October 19 2019 21:50 PM
Fundamental

0 546
ib instaforexDolar As semalam diperdagangkan jatuh karena investor cemas bahwa lonjakan baru-baru ini bisa mendorong Federal Reserve untuk lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga di tahun ini, namun secara global diperdagangkan masih kuat.
Greenback telah meningkat sekitar 24 persen terhadap mata uang utama lainya sejak Mei, dan itu bisa menjadi isu utama pada pertemuan kebijakan moneter Fed minggu ini.
Output industri AS dilaporkan meningkat hanya 0,1 persen di bulan Februari. Angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi para analis yang sebelumnya mengharapkan peningkatan sekitar 0,3 persen.
Sebelumnya, indeks aktivitas manufaktur untuk kawasan New York juga dilaporkan turun dari 7,8 menjadi 6,9 di bulan Maret, meleset dari ekspektasi peningkatan menjadi sekitar 8,1.
Meski sejatinya bukan merupakan data yang berdampak signifikan, lemahnya data sudah cukup untuk menjadi alasan profit-taking dari rally dollar akhir-akhir ini.
Melawan Yen, dolar As masih stabil sejak diawal pekan ini dan berada di area $ 121.37 pukul 11:07 wib.
Euro bergerak naik dari level terendah 12 tahun terhadap dollar pada perdagangan Senin. Meski demikian, mata uang tunggal diprediksikan masih akan tertekan seiring perbedaan arah kebijakan moneter bank sentral.
Sempat menyentuh 1.0462 pada Jumat lalu, terendah sejak Januari 2003, euro berbalik menguat mencapai 1.0619 terhadap dollar kemarin. Gain euro turut dipicu lesunya data ekonomi AS yang dirilis semalam.
Saat ini euro diperdagangkan di kisaran 1.0561, kemarin naik 0,8 persen, suatu indikasi yang sama diraih pada hari Kamis kemarin yang ini hanya sebuah koreksi sesaat yang perlu diwaspadai.
Mengekor euro, pound sterling ditutup menguat 0,8 persen, rebound dari catatan terendah dalam hampir lima tahun yang sempat disentuh pada perdagangan Jumat. Dan saat ini masih stabil berada di area $ 1,4820.
Gain juga dibukukan dollar Australia yang berakhir menguat 0,2 persen, namun saat ini masih kembali melemah 0,2 persen di area 0.7625 terhadap dollar.
Perhatian para pelaku pasar mulai tertuju pada agenda rapat kebijakan moneter The Fed minggu ini. Pada pernyataan kebijakannya kali ini, The Fed diharapkan tidak lagi mencantumkan kata “patient” untuk menggambarkan kapan akan mulai menaikkan suku bunga.
Dengan dihilangkannya kata tersebut, terbuka kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunganya lebih awal dari yang diprediksikan sebelumnya. Sebagian besar analis kini memrediksikan kenaikan suku bunga dapat mulai dijalankan pada pertemuan The Fed berikutnya di bulan Juni.
Kenaikan suku bunga The Fed di saat bank sentral lainnya justru melonggarkan lebih lanjut kebijakan moneternya akan lebih menguntungkan bagi dollar.

0 755

1011652_510825662324802_1622272299_nGerak harga emas berjangka telah dilaporkan bergerak turun di bawah level harga $ 1.200 US/ ons pada perdagangan hari Kamis malam, atau masuk hari Jumat pagi ini. Hal tersebut terjadi, setelah adanya keputusan dari ECB untuk menaikkan jumlah angka stimulus menjadi 60 miliar euro pada pertemuan semalam. Kondisi ini tentunya membawa nilai apresiasi mata uang USD jadi bergerak lebih tinggi, dan menjadikan mata uang euro tertekan hingga mencapai level terendah sejak September 2003.

Selain adanya kondisi itu, perlemahan gerak harga emas juga diakibatkan oleh adanya faktor lain. Faktor tersebut adalah, dengan adanya keputusan negara China untuk memangkas target pertumbuhan ekonominya ke level terendah dalam lebih dari dua dekade. Perdana Menteri China, Li Keqiang, berkeputusan untuk memangkas target pertumbuhan ekonomi China menjadi 7 %, dari 7,4 % pada tahun lalu. Target baru tersebut merupakan target gerak pertumbuhan ekonomi terendah yang pernah terjadi di China sejak tahun 1990. Negara yang juga dikenal dengan istilah negeri Tirai Bambu ini memang dikenal sebagai konsumen terbesar kedua dalam hal pembelian emas di dunia setelah negara India. Li Keqiang menjelaskan, target pada tahun ini memang sejalan dengan ekspektasi pasar dan sesuai dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada 2014. Pada tahun lalu, tercatat bahwa ekonomi negara tersebut tumbuh paling lambat dalam 24 tahun terakhir dan realisasinya pun berada di bawah target dari pemerintah China tetapkan di awal tahun. Target pertumbuhan ekonomi negara China pada tahun lalu sebesar 7,5 %. Sedangkan pada realisasinya, yang terjadi adalah ternyata yang dicapai hanyalah sebesar 7,4 %. Realisasi tersebut juga mengalami penurunan jika dibanding ada laporan tahun 2013 yaitu sebesar 7,7 %. Dilansir dari Nasdaq.com hari Jumat, 06/ 03/ 2015, dilaporkan bahwa di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, harga emas untuk pengiriman April turun senilai $ 4,6 US atau 0,38 % menjadi $ 1.196,30 US/ ons. Gerak penurunan harga yang cukup tajam tersebut terjadi dalam dua hari berturut-turut. Harga emas berjangka kemungkinan besar akan menuju level support US$ 1.194,6 per ons, terendah sejak 3 Maret dan resistance US$ 1.223 per ons, tertinggi sejak 2 Maret. Komoditas emas kehilangan daya tarik bagi sebagian pelaku pasar, dan mereka umumnya memilih berspekulasi di pasar saham dan obligasi.

