August 23 2019 05:26 AM
Berita

0 438

Volatilitas pasar yang semkin kencang di hari Selasa (09/02) ini mengantar Yen mencapai level terkuatnya terhadap Dolar AS sejak akhir tahun 2014, karena pasar ramai-ramai mencari safe-haven seperti Yen. USD/JPY diperdagangkan di level rendah 114.45 pagi ini di sesi perdagangan Tokyo, titik terlemah pasangan mata uang tersebut sejak awal November tahun 2014, sebelum kemudian naik ke angka 114.70 dan mengawali hari Selasa ini di angka 115.85.

Sentimen investor amat lemah hari ini bersama dengan rontoknya bursa saham Jepang. Indeks benchmark Nikkei terjun bebas 4.38 persen ke angka 16,259.44 disusul dengan Topix yang menukik 4.54 persen ke angka 1,317.69.

pihaknya melihat adanya gelembung ekspektasi pasar terhadap kekuatan bank-bank sentral. Para trader mengendurkan pertaruhan mereka akan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS tahun ini masih dalam kaitannya dengan perlambatan ekonomi China. Di samping itu, dampak suku bunga negatif Bank Sentral Jepang juga turut memengaruhi keputusan para trader. Menurut Soichiro Monjoi, ahli strategi di Daiwa SB Investment Ltd yang berpusat di Tokyo yang diwawancarai oleh Bloomberg.

Sementara itu, menurut analisa dari BNZ yang dikutip oleh WBP online, sejak awal pekan ini, penghindaran risiko masih menjadi topik yang dominan di pasar. Aset-aset yang sensitif risiko pada umumnya masih berada di bawah tekanan walaupun data yang dirilis malam tadi tak banyak memberikan pengaruh.

Pergerakan yang terjadi nantinya lebih merupakan pantulan dari masalah kualitas kredit, outlook pendapatan perusahaan, dan siklus pertumbuhan. Dalam lingkungan semacam inilah, lanjut analis BNZ, maka penguatan Yen bukanlah hal yang mengejutkan.

Komentar senada tentang juga diungkapkan oleh Toshihiko Matsuno, analisa SMBC Friend Securities Co. yang dilansir oleh Bloomberg. Yen mengalami kenaikan sementar imbal hasil obligasi AS melorot dan harga emas melonjak. Secara garis besar, Matsuno menyebutkan bahwa apa yang terjadi pada Yen saat ini merupakan sentimen penghindaran risiko.

0 419
ib insta

Dollar sedikit melemah pada hari Senin. Karena pasar memulai minggu ini dengan catatannya yang lebih tenang dan investor memfokuskan perhatian mereka ke pertemuan bank sentral yang akan datang, dollar masih di atas dari level terendah akhir-akhir ini.

Dollar sedikit melemah terhadap rekannya dari Jepang ke level 118.28, namun tidak terlalu jauh dari level level tertinggi dua pekan di 118.88 yang dicapai pada hari Jumat, hanya sehari setelah pasangan mata uang tersebut merosot ke level terendah dalam setahun di 115.97.

Federal Reserve AS secara luas diperkirakan akan meninggalkan suku bunga federal tak berubah di level 0.25-0.50% pada kesimpulan pertemuan kebijakan mereka pada hari Rabu.

Namun, para trader saat ini akan lebih fokus pada apakah kemungkinan dari meredanya inflasi dan gejolak di pasar global akhir-akhir ini dapat mendorong the Fed untuk berikan sinyal kecemasan terhadap AS dan outlook ekonomi global yang mungkin meningkatkan pertanyaan tentang laju pengetatan suku bunga.

Analis mata uang di Brown Brothers Hariman di Tokyo mengatakan bahwa beberapa pelaku pasar mencemaskan kondisi ekonomi China dan rendahnya harga minyak, jadi banyak dari mereka yang akan melihat pernyataan FOMC. Namun untuk hari ini, saya pikir pasar mata uang akan sepi seperti pasar lainnya.

0 601
ib insta
Dollar bergerak di dekat level tertinggi dalam dua pekan terakhir terhadap mata uang utama pada hari Senin dalam sesi perdagangan awal di tahun 2016, tahun dimana pasar mengharapkan untuk perbedaan kebijakan moneter bank sentral yang akan berikan greenback dukungan terhadap rekannya.

Indeks dollar hanya sedikit bergerak di 98.72. Kenaikan di atas 98.77 akan membuat indeks ke level tertinggi sejak 21 Desember.

Indeks dollar menguat hampir 10% pada tahun lalu seiring the Fed mulai naikan suku bunga dalam hampir sedekade untuk pertama kalinya, sementara itu European Central Bank dan Bank of Japan bertahan dengan skema kebijakan moneter yang sangat longgar dan bahkan diperkirakan akan berlanjut.

Analis dari Barclays mengatakan bahwa sebagian besar catatan di pasar forex masih tertuju pada perbedaan kebijakan yang dibuat oleh the Fed, harga komoditas yang rendah dan peran dari pelemahan di pasar berkembang/China terhadap pemulihan global.

Dollar AS pada pagi ini bergerak stabil di 120.40 per yen. Penembus ke bawah 120.05 akan membuat dollar ke level terendah sejak akhis Oktober.

0 491
Dollar Australia dan Selandia Baru telah bangkit dari mata uang dengan performa terburuk menjadi terbaik setelah sejumlah trader meninjau outlook kebijakan moneter kedua negara tersebut.
Aussie dan kiwi masuk kuartal keempat yang naik pling tajam setelah mengalami penurunan selama 9 bulan pertama tahun ini. Gubernur Reserve Bank of Australia Glenn Stevens menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga selama 7 bulan berturut-turut.

Performa Aussie akhir-akhir ini terdorong oleh penilaian ulang laju pelinggaran dari RBA, Komentar Wheeler juga mengecewakan trader yang bearish terhadap Kiwi. Ausie dan Kiwi telah anjlok sebesar 14% dan 18% masing-masing, pada 9 bulan pertama tahun ini di tengah penurunan harga komoditas dan kecemasan melambatnya perekonomian China. Kiwi saat ini masih tertahan oleh tingkat permintaan mata uang domestik menjelang akhir bulan oleh perusahhan produk susu dan minat hedging untuk menyesuaikan penguatan greenback tahun ini.

AUDUSD diperdagangkan di level 0.7216 pada pukul 1:35 WIB sedangkan NZDUSD diperdagangkan di 0.6868