October 19 2019 21:50 PM
Berita

1613975_678907712167263_2080419318_nMata uang USD masih mendominasi tekanannya baik terhadap major currencies maupun komoditas. Telah dilaporkan bahwa mata uang USD bergerka menguat pada sesi dua pasar amerika, setelah data PMI Manufaktur Amerika dirilis dengan hasil yang cukup baik dan diikuti oleh pengautan mata uang USD mendekati level tertinggi sejak Januari. Dalam data akhir sesi semalam menunjukkan bahwa PMI Manufaktur Amerika naik pada level 55.1. data dirilis lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 54.3 (F) dan 54.3 (P). Telah dilaporkan pula bahwa bursa saham Amerika bergerak menguat bahkan mencetak rekor pada perdagangan saham awal pekan ini.

Telah dilaporkan bahwa Aussie, mata uang Australia itu lazim disebut, telah bergerak menguat. Mata uang Australia tersebut melesat ke kisaran angka 0.7810 apresiasinya, setelah keputusan bank sentral Australia mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 2,25%. Berdasarkan rilis laporan pertemuannya, Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin akan melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan mencapai target inflasi. Keputusan tersebut akan dibicarakan pada pertemuan selannjutnya. Reserve Bank of Australia (RBA) menitikberatkan adanya risiko dari sektor properti dengan tren harga perumahan yang beragam di beberapa kota dalam beberapa bulan belakangan. Variasi harga dalam pasar perumahan dapat menjadi sinyal belum stabilnya perekonomian negeri Kangguru tersebut. RBA juga masih melihat tren pertumbuhan domestik yang masih cukup lemah dengan tingkat pengangguran beranjak naik dalam beberapa tahun terakhir. Namun pelemahan nilai tukar domestiknya dianggap akan menjadi kunci untuk menstabilkan perekonomian negara komoditas ini. Rendahnya nilai tukar Aussie dibandingkan negara lain seharusnya dapat mengangkat tingkat ekspornya. Harga komoditas Australia turun 20,6% di bulan Februari, lebih rendah dari penurunan 19,2% di awal tahun. Dilaporka bahwa apresiasi mata uang AUD/USD bertahan di kisaran 0.7810, setelah sempat melesat ke level 0.7839 sesaat setelah keputusan RBA. Sebelum pertemuan, Aussie bertahan di dekat level 0.7770. Dari China dilaporkan, Pemerintah China memutuskan melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga. The People`s Bank of China secara mengejutkan menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun dan suku bunga deposito menjadi 5,35 % dan 2,5 %. Langkah itu dilakukan karena meningkatnya tekanan deflasi. Laporan dari PBOC murunkan suku bunga acuan sebesar 25 Bps.

Sementara ini, para pelaku pasar juga masih rentan lakukan aksi jual dalam apresiasi cross mata uang EUR/ JPY. Telah dilaporkan bahwa, angka konsumen zona eropa turun 0,3 % pada Februari 2015 year on year (YoY). Pengangguran di Uni Eropa turun menjadi 11,2 % pada Januari 2015. Manufaktur PMI zona Euro tercatat naik menjadi 51,1 pada Februari 2015. Secara analisa dengan menggunakan acuan grafik 30 menit, untuk apresiasi perdagangan cross mata uang EUR/ JPY tengah mengindikasikan bahwa tekanan jual masih dominan menuju target terdekat di 133.79. Jika seller mendominasi di bawah level tersebut maka memungkinkan akan mengusik target berikutnya di 133.29. Kegagalan skenario tersebut akan mengembalikan EUR/ JPY pada posisi rally menuju level 134.41 hingga level kritis di 134.60. Pergerakkan mata uang USD diperkirakan akan menjadi fokus para pelaku pasar pada sesi perdagangan hari ini.

0 730

gold bricks 4Gerak harga emas ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa pagi. Hal tersebut terjadi karena selain kondisi mata uang USD yang menguat nilai apresiasinya, juga ditunjang oleh adanya aksi jual yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Beberapa sentimen pasar mempengaruhi gerak harga emas, akan tetapi yang terutama kemarin adalah perihal suku bunga. Pemerintah China memutuskan melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga. The People`s Bank of China secara mengejutkan menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun dan suku bunga deposito menjadi 5,35 % dan 2,5 %. Langkah itu dilakukan karena meningkatnya tekanan deflasi.