Dilaporkan juga dari Amerika, bahwa pada sesi pasar Amerika yang terjadi adalah para pelaku pasar masih menunggu rilis laporan pekerjaan bulan Februari pada Jumat ini. Pada hari Kamis kemarin, Departemen Tenaga Kerja Amerika menyatakan bahwa jumlah penduduk Amerika yang mengajukan klaim baru untuk pengangguran meningkat ke level tertinggi sejak bulan Mei. Pengajuan pengangguran di pekan yang berakhir pada 28 Februari telah naik sebanyak 7.000 jiwa pada minggu lalu untuk total musiman disesuaikan 320 ribu. Pada hari ini, gerak harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran yang besar. Adanya rilis data Non-Farm Payrolls Amerika akan jadi fokus utama para pelaku pasar selama sesi perdagangan Amerika nanti.

1613975_678907712167263_2080419318_nMata uang USD masih mendominasi tekanannya baik terhadap major currencies maupun komoditas. Telah dilaporkan bahwa mata uang USD bergerka menguat pada sesi dua pasar amerika, setelah data PMI Manufaktur Amerika dirilis dengan hasil yang cukup baik dan diikuti oleh pengautan mata uang USD mendekati level tertinggi sejak Januari. Dalam data akhir sesi semalam menunjukkan bahwa PMI Manufaktur Amerika naik pada level 55.1. data dirilis lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 54.3 (F) dan 54.3 (P). Telah dilaporkan pula bahwa bursa saham Amerika bergerak menguat bahkan mencetak rekor pada perdagangan saham awal pekan ini.

Telah dilaporkan bahwa Aussie, mata uang Australia itu lazim disebut, telah bergerak menguat. Mata uang Australia tersebut melesat ke kisaran angka 0.7810 apresiasinya, setelah keputusan bank sentral Australia mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 2,25%. Berdasarkan rilis laporan pertemuannya, Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin akan melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan mencapai target inflasi. Keputusan tersebut akan dibicarakan pada pertemuan selannjutnya. Reserve Bank of Australia (RBA) menitikberatkan adanya risiko dari sektor properti dengan tren harga perumahan yang beragam di beberapa kota dalam beberapa bulan belakangan. Variasi harga dalam pasar perumahan dapat menjadi sinyal belum stabilnya perekonomian negeri Kangguru tersebut. RBA juga masih melihat tren pertumbuhan domestik yang masih cukup lemah dengan tingkat pengangguran beranjak naik dalam beberapa tahun terakhir. Namun pelemahan nilai tukar domestiknya dianggap akan menjadi kunci untuk menstabilkan perekonomian negara komoditas ini. Rendahnya nilai tukar Aussie dibandingkan negara lain seharusnya dapat mengangkat tingkat ekspornya. Harga komoditas Australia turun 20,6% di bulan Februari, lebih rendah dari penurunan 19,2% di awal tahun. Dilaporka bahwa apresiasi mata uang AUD/USD bertahan di kisaran 0.7810, setelah sempat melesat ke level 0.7839 sesaat setelah keputusan RBA. Sebelum pertemuan, Aussie bertahan di dekat level 0.7770. Dari China dilaporkan, Pemerintah China memutuskan melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga. The People`s Bank of China secara mengejutkan menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun dan suku bunga deposito menjadi 5,35 % dan 2,5 %. Langkah itu dilakukan karena meningkatnya tekanan deflasi. Laporan dari PBOC murunkan suku bunga acuan sebesar 25 Bps.

Sementara ini, para pelaku pasar juga masih rentan lakukan aksi jual dalam apresiasi cross mata uang EUR/ JPY. Telah dilaporkan bahwa, angka konsumen zona eropa turun 0,3 % pada Februari 2015 year on year (YoY). Pengangguran di Uni Eropa turun menjadi 11,2 % pada Januari 2015. Manufaktur PMI zona Euro tercatat naik menjadi 51,1 pada Februari 2015. Secara analisa dengan menggunakan acuan grafik 30 menit, untuk apresiasi perdagangan cross mata uang EUR/ JPY tengah mengindikasikan bahwa tekanan jual masih dominan menuju target terdekat di 133.79. Jika seller mendominasi di bawah level tersebut maka memungkinkan akan mengusik target berikutnya di 133.29. Kegagalan skenario tersebut akan mengembalikan EUR/ JPY pada posisi rally menuju level 134.41 hingga level kritis di 134.60. Pergerakkan mata uang USD diperkirakan akan menjadi fokus para pelaku pasar pada sesi perdagangan hari ini.

0 730

gold bricks 4Gerak harga emas ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa pagi. Hal tersebut terjadi karena selain kondisi mata uang USD yang menguat nilai apresiasinya, juga ditunjang oleh adanya aksi jual yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Beberapa sentimen pasar mempengaruhi gerak harga emas, akan tetapi yang terutama kemarin adalah perihal suku bunga. Pemerintah China memutuskan melonggarkan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga. The People`s Bank of China secara mengejutkan menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun dan suku bunga deposito menjadi 5,35 % dan 2,5 %. Langkah itu dilakukan karena meningkatnya tekanan deflasi.

Harga emas diperdagangkan bergerak menguat tajam pada awal sesi perdagangan sesi pasar Asia kemarin menyusul laporan dari PBOC yang murunkan suku bunga acuan sebesar 25 Bps. Komoditas emas menerima aliran save-haven dari pasar setelah melihat mata uang China, yuan, anjlok menyusul kebijakan tersebut. Telah dilaporkan bahwa, indeks purchasing managers China yang dirilis pada Senin minggu ini menunjukkan kenaikan menjadi ke level 50,7 pada Februari 2015, lebih tinggi dari catatan sebelumnya yaitu di level 49,7 pada Januari. Angka di atas 50 ini menunjukkan ada pertumbuhan. Sayangnya, ketika mulai memasuki sesi kedua perdagangan pasar Amerika, gerak harga emas mulai melemah dan anjlok menutup gap awal sesi. Hal ini terjadi setelah data PMI Manufaktur Amerika dirilis dengan hasil yang cukup baik dan diikuti oleh pengautan mata uang USD mendekati level tertinggi sejak Januari. Dalam data akhir sesi semalam menunjukkan bahwa PMI Manufaktur Amerika naik pada level 55.1. data dirilis lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 54.3 (F) dan 54.3 (P). Selain tekanan dari positifnya data ekonomi Amerika, gerak harga emas juga tertekan oleh dorongan bursa saham Amerika yang bergerak menguat bahkan mencetak rekor pada perdagangan saham awal pekan ini. Dilaporkan di Divisi Comex New York Mercantile Exchange bahwa, harga mas spot menyelesaikan sesi perdagangan hari Senin (02/ 03/ 2015) kemarin, dengan tercatatkan angka kerugian sebesar 7.70 atau 0.63%, berakhir pada level $1,206.00 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,223.135 US dan serendah $1,2204.580 US. Dalam sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan nilai keuntungan sebesar $10.40 US atau 0.86%. Untuk gerak emas berjangka kontrak April sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan hari Senin (02/ 03/ 2015) kemarin, dengan menorehkan angka kerugian sebesar $4.90 US atau 0.40% berakhir pada level $1,208.200 US/ ons. Dalam sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka keuntungan hanya senilai 40 sen atau 0.03%. Dilaporkan dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) kembali bergrak naik sebesar Rp 2.000, menjadi Rp 549 ribu/ gram pada hari Selasa (03/ 03/ 2015) ini. Sedangkan untuk harga buyback logam mulia Antam stabil sampai Rp 490 ribu/ gram. Berikut ini adalah daftar harga emas yang djual Antam, yaitu: untuk pecahan 500 gram – Rp 254.800.000, pecahan 250 gram – Rp 127.500.000, pecahan 100 gram – Rp 51.050.000, pecahan 50 gram – Rp 25.550.0000, pecahan 25 gram – Rp 12.800.000, pecahan 10 gram – Rp 5.150.000, pecahan 5 gram – Rp 2.600.000, dan untuk pecahan 1 gram – Rp 549.000. Juga telah dilaporkan bahwa, angka konsumen zona eropa turun 0,3 % pada Februari 2015 year on year (YoY). Pengangguran di Uni Eropa turun menjadi 11,2 % pada Januari 2015. Manufaktur PMI zona Euro tercatat naik menjadi 51,1 pada Februari 2015.

Memasuki sesi perdagangan minggu ini, perdagangan pasar emas dan global akan berfokus pada rilis data ketenagakerjaan Amerika yang memasuki sesi perdagangan minggu ini. Secara teknikal, harga emas berjangka untuk pengiriman April ditutup dekat sesi terendah pada saat ini. Secara keseluruhan penurunan harga emas ini merupakan gerak jangka pendek. Harga emas selanjutnya menguji level resistance di $ 1.236,70 US. Memasuki sesi perdagangan hari ini gerak harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran yang besar. Pergerakkan mata uang USD diperkirakan akan menjadi fokus para pelaku pasar emas pada sesi perdagangan hari ini.