilang keras-keras ntar broker mendengar, ntar harga malah turun lho… Dihajar sama broker baru tahu rasa!” jawab lainnya.

Eh, saya kira ini lelucon. Ternyata temen saya benar-benar open posisi buy pada EU… Beberapa detik kemudian, harga turun bahkan sangat tajam mencapai 20 pip. Wuih, benarkah broker tahu apa yang kami lakukan? Benarkah broker lawan kita? Anda pembaca (baca:trader), jika mengalami hal yang sama tentu ada yang berpendapat sama dengan kedua teman saya ini. Smiley

Saya masih diam saja, tetapi kelihatannya teman-teman masih sibuk -dengan subyektif masing-masing- tentang broker forex. Saya jadi risih juga, terpaksa saya angkat bicara, “Jika broker forex itu memang musuh kamu, siapa yang menantang bertarung, hayo! Siapa yang memulai dulu hayo! Kamu mendaftar dan buka akun, mendownload metatrader, beli komputer dan koneksi, menyiapkan duit, apakah broker yang memaksa kamu? Apakah kamu membaca term dan condition dari broker saat Anda membuka akun? Apakah kamu sudah mempelajari forex yang cukup dan sudah mengenal broker secara lebih baik? Anak kecil juga tahu, broker tidak mungkin pernah mendengar omonganmu. Lalu kamu masih mempermasalahkan broker yang kamu anggap telah menipu kamu? Siapakah yang bermasalah, kamu atau broker???”

“He he he he, ada-ada saja Kang Sigit malah membela broker, pasti biar di dengar juga ya? Lalu Kang Sigit jadi profit, begitu?”

“Weleh-weleh, saya ini telah lama trading forex, berdasarkan pengalaman, apapun perkiraan kita maka pasarlah yang selalu benar, ‘the market is always right’. Kita memiliki indikator, tetapi dia hanyalah alat bantu kita dalam menganalisa & memprediksi arah serta batasan harga bergerak. Diri kita yang menentukan kita mau OP, hold, close atau duduk termenung saja. Semua indikator itu dibuat dengan perhitungan & rumusan tertentu, sehingga menghasilkan karakter tertentu pula. Sebuah indikator itu akan menjadi power full atau tidak itu tergantung kita dalam menggunakannya. Ibarat sebuah pistol ketika dipegang oleh orang yang tak tahu cara menggunakannya maka tak ada ubahnya dengan mainan anak kecil, tapi jika dipegang oleh penembak jitu bukankah akan menjadi alat yang luar biasa? Nah, kalau begitu sekarang masih berani mengatakan, ‘the trader is always right?'”

“Ok ok ok ok …! Kamu benar Kang! Tetapi kalau bukan broker lawan kita lalu siapa lawan kita sesungguhnya Kang?”

“Banyak pedagang tidak menyadari bahwa trading adalah lebih kompleks daripada bagaimana tampaknya. Seharusnya tidak semata-mata didorong oleh firasat atau feeling semata. Seorang pedagang yang baik selalu siap secara psikologis dan pasti memiliki rencana yang baik pula. Maka lawan kita sesungguhnya ada pada diri kita; sikap emosi, serakah, tidak disiplin, overtrading, tidak memiliki kemampuan money management yang baik, sistem dan rule trading yang selalu dikhianati sendiri dan sebagainya. Itulah yang harus kita lawan dengan sungguh-sungguh. Smiley”

“Kok banyak banget musuh para trader, Kang?”

“Ya kalau sudah banyak musuhnya, makanya kamu gak perlu menambah musuh segala. Lha, broker mau di lawan…Ha ha ha ha ha!”

“Ya ya ya ya…!”

“Makanya, kalau dalam kasus pertama saya berpendapat, selalu bersikap objektiflah dengan keputusan Anda. Bunyi pepatah lama ‘janganlah pernah menikah dengan perdagangan Anda’. Sementara di pasar, jangan berharap bahwa harga akan bergerak ke arah yang hanya menguntungkan Anda. Sebaliknya, cukuplah peka untuk melihat faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi terhadap analisa kamu.” Smiley

“Kang Sigit, masih ada gak lawan kita-kita (para trader) nih untuk di brantas sekalian?”

“Ouw sudahlah… Jangan dibahas lagi! Kalau diteruskan, lama-lama isteri-isteri kamu nanti di brantas juga. Dia sering ganggu kamu saat kamu trading bukan?”

Shocked Shocked Shocked

[ sumber tradersakti ]

Kita sebagai trader sering mendengan ungkapan Follow the trend kita ikuti arus saja klo market menunjukkan naik kita BUY dan klo turun kita SELL. Karena siapa kita? Berapa besar modal kita?? karena kita bukan G Soros yang bisa menggegerkan pasar. Okey Gan,