Harga emas diperdagangkan bergerak menguat tajam pada awal sesi perdagangan sesi pasar Asia kemarin menyusul laporan dari PBOC yang murunkan suku bunga acuan sebesar 25 Bps. Komoditas emas menerima aliran save-haven dari pasar setelah melihat mata uang China, yuan, anjlok menyusul kebijakan tersebut. Telah dilaporkan bahwa, indeks purchasing managers China yang dirilis pada Senin minggu ini menunjukkan kenaikan menjadi ke level 50,7 pada Februari 2015, lebih tinggi dari catatan sebelumnya yaitu di level 49,7 pada Januari. Angka di atas 50 ini menunjukkan ada pertumbuhan. Sayangnya, ketika mulai memasuki sesi kedua perdagangan pasar Amerika, gerak harga emas mulai melemah dan anjlok menutup gap awal sesi. Hal ini terjadi setelah data PMI Manufaktur Amerika dirilis dengan hasil yang cukup baik dan diikuti oleh pengautan mata uang USD mendekati level tertinggi sejak Januari. Dalam data akhir sesi semalam menunjukkan bahwa PMI Manufaktur Amerika naik pada level 55.1. data dirilis lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 54.3 (F) dan 54.3 (P). Selain tekanan dari positifnya data ekonomi Amerika, gerak harga emas juga tertekan oleh dorongan bursa saham Amerika yang bergerak menguat bahkan mencetak rekor pada perdagangan saham awal pekan ini. Dilaporkan di Divisi Comex New York Mercantile Exchange bahwa, harga mas spot menyelesaikan sesi perdagangan hari Senin (02/ 03/ 2015) kemarin, dengan tercatatkan angka kerugian sebesar 7.70 atau 0.63%, berakhir pada level $1,206.00 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,223.135 US dan serendah $1,2204.580 US. Dalam sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan nilai keuntungan sebesar $10.40 US atau 0.86%. Untuk gerak emas berjangka kontrak April sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan hari Senin (02/ 03/ 2015) kemarin, dengan menorehkan angka kerugian sebesar $4.90 US atau 0.40% berakhir pada level $1,208.200 US/ ons. Dalam sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka keuntungan hanya senilai 40 sen atau 0.03%. Dilaporkan dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) kembali bergrak naik sebesar Rp 2.000, menjadi Rp 549 ribu/ gram pada hari Selasa (03/ 03/ 2015) ini. Sedangkan untuk harga buyback logam mulia Antam stabil sampai Rp 490 ribu/ gram. Berikut ini adalah daftar harga emas yang djual Antam, yaitu: untuk pecahan 500 gram – Rp 254.800.000, pecahan 250 gram – Rp 127.500.000, pecahan 100 gram – Rp 51.050.000, pecahan 50 gram – Rp 25.550.0000, pecahan 25 gram – Rp 12.800.000, pecahan 10 gram – Rp 5.150.000, pecahan 5 gram – Rp 2.600.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 549.000. Juga telah dilaporkan bahwa, angka konsumen zona eropa turun 0,3 % pada Februari 2015 year on year (YoY). Pengangguran di Uni Eropa turun menjadi 11,2 % pada Januari 2015. Manufaktur PMI zona Euro tercatat naik menjadi 51,1 pada Februari 2015.

Memasuki sesi perdagangan minggu ini, perdagangan pasar emas dan global akan berfokus pada rilis data ketenagakerjaan Amerika yang memasuki sesi perdagangan minggu ini. Secara teknikal, harga emas berjangka untuk pengiriman April ditutup dekat sesi terendah pada saat ini. Secara keseluruhan penurunan harga emas ini merupakan gerak jangka pendek. Harga emas selanjutnya menguji level resistance di $ 1.236,70 US. Memasuki sesi perdagangan hari ini gerak harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran yang besar. Pergerakkan mata uang USD diperkirakan akan menjadi fokus para pelaku pasar emas pada sesi perdagangan hari ini.

0 1139

major currency2

Aussie melemah terhadap Greenback dengan pasar fokus pada pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA) esok hari dan data perekonomian lokal yang mengecewakan. Pasar memprediksi bank sentral Australia akan kembali memotong suku bunga acuan setelah bulan Februari lalu dipotong menjadi 2%. Jika RBA memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya trader memprediksi Aussie akan rally. Sebaliknya pemangkasan suku bunga untuk menstimulus perekonomian dapat semakin menekan perdagangan Aussie. Greenback sendiri menikmati penguatannya setelah bank sentral China memangkas suku bunga acuannya.

Outlook perekonomian sendiri masih lemah, dengan data terbaru laba operasi perusahaan Australia selama kuartal IV tahun lalu turun 0,2%, mematahkan ekspektasi kenaikan 0,7%. Harga komoditas tahunan negeri Kangguru di bulan Februari juga turun 20,6% dari koreksi penurunan 19,2% di bulan sebelumnya.

Perdagangan pasangan mata uang AUD/USD kini berada di kisaran 0.7775, di dekat level terendah harian 0.7761 dan menjauhi level tertinggi harian 0.7806